ekonomi

20 Tahun Lagi Industri Mobil Diprediksi Gulung Tikar

Nana Sumarna | Kamis, 09 Novermber 2017 13:46 WIB | PRINT BERITA

ist

NEW YORK, WB - Mantan Wakil Pimpinan General Motors (GM), Bob Lutz, memiliki prediksi yang cukup menakutkan bagi dunia industri otomotif. Mantan orang nomor dua pabrikan asal Amerika Serikat ini mengklaim bahwa industri mobil akan mati dalam 20 tahun mendatang.


Mobil konvensional kata Bob saat ini, akan musnah dalam beberapa dekade mendatang karena kedatangan modul standar yang sepenuhnya otonom.


"Industri otomotif berada pada kurva perubahan yang dipercepat. Selama ratusan tahun, kuda sebagai penggerak utama manusia, dan selama 120 tahun terakhir ini adalah mobil, " jelas Lutz.


"Sekarang kita mendekati akhir jalur untuk automobile, karena perjalanan akan memasuki modul standar," tambahnya.


Terlebih, dalam 15 sampai 20 tahun ke depan, kendaraan yang dioperasikan manusia bakal dibuat ilegal. Sebagai gantinya, masyarakat akan memilih untuk menggunakan modul otonom yang dioperasikan oleh perusahaan transportasi, seperti Uber dan Lyft.


Pandangan buruk tentang industri mobil konvensional tidak berhenti sampai di situ, karena Lutz juga percaya jika pembuat mobil konvensional akan berhenti dalam beberapa dekade, dan tidak ada lagi permintaan kendaraan.[]









EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Musim Panas ini Buwas Jamin Stok Beras Aman

13 Juli 2018 | 09:47 WIB

Memasuki musim panas, Direktur Utama Bulog, Budi Waseso (Buwas) menjamin stok beras dimusim kemarau akan aman. Bahkan ia menjamin beras masih tersedia hingga akhir tahun.

Akhirnya Indonesia Akuisisi Saham Freeport

12 Juli 2018 | 18:31 WIB

Pemerintah Indonesia melalui holding BUMN pertambangan, PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum), resmi mengakuisisi 51 persen saham PT Freeport Indonesia (FI). Hal itu ditandai dengan ditandatanganinya Head of Agreement (HoA) antara PT Inalum (Persero) dengan Freeport McMoran selaku induk dari PTFI pada hari ini, Kamis (12/7/2018).

Rupiah Kembali Melempem

12 Juli 2018 | 11:29 WIB

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi bergerak melemah 56 poin menjadi Rp 14.441 dibanding posisi sebelumnya Rp 14.385 per dolar AS.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber