Hukum

Jaksa dan Terdakwa Tidak Hadir Sidang, Melpa : " Ya Ini Aneh"

Purnama | Jumat, 20 Oktober 2017 13:42 WIB | PRINT BERITA

ist

JAKARTA, WB - Sidang lanjutan kasus pemalsuan akta buku nikah dan penggelapan aset kekayaan milik  alm. Kombes Pol. (Purn) Agus Maulana Kasiman, kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (19/10/2017).


Sayangnya, sidang perdana perkara dengan No 1056/pid.b/2017/pn itu tidak berlangsung lama. Pasalnya Jaksa Penuntut Umum (JPU), Yan Erwina maupun terdakwa, Sarah Susanti tidak hadir dalam persidangan. Kejadian itu membuat pihak penggugat, Melpa Tambunan kecewa.   


"Ya aneh, kata Panitera, Jaksa tadi sudah hadir, dan terdakwa juga hadir. Ada apa koq tiba-tiba menghilang (saat akan sidang)," kata Melpa di Pengadilan Jakarta Selatan, Kamis (19/10/2017).



Melpa sangat menyayangkan ketidakhadiran Jaksa dalam sidang perkaranya, ia melihat tidak ada ketegasan dari aparat JPU dalam mengungkap kasusnya, dan seolah sengaja membiarkan terdakwa bebas mangkir dari sidang.
 


Ditempat terpisah, Panitera pengganti, Matius B. Situru, SH membenarkan, jika sidang mengalami penundaan dikarenakan ketidak hadiran Jaksa dan terdakwa. Alhasil sidang akan kembali digelar satu pekan kedepan.


"Tadi sudah ditunggu di ruang sidang, dan tidak hadir. Apa yang akan disidang, kalau tidak ada yang hadir", ujarnya.



Seperti marak diwartakan sebelumnya, kasus pemalsuan Akta Nikah dan penggelapan aset alm. Kombes Pol. (Purn) Agus Maulana ini bermula saat adanya seorang wanita bernama Sarah Susanti yang mengaku sebagai istri dari alm. Kombes Pol. Agus Maulana. Berbekal Akta Nikah palsu dan Kartu Keluarga palsu, Sarah kemudian menguasai dan menjual aset milik  Mantan Kaden PJR MAbes Polri tersebut.



Perbuatan Sarah baru diketahui saat istri sah alm. Agus, Melpa Tambunan, hendak mengurus warisan/ harta bersama. Saat itu diketahui beberapa dokumen kepemilikan tanah, bangunan dan kendaraan milik alm. Agus berada dalam penguasaan Sarah, bahkan beberapa sudah diperjual belikan.


Melpa pun melakukan pengecekan status Sarah. Dan akhirnya diketahui, Akta Nikah atas nama Agus Maulana dengan Sarah Susanti tidak terdaftar di KUA Serang Baru yang sebelumny diketahui dari daerah tersebut. Akhirnya Melpa melaporkan Sarah ke Bareskrimum Polda Metro Jaya (PMJ). Namun dalam perjalanan kasus tersebut, tiba-tiba Direskrimum PMJ (saat itu Krisna Murti) menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), dengan alasan tidak cukup bukti. Padahal, Melpa dan Tim Kuasa Hukumnya telah menyertakan bukti-bukti kuat.


Atas kejanggalan SP3 yang dikeluarkan itu, Melpa mengajukan pra peradilan di PN Jakarta Selatan. Dan dalam keputusannya, Hakim PN Jakarta Selatan menyatakan, SP3 tidak sah, dan memerintahkan aparat penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk melanjutkan penyidikan.[]










EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

KPK : Yang Bantu Halangi Penyidikan Setnov Penjara Hukumnya

17 November 2017 | 10:02 WIB

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah memastikan sudah menyiapkan pasal hukum untuk menjerat pihak lain yang dianggap menghalangi penyidikan terhadap Ketua DPR,  Setya Novanto.

Diduga Geger Otak, Setnov Ditangani Empat Dokter Ahli

17 November 2017 | 10:16 WIB

Ketua DPR - RI, Setya Novanto mengalami kecelakaan dan dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Barat, Kamis malam (16/11/2017).

Alasan Imunitas, Bareskrim Stop Kasus Viktor Laiskodat

22 November 2017 | 10:51 WIB

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Herry Rudolf Nahak mengatakan, Bareskrim tidak melanjutkan kasus ujaran kebencian dengan terlapor yakni Ketua Fraksi Partai Nasdem di DPR, Viktor Laiskodat.

KPK Ultimatum RS yang Hambat Penyidikan Novanto

18 November 2017 | 10:24 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), telah mengultimatum pihak rumah sakit tempat Ketua DPR RI, Setya Novanto dirawat di kawasan Permata Hijau, Jakarta Barat.

Mobilnya Nabrak Tiang Listrik, Setya Novanto Pingsan

16 November 2017 | 21:51 WIB

Beberapa saat sebelum masuk Daftar Pencarian Orang (DPO),  Ketua DPR RI Setya Novanto lolos dari penjemputan paksa oleh KPK mengalami kecelakaan. Toyota Fortuner berplat nomor B 1732 ZLO yang ditumpanginya menabrak tiang listrik di kawasan Permata Hijau pada Kamis (16/11/2017) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber