Film

Tumbuhkan Rasa Nasionalisme Lewat Festival Film Nusantara

Anggi SS | Kamis, 12 Oktober 2017 07:24 WIB | PRINT BERITA

ist

 

JAKARTA, WB -  Film-film Nominasi dalam Festival Film Nusantara merupakan karya anak bangsa yang sangat luar biasa, karena kita sejatinya dapat menumbuhkan rasa nasionalisme, rasa bela negara, rasa optimisme dan rasa bangga terhadap negara. 

 

Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada Malam Penghargaan Festival Film Nusantara (FFN) dalam rangka HUT ke-72 TNI tahun 2017 di Teater Taman Ismail Marzuki,   Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017) malam.

 

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa penyelenggaraan Festival Film Nusantara 2017 mengakselerasi karya konten kebangsaan yang diwadahi dalam film-flim karya komunitas anak bangsa yang merupakan sumbangsih masyarakat dan prajurit TNI, guna mendorong motivasi perfilman Indonesia. 

 

“Karya anak bangsa yang dituangkan dalam Festival Film Nusantara sangat luar biasa, para nominator dan peserta telah menunjukan kemampuannya diberbagai kategori FFN,” katanya.

 

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Film adalah suatu metode pembelajaran untuk meningkatkan motivasi bela negara, kemudian yang paling penting lagi adalah menggali budaya-budaya asli Indonesia yang sudah akan hilang padahal budaya itu merupakan kekuatan hakiki.

 

“Saya merasa bangga akan karya para nominator dan peserta lainnya dan Saya tidak menduga peserta FFN 300 lebih dari semua daerah di Indonesia, walaupun masih pemula, tapi sangat luar biasa,” ucapnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa kedepan, TNI akan membuat Film Laksamana Malahayati seorang pejuang perempuan yang bertugas sebagai intelijen Kesultanan Aceh dan lulusan Akademi Angkatan Laut Aceh. 

 

“Untuk membuat film Laksamana Malahayati tentu diperlukan studi pustaka agar tidak terjadi kesalahan data dan fakta, karena film ini bukan hanya untuk nasional saja tetapi internasional. Kita tunjukan kepada dunia bahwa kita punya Laksamana Malahayati,” pungkasnya.

 

Adapun film dokumenter kebangsaan peserta FFN  2017 sebagai berikut : Film Kategori Umum meliputi Kasepuhan Cisungsang, Pemburu Dongeng, Dongeng Sebuah Batik, Srikandi Dari Pati, Sense of Place, Sugihartini, Wajah Negara Di Timur Indonesia, Presiden Singkong (Cassava President), Perjalanan Mencintai Negeri, Tarung Bebas Ala Pondok Pesantren, Rembulan, Jagoan Online, Sekolah Emperan, Ciliwung Berdongeng, Cerdas Bersama TNI, Warna Islam Di Nusantara, Toleransi Di Nusantara, Pesantrenku Tak Beratap, Ludruk Tjap Soerabaja, Lentera Dalam Kehidupan, Rona Kerontang Di Tanah Timor, Menyemai Asa Di Pesisir Malang, Buah Manis Pengabdian, Para Penjaga Tana Ulen dan Bunyi Budaya Menuju Moksa.

 

Film Kategori Prajurit TNI terdiri dari Profil Kodam XIV/Hasanudin, Profil Koarmabar Dispen Armabar, Profil Dispenau, KRI Bung Tomo 357 Koarmatim, Sersan Darwis Kodam XIV/Hasanudin, Babinsa Sebagai Garda Terdepan Kodam IX/Udayana, Loen Galak Merah Putih (Aku Cinta Merah Putih) Kodam IM dan Peduli Kasih TNI AD Terhadap Masyarakat Kodam XII/Tanjung Pura.

 

Dalam FFN tersebut, ditampilkan drama teater yang diperankan oleh para prajurit TNI diantaranya Kapten Inf Abu Bastian S.Ikom.M,Si,  Lettu Inf Sulaiman S.Pd.I, Letda Chb (K) Uli Magdalena, Serma Bek/ W Parah AP, Serka TTU/ W Veronika, Serka Deasi,  Serda Mustafa Habibi, Serda (K) Rinia Sekarwati, Serda (K) Yulianda KD, Serda (K) Venny Grace, Serda Tri Asviani, Serda Intan Vantika D, Serda heru Purwanto, Serda Anggi R, Serda Rifki Fs, Prada Gregorius S., Prada Khaerul Dahlan, Prada M. Kholil dan Prada Legi Apriansyah. []

 

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

`Insidious: The Last Key` Film Budget Minim yang Sukses Dipasaran

13 Februari 2018 | 13:05 WIB

Sejak awal bulan Januari 2018 lalu, film Insidious: The Last Key atau Insidious: The Last Key sudah diputar di banyak negara, termasuk di Indonesia . Hasilnya, film yang diproduseri James Wan ini berhasil jadi box office bukan hanya di Amerika Serikat (AS) tapi juga banyak negara.

`Transformers: The Last Knight` Nominasi Terbanyak Sebagai Film Terburuk

13 Februari 2018 | 14:15 WIB

Penyelenggaraan Piala Oscar dihelat guna memberi penghargaan pada artis terbaik. Namun bagi artis yang kurang beruntung tidak perlu khawatir, karena ada ajang serupa bernama Golden Raspberry Awards alias Razzie Awards. Sayangnya ajang ini untuk memberikan "penghargaan"  buat film-film yang dinilai terburuk sepanjang satu tahun lalu.

Film Kulari Ke Pantai Ingin Ulang Sukses Laskar Pelangi

14 Februari 2018 | 13:22 WIB

Setelah sukses merilis dua film anak-anak Petualangan Sherina dan Laskar Pelangi dengan jutaan penonton, duet produser-sutradara Mira Lesmana dan Riri Riza dari Miles Films kembali akan  menghadirkan film anak-anak terbesar di tahun ini, “Kulari ke Pantai”.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber