nasional

71 Koli Amunisi `Dititip` di Gudang Mabes TNI

Purnama | Rabu, 11 Oktober 2017 12:23 WIB | PRINT BERITA

ist

JAKARTA, WB - Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, menjelaskan bahwa 5.932 amunisi yang dikemas dalam 71 Koli sudah dipindahkan ke Gudang Amunisi Mabes TNI. Penjelasan Kapuspen tersebut terkait pernyataan Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto tanggal 6 Oktober 2017 dan juga pernyataan Menkopolhukam Bapak Wiranto tentang amunisi milik Polri.


Kapuspen membenarkan bahwa amunisi yang dikemas dalam 71 Koli (kotak kayu) tersebut adalah amunisi tajam sebagaimana tertera dalam Katalog (Arsenal Catalogue Bulgaria) dari pabrikan dengan  kaliber 40 x 46 mm, jarak capainya 400 meter dan radius mematikan 9 meter.

 
"Yang dititipkan di Mabes TNI hanya amunisi tajam, untuk senjata sudah dibawa ke Mabes Polri. Untuk waktu penitipan sudah ada aturan yang berlaku, TNI hanya bertanggungbjawab atas penyimpanan," kata Mayjen TNI Wuryanto, beberapa waktu lalu.

 
Lebih lanjut Kapuspen menjelaskan, terkait amunisi, ternyata memiliki banyak keistimewaan, salahsatunya dapat meledak sebanyak dua kali. Setelah ledakan pertama, maka amunisi akan terlontar pada ketinggian 0,5 - 2,5 meter dan meledak dengan pecahan-pecahan logam tajam dari badan amunisi yang berjenis granat (fragmentation).


"Amunisi inipun dapat meledak sendiri (self distruction) tanpa ada benturan/impack pada 14-19 detik setelah amunisi keluar laras," sambungnya.[]







EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Denny JA Kritik Trump Lewat Puisi

12 Desember 2017 | 12:05 WIB

Menyikapi singgasana kepemimpinan seorang Donald Trump atas negara adidaya Amerika Serikat, dinilai oleh banyak kalangan justru seperti membawa banyak keperihatinan juga kekhawatiran atas perdamaian dunia. Politisi berlatar belakang pengusaha itu, kerap menabrak aturan hukum internasional. Terlebih pasca aksi cerobohnya yang `merestui` kota tua Jerusalem sebagai ibu kota Israel.

Sakit Kanker Hati, AM Fatwa Meninggal Dunia

14 Desember 2017 | 08:12 WIB

Anggota DPD RI Andi Mappetahang Fatwa (AM Fatwa) meninggal dunia pada Kamis (14/12) pukul 06.17 WIB di Rumah Sakit MMC, Jakarta Selatan karena sakit kanker hati.

Kapuspen : Berita Pidana Militer Bisa Diperadilan Umum Hoax

16 Desember 2017 | 12:20 WIB

Kapuspen TNI Mayjen TNI M.S. Fadhilah, menegaskan bahwa terkait dengan pemberitaan di berbagai media massa yang menyatakan bahwa  Panglima TNI menyetujui kasus pidana oknum militer akan diselesaikan di peradilan umum adalah tidak benar (hoax).

H.Lulung Klaim Tanah Abang Bebas Preman

16 Desember 2017 | 12:36 WIB

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana menegaskan, tidak ada preman dikawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pria yang akrab disapa H. Lulung itu kepada awak media menegaskan jika di pasar terbesar Asia Tenggara itu bebas dari premanisme.

MUI Turun Aksi Bela Palestina, Menag Lukman Masih Pikir-Pikir

16 Desember 2017 | 12:40 WIB

Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin mengaku sangat mendukung rencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama umat menggelar aksi damai terkait kemerdekaan Palestina.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber