dunia

Rusia Tuding AS Tidak Serius Perangi ISIS

Oktraz | Kamis, 12 Oktober 2017 15:08 WIB | PRINT BERITA

Ist


MOSKOW,WB - Psywar antara dua negara adidaya Rusia dan Amerika Serikat, sepertinya tidak pernah berhenti. Padahal hubungan keduanya sudah membaik ketika presiden AS, Donald Trump mengunjungi Vladimir Putin di Rusia.


Namun belakangan hubungan kedua negara ini kembali renggang ketika otoritas Rusia, Selasa (10/10/2017), mengusik AS dengan isu ISIS. Rusia menuding Amerika Serikat berpura-pura memerangi ISIS di Suriah dan Irak.


Rusia menuduh AS secara sengaja mengurangi serangan udara di Irak agar para milisi ISIS bisa memasuki Suriah, dengan niat untuk memperlambat pergerakan tentara Suriah dukungan Rusia.


Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, koalisi pimpinan AS telah secara drastis mengurangi serangan udara ke Irak pada September ketika pasukan Suriah, yang didukung kekuatan udara Rusia, mulai merebut kembali kendali Provinsi Deir al-Zor.


"Semua tahu bahwa koalisi pimpinan AS berpura-pura memerangi ISIS, terutama di Irak," kata Mayor Jenderal Igor Konashenkov, juru bicara kementerian pertahanan Rusia.


Sebagai akibatnya, kata Konashenkov, milisi ISIS dalam jumlah besar telah berpindah dari daerah-daerah perbatasan Irak ke Deir al-Zor. Di situ, para milisi berupaya masuk ke tepi kiri Sungai Eufrat.


"Aksi-aksi Pentagon dan koalisi itu harus dijelaskan. Perubahan taktik mereka itu merupakan niat menyulitkan operasi tentara Suriah, yang didukung oleh angkatan udara Rusia, untuk merebut kembali wilayah Suriah hingga ke wilayah timur Eufrat?," tanya Konashenkov.


"Atau apakah ini merupakan langkah licik guna mendorong para teroris ISIS keluar dari Irak dengan memaksa mereka bergerak menuju Suriah dan ke jalur pengeboman yang diincar oleh angkatan udara Rusia," katanya.


Di Washington, juru bicara Pentagon Kolonel Robert Manning membantah tuduhan Rusia. Menurut Manning pernyataan Rusia tersebut sebagai pernyataan tidak benar.


"Kami tetap bertekad untuk membunuhi ISIS dan mencegah mereka mendapatkan tempat berlindung yang aman ataupun kemampuan untuk melakukan serangan di kawasan maupun secara global," bela Manning.


Konashenkov menambahkan bahwa pasukan Suriah sedang berupaya mendorong ISIS keluar dari Kota al-Mayadin di tenggara Deir al-Zor. Tapi ISIS setiap hari berusaha memperkuat kemampuannya di sana dengan banyaknya "tentara asing bayaran" yang berdatangan dari Irak.[]









EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Satu Dekade Perang, Kini Hamas-Fatah Bersatu

16 Oktober 2017 | 14:07 WIB

Setelah lebih dari satu dekade bertikai, faksi Hamas dan Fatah yang membelah Palestina menjadi dua wilayah dengan administrasi berbeda itu, akhirnya mencapai kesepakatan dalam sebuah rekonsiliasi di Kairo. Pemerintahan bersama yang mengawasi seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza ditargetkan selesai terbentuk selambatnya pada Desember 2017 tahun ini.

Indonesia Juara Tiga Musabaqah Hifzil Qur`an Internasional

16 Oktober 2017 | 13:48 WIB


Indonesia patut bangga kepada Muhammad Abdul Faqih, pasalanya ia menjadi Wakil Indonesia yang meraih juara ketiga pada Musabaqah Hifzil Qur`an Internasional cabang 30 juz di Makkah, Arab Saudi. Ucapan bangga pun datang dari Ustaz Farizi Ahmad melalui laman facebook-nya.

Wow, Emas Harga Miliaran ada Dalam Selokan

14 Oktober 2017 | 12:09 WIB

Aneh tapi nyata, tapi hal inilah yang terjadi. Dimana di dalam air limbah sebuah selokan,
terdapat butiran emas senilai US$ 2 juta (sekitar Rp 26 miliar).

Tampil Seksi, Pelayan Warteg Ini Bikin Heboh Netizan

16 Oktober 2017 | 09:27 WIB

Warung Tegal (warteg), akan menjadi pilihan terbaik bagi Anda yang memiliki anggaran `cekak` diakhir bulan. Selain menyajikan berbagai menu, harga Warteg pun sangat ekonomis.

Misi Perdamaian, Satgas Kizi TNI Kirim Bantuan Alkes di RS Dungu Kongo

13 Oktober 2017 | 09:18 WIB

Masih dalam rangka Peringatan HUT ke-72 TNI tahun 2017, Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XX-N/Monusco (Mission De L Organesation Des Nations Unies Pour La Stabilization en Republique Demokratique du Congo), masih melaksanakan tugas sebagai Peacekeepers Misi Perdamaian PBB, melaksanakan kegiatan CIMIC (Civil Military Coordination) berupa pemberian bantuan alat kesehatan habis pakai (botol cairan infus, selang infus dan iv cath/jarum infus) di Rumah Sakit Kota Dungu, Kamis (12/10/2017).

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber