dunia

Amerika Bongkar Dokumen Rahasia Pembunuhan Kennedy

Edward WA | Jumat, 27 Oktober 2017 10:12 WIB | PRINT BERITA

ist

 

WARTABUANA - Presiden AS Donald Trump memerintahkan membuka 2.800 dokumen rahasia dibalik kasus pembunuhan Presiden John F Kennedy. Namun, Trump tetap `menyembunyikan` dokumen rahasia lainnya demi keamanan negaranya.

 

Seperti diketahui, teori konspirasi telah berputar sejak Presiden Kennedy ditembak hingga tewas di Dallas, Texas, 54 tahun yang lalu. Pemerintah Amerika ingin adanya keterbukaan informasi.

 

Dalam sebuah memo yang mengarahkan kepala departemen eksekutif untuk merilis file tersebut, Trump mengatakan bahwa publik Amerika layak mendapat informasi lengkap tentang semua aspek dari peristiwa penting ini. "Karena itu, saya pesan hari ini bahwa tudung akhirnya diangkat," ujar Trump.

 

Beberapa dokumen tengah kembali ditinjau dengan jangka waktu enam bulan ke depan. Namun, kemungkinan catatan tersebut dapat tetap dirahasiakan setelah batas waktu 26 April tahun depan.

 

"Saya tidak punya pilihan, untuk menerima ketentuan tersebut daripada membiarkan kerugian yang berpotensi tidak dapat diperbaiki lagi terhadap keamanan Nation kami," tambah Trump.

 

Seperti diketahui, Presiden Kennedy ditembak mati pada 22 November 1963, saat ia melakukan perjalanan melalui Dallas dengan limusin terbuka. Gubernur Texas John Connally, yang duduk di depan presiden, terluka. Petugas polisi JD Tippit terbunuh tak lama kemudian.

 

Lee Harvey Oswald ditangkap dan didakwa atas pembunuhan Kennedy dan Tippit, namun dia menyangkal hal ini, dengan mengatakan bahwa dia hanya seorang suruhan. Pada tanggal 24 November, Oswald ditembak mati di ruang bawah tanah kantor polisi Dallas oleh Jack Ruby, seorang pemilik klub malam setempat.

 

Laporan Komisi Warren, yang diterbitkan pada bulan September 1964, mengatakan bahwa Lee Harvey Oswald telah melepaskan tembakan dari gedung Penyimpanan Buku Sekolah Texas. "Tidak ada bukti bahwa Lee Harvey Oswald atau Jack Ruby adalah bagian dari konspirasi, baik domestik maupun asing," kata komisi tersebut.

 

Investigasi 1979 oleh House Select Committee on Assassinations mengatakan bahwa ada probabilitas tinggi bahwa ada dua orang bersenjata.[]

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Insinyur Jepang ini Buat Robot Terbesar Dunia

11 Agustus 2018 | 16:02 WIB

Terinspirasi dari serial animasi `Mobile Suit Gundam` seorang insinyur asal Jepang bernama Masaaki Nagumo telah menciptakan ultimate robot terbesar. Dikembangkan di Sakakibara Kikai, pembuat mesin pertanian, robot ini dinamai LW-Mononofu.

Curhatan Ayah Putri Duke of Sussex Bikin Haru

13 Agustus 2018 | 14:27 WIB

Ayah Meghan Markle, Thomas Markle, mengatakan dia telah berbohong pada Pangeran Harry mengenai skandal foto palsu paparazzi. Ia juga mengaku menutup telepon ketika sang menantu bilang "Jika kamu mendengarkanku ini semua takkan terjadi."

Tolak Apple Erdogan Lebih Pilih Samsung

16 Agustus 2018 | 10:08 WIB

Ditengah ketegangan diplomatik dengan AS, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengaku akan memilih perangkat Samsung sebagai alternatif.

Warren Buffett Kuasai Mayoritas Saham Apple

16 Agustus 2018 | 14:21 WIB

Sahsatu orang terkaya dunia, Warren Buffett, terus menancapkan usaha bisnisnya. Lewat Warren Buffet Berkshire Hathaway Inc, telah membeli saham raksasa teknologi Apple Inc, pada kuartal kedua 2018.

Trump Larang Negaranya Pakai Produk ZTE dan Huawei

16 Agustus 2018 | 13:53 WIB

Presiden AS Donald Trump telah menandatangani The John S McCain National Defense Authorization (NDAA) sebagai landasan hukum, dimana pemerintah negara adidaya tersebut, kini secara resmi melarang penggunaan produk telekomunikasi dan perangkat keamanan dari perusahaan asal Cina, seperti Huawei dan ZTE.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber