dunia

Gegara Perubahan Iklim, 60 Ribu Petani India Bunuh Diri

Oktraz | Jumat, 03 Novermber 2017 10:11 WIB | PRINT BERITA

ist

INDIA, WB - Tahun 2100 diprediksi akan terjadi perubahan iklim ekstrim yang dampaknya bisa membunuh manusia. Namun sepertinya perubahan iklim ekstrim tidak perlu menunggu hingga tahun 2100.   


PAsalnya berdasarkan studi yang dilakukan oleh University of California, Berkeley, sekitar 60.000 petani di India telah bunuh diri akibat perubahan iklim.


Dalam studi yang dipublikasikan belum lama ini, dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS)tersebut, Tamma Carleton dari UC Berkeley membandingkan data selama lima dekade terakhir mengenai perubahan iklim dan kasus bunuh diri di India.


Dia menemukan adanya hubungan kuat antara variasi temperatur di negara tersebut dengan angka bunuh diri selama musim pertumbuhan. Bahkan, kenaikan 1 derajat celcius saja pada hari-hari pertumbuhan tanaman berkolerasi dengan peningkatan kasus bunuh diri sebanyak 67, dan kenaikan 5 derajat celcius diasosiasikan dengan tambahan 335 kematian akibat bunuh diri.


Sebaliknya, Carleton juga menemukan bahwa peningkatan curah hujan sebanyak satu sentimeter per tahun mengurangi angka bunuh diri sebanyak tujuh persen.


Secara total, Carleton memperkirakan bahwa sebanyak 59.300 kasus bunuh diri di bidang pertanian selama 30 tahun terakhir di India bisa dihubungkan dengan pemanasan global.



Kasus bunuh diri memang mewabah di India. Dilaporkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), India memiliki angka bunuh diri tertinggi di dunia. Pada tahun 2015 saja, sebanyak 133.623 orang di India memilih untuk mengakhiri hidupnya, dan hampir sepersepuluh dari mereka atau sekitar 12.000 orang adalah petani dan pekerja pertanian.


Namun beberapa alasan menjadi pemicu, termasuk kebangkrutan, hutang, dan masalah-masalah pertanian lainnya. Di dalam makalahnya, Carleton menulis bahwa peningkatan temperatur selama musim pertumbuhan mengurangi panen dan menambahkan tekanan ekonomi bagi para petani-petani India.[]








EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Ternyata Bukan Cuma Indonesia, Negara ini Juga Punya Kuntilanak

11 Januari 2018 | 13:12 WIB

Sebagai salah satu hantu yang ada di Indonesia, Kuntilanak masuk kategori setan yang bisa dibilang menyeramkan. Baju putih dengan rambut lurus panjang, Kuntilanak berdasarkan mitos kerap muncul ditempat sepi dan tidak berpenghuni.  

Negara Uni Afrika Mulai Kecam Trump

13 Januari 2018 | 09:43 WIB

Organisasi yang mewakili negara-negara Afrika (Uni Afrika), menuntut Presiden AS Donald Trump untuk meminta maaf setelah ia memberikan sebutan kasar untuk negara-negara di benua Afrika. Trump membuat pernyataan itu dalam sebuah pertemuan yang membahas masalah imigrasi beberapa waktu lalu.

Gunakan Tank Lapis Baja Ngerampok, Remaja ini Cuma Ambil Sebotol Anggur

11 Januari 2018 | 15:06 WIB

Gegara ingin mencuri sebotol anggur, seorang pria Rusia nekat membajak sebuah tank lapis baja, dan menabrakannya ke supermarket. Pria itu kemudian masuk ke supermarket dan mencuri sebotol anggur.

Bukan Cuma Amstrong, Orang-Orang ini Juga Pernah ke Bulan

16 Januari 2018 | 10:06 WIB

Sejauh ini masyarakat umum dunia hanya mengenal sosok Neil Armstrong, sebagai astronot pertama yang menginjakkan kaki di bulan, sehingga Namanya tercatat dalam sejarah dunia. Dan ternyata bukah hanya seorang Amstrong saja yang telah menelapakkan kakinya dibulan.

Mendagri Meksiko Mundur Mendadak

11 Januari 2018 | 10:26 WIB

Menteri Dalam Negeri Meksiko, Miguel Angel Osorio Chong, mengambil langkah tegas dengan mengundurkan diri dari jabatannya. Tidak jelas apa alasan di balik pengunduran dirinya tersebut. Padahal dia mengawasi tanggung jawab pemerintah termasuk keamanan, migrasi dan hak asasi manusi

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber