Hukum

Kasus Penyiraman Novel Baswedan Masih Suram

Edward WA | Rabu, 08 Novermber 2017 15:29 WIB | PRINT BERITA

ist

JAKARTA, WB - Lebih dari enam bulan, usai penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan. Namun hingga saat ini, hasilnya pun sama nihil. Seperti diketahui, polisi masih belum bisa mengantungi identitas penyerang Novel Baswedan.


Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto sendiri telah mengklaim, polisi telah berupaya maksimal mengungkap kasus penyiraman air keras tersebut.


"Kita tidak berhenti, tim sendiri bahkan melibatkan Polda Metro dan Mabes (Bareskrim) yang jumlahnya 150-an orang untuk kasus ini," kata Setyo di Mabes Polri, beberapa waktu lalu.


Namun, lanjut Setyo, fakta di lapangan berkata lain. CCTV dan saksi yang diperiksa masih belum bisa memberikan perkembangan signifikan dalam pengungkapan kasus penyerangan Novel.


"Segala macam informasi informasi yang didapat itu kita kumpulkan sedikit demi sedikit. Yang penting kita ingin mengungkap upaya-upaya guna mengungkap tetap dilaksanakan," kata Setyo Wasisto.


Kasus Novel saat ini berada dalam penanganan Polda Metro Jaya. Hingga kini bukti-bukti yang diperoleh polisi masih belum bisa menunjukkan titik terang. Meskipun, salah satu sketsa wajah terduga pelaku telah dibuat. Sedangkan satu sketsa lainnya masih dalam tahap penyelesaian. Polri bahkan sempat meminta bantuan kepolisian Australia, namun hasilnya tetap sama.


Seperti disampaikan, Peenyidik senior KPK, Novel Baswedan mengalami penyerangan berupa penyiraman air keras berjenis Asam Sulfat atau H2SO4 pada Selasa (11/4). Sampai saat ini, pria yang menangani kasus megakorupsi KTP-El itu masih menjalani perawatan intensif di Singapura untuk menyembuhkan penglihatannya imbas penyerangan itu.[]







EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

KPK : Yang Bantu Halangi Penyidikan Setnov Penjara Hukumnya

17 November 2017 | 10:02 WIB

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah memastikan sudah menyiapkan pasal hukum untuk menjerat pihak lain yang dianggap menghalangi penyidikan terhadap Ketua DPR,  Setya Novanto.

Diduga Geger Otak, Setnov Ditangani Empat Dokter Ahli

17 November 2017 | 10:16 WIB

Ketua DPR - RI, Setya Novanto mengalami kecelakaan dan dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Barat, Kamis malam (16/11/2017).

KPK Ultimatum RS yang Hambat Penyidikan Novanto

18 November 2017 | 10:24 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), telah mengultimatum pihak rumah sakit tempat Ketua DPR RI, Setya Novanto dirawat di kawasan Permata Hijau, Jakarta Barat.

Mahfud MD : Sudah Tersangka Lagi, Segera Limpahkan Pengadilan

13 November 2017 | 12:06 WIB


Ketua Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara Mahfud MD menyarankan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera melimpahkan berkas perkara Setya Novanto ke pengadilan.

Mobilnya Nabrak Tiang Listrik, Setya Novanto Pingsan

16 November 2017 | 21:51 WIB

Beberapa saat sebelum masuk Daftar Pencarian Orang (DPO),  Ketua DPR RI Setya Novanto lolos dari penjemputan paksa oleh KPK mengalami kecelakaan. Toyota Fortuner berplat nomor B 1732 ZLO yang ditumpanginya menabrak tiang listrik di kawasan Permata Hijau pada Kamis (16/11/2017) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber