nasional

Gerakan 1000 Perempuan Merawat Lingkungan dan Peduli Bencana

Anggi SS | Minggu, 15 Oktober 2017 08:10 WIB | PRINT BERITA

ist

 

JAKARTA, WB -  Manusia lanjut usia (lansia) memiliki kebajikan, kearifan, dan pengalaman hidup yang bisa diteladani generasi penerusnya.  Sudah seharusnya mereka menjadi perhatian serius Pemerintah. Selama ini kaum Lansia belum mendapat perhatian secara optimal.

 

Hal itu disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI), Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Dip, Apling, MA., PhD., kepada para Wartawan, ketika menghadiri acara Peringatan Hari Lanjut Usia Internasional 2017, di Plasa Tugu Proklamasi, Pegangsaan Timur, Jakarta Pusat, Sabtu (14/10/2017).

 

 

Budaya bangsa Indonesia, kata Menteri, sangat menekankan prinsip menghormati dan memuliakan orang tua. “Cara kita menghargai orang tua merupakan potensi sosial yang membentuk karakter dan citra budaya Indonesia. Citra dan identitas budaya bangsa Indonesia yang santun, dan penuh penghormatan terhadap orang tua. Perayaan yang kita laksanakan hari ini, bertujuan memuliakan para Lansia,” ujarnya.

 

Para Lansia, ujar Menteri, sudah seharusnya menjadi perhatian serius Pemerintah. Selama ini menurutnya, kaum Lansia belum mendapat perhatian khusus dari Pemerintah secara optimal. “Acara seperti ini akan kami laksanakan kembali di tahun 2018 yang lebih besar lagi. Harapannya dapat dihadiri bapak Presiden RI. Kami akan mengundang para Lansia dari berbagai daerah,” ujar Yohana.

 

Menurut Yohana, di tahun 2015 Indonesia sudah melewati tahapan pembangunan Millennium Development Goals (MDGs).  Saat ini Indonesia sudah masuk pada tahap Sustainable Development Goals (SDGs). Perempuan masuk pada indikator ke lima; yaitu kualitas kesetaraan gender, selain masalah lingkungan, sosial dan ekonomi.

 

Ada empat pilar, lanjut Menteri, menjadi perhatian untuk melakukan cita-cita mulia; perempuan, anak-anak, disabilitas, dan Lansia. “Kita harus peduli terhadap empat pilar ini. Karena hal ini menjadi indikator maju atau tidaknya sebuah Negara. Termasuk air bersih (clean water).  Jika hal ini bagus, Negara dianggap bebas dari kemiskinan,” ungkapnya.

 

Peringatan Hari Lanjut Usia Internasional 2017 ini, diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, dan Natural Indonesia. Acara ditandai dengan pergelaran budaya bertajuk “Gerakan 1000 Perempuan dan Lansia Indonesia Merawat Lingkungan – Peduli Bencana,” yang dikemas apik oleh seniman dan budayawan, Bambang Oeban.

 

Menampilkan sejuta aksi, refleksi, serta pembacaan puisi dan pernyataan, dari para seniman, budayawan, pejabat, birokrat, dan para perempuan lanjut usia. Termasuk penampilan Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Dip, Apling, MA., PhD., (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI), Prof. Dr. Vennetia Ryckerens Danes, MSc, PhD, (Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan),  DR. Ir. Pribudiarta Nur Sitepu (Sekretaris Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI/PPPA-RI), Bambang Oeban (Budayawan), dan para inspirator bangsa.

 

Tampil juga Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dan Situasi Darurat Kondisi Khusus Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak (PPPA) RI, Nyimas Aliah, SE, M.Ikom, membacakan puisi bertajuk `Perempuan dan Lansia Indonesia Peduli Bencana dan Merawat Lingkungan.`

 

Aksi lainnya, berupa Senam Three End dan Senam Lansia, serta pembagian seribu batang pohon untuk masyarakat. Diantara gerakan 1000 perempuan yang ikut hadir memeriahkan acara ini, adalah para perempuan lanjut usia berprofesi pemulung, binaan Rumah Singgah Bunda Lenny Humaniora Foundation, Kranggan Permai, Jatisampurna, Bekasi.

 

“Merawat lingkungan dan peduli bencana menjadi perhatian, dan keprihatinan kami. Hal ini kemudian kami angkat menjadi tema acara ini. Kesadaran dan kepedulian kita tak lain adalah untuk dapat mencegah dan mengendalikan lingkungan dari ancaman kerusakan mau pun pengrusakan,” ujar Bambang Oeban, yang bertindak sebagai Penata Kemas Acara.

 

Peringatan Hari Lanjut Usia Internasional (International Day of Older Persons), ditetapkan dalam Sidang Umum PBB setiap 1 Oktober berdasarkan resolusi No. 45/106, tanggal 14 Desember 1990. Penetapan tersebut merupakan kelanjutan dari Vienna International Plan of Action on Aging (Vienna Plan), yang diputuskan di Wina tahun 1982 dengan resolusi No. 37/1982.

 

Di Indonesia, Hari Lanjut Usia Nasional dicanangkan Presiden Soeharto, di Semarang, 29 Mei 1996.  Penetapan ini sebagai bentuk penghormatan atas jasa Dr KRT Radjiman Wediodiningrat, yang di usia lanjut memimpin sidang pertama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).[]

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga


Warning: mysql_fetch_array() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /home/warta123/public_html/detail.php on line 316







TERKINI



TERPOPULER

DPR Prihatin Macet Parah di Tol Cikampek

17 November 2017 | 10:17 WIB

Menyikapi kemacetan total lebih dari 13 KM yang terjadi di Tol Cikampek, kemarin (16/11/2017), lantaran robohnya alat berat (crane) pengangkat rambu Variabel Massage Sign (VMS) yang ambruk di tol Jakarta-cikampek, Anggota DPR Komisi V (bidang infrastruktur dn perhubungan), H.Nurhasan Zaidi, mengaku prihatin.

KPK Buru Setnov, IPW : Adu Domba KPK-Polri Gagal

16 November 2017 | 13:06 WIB

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menilai bahwa, penggeledaan rumah Setya Novanto (Setnov) pada Rabu (15/11) malam, menunjukkan soliditas yang semakin tinggi antara KPK dan Polri dalam pemberantasan korupsi. Soliditas ini kata Neta, menunjukkan bahwa Ketua DPR itu gagal `mengadu domba` Polri-KPK melalui kasus pelaporan terhadap dua pimpinan KPK ke kepolisian beberapa waktu lalu.

Usai Berolahraga, Dirut Angkasa Pura I Meninggal Dunia

18 November 2017 | 17:08 WIB

Danang S Baskoro, Direktur Utama PT Angkasa Pura I meninggal dunia pada Sabtu (18/11/2017) di Rumah Sakit Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Almarhum wafat di usia 56 tahun setelah melakukan olahraga rutin pagi hari.

Panglima TNI : TNI dan Polri Harus Tetap Solid

21 November 2017 | 07:19 WIB

Soliditas TNI dan Polri yang merupakan tonggak penyangga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam rangka mewujudkan stabilitas keamanan dan politik harus benar-benar dijaga dan tetap dipertahankan.

Gatot Nurmantyo : TNI - Polri Kompak untuk Keutuhan NKRI

20 November 2017 | 11:15 WIB

Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa keberhasilan pembebasan sandera di Papua adalah bentuk dari kerja sama TNI dan Polri, maka kekompakan dan kebersamaan TNI dan Polri sangat strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan dilihat dunia sebagai sesuatu yang sangat luar biasa.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber