Hukum

Setnov : Saya Belum Pikirkan Praperadilan

Ibra Maulana | Senin, 13 Novermber 2017 09:31 WIB | PRINT BERITA

ist

JAKARTA, WB - Setelah ditetapkan kembali sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ketua DPR Setya Novanto, berkomentar bahwa semua permasalahan dirinya diserahkan pada mekanisme hukum.


Politisi yang kerap disapa Setnov ini kembali tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP berbasis elektronik (KTP-el).


"Kalau masalah hukum saya serahkan semuanya pada mekanisme hukum dan mudah mudahan semuanya berjalan dan saya tentu tetap menghormati, " kata Setnov belum lama ini.


Ia melanjutkan, meski berstatus tersangka juga, Novanto tetap berusaha optimal menjalankan tugasnya baik sebagai pimpinan DPR maupun di kepengurusan Partai Golkar. Ia menegaskan, hal-hal yang menyangkut kasus hukumnya sudah diserahkan pada tim kuasa hukum.


Saat ini ia belum memikirkan apakah akan mengajukan praperadilan kembali atas penetapan tersangka KPk. Menurut Novanto, ia dan tim kuasa hukumnya akan terlebih dahulu mempelajari penetapan status tersangka tersebut.


"Saat ini saya belum memikirkan praperadilan, surat saja baru saya terima baru saya pelajari. Apa yang menjadikan keputusan tentu yang tahu adalah penasihat hukum saya yang mengerti," katanya.


Begitu pun saat ditanyai terkait soal kehadiran Setnov dalam pemanggilan KPK. Sebab sebelumnya, di beberapa kali panggilan oleh KPK, dirinya selalu mampir dengan berbagai alasan.


"Kita lagi kaji semua yang berkaitan dengan masalah masalah hukum, " lanjut Setnov.


Seperti diwartakan sebelumnya,  dimana KPK kembali menetapkan Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan KTP-el. Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah pimpinan dan penyidik mempelajari secara seksama putusan praperadilan yang telah diputus Hakim Tunggal PN Jakarta Selatan Cepi Iskandar pada (29/9).

Dari situ, KPK melakukan penyelidikan baru untuk pengembangan perkara KTP-el melalui proses penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah pihak dan mengumpulkan bukti yang relevan.[]








EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

KPK : Yang Bantu Halangi Penyidikan Setnov Penjara Hukumnya

17 November 2017 | 10:02 WIB

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah memastikan sudah menyiapkan pasal hukum untuk menjerat pihak lain yang dianggap menghalangi penyidikan terhadap Ketua DPR,  Setya Novanto.

Diduga Geger Otak, Setnov Ditangani Empat Dokter Ahli

17 November 2017 | 10:16 WIB

Ketua DPR - RI, Setya Novanto mengalami kecelakaan dan dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Barat, Kamis malam (16/11/2017).

KPK Ultimatum RS yang Hambat Penyidikan Novanto

18 November 2017 | 10:24 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), telah mengultimatum pihak rumah sakit tempat Ketua DPR RI, Setya Novanto dirawat di kawasan Permata Hijau, Jakarta Barat.

Mahfud MD : Sudah Tersangka Lagi, Segera Limpahkan Pengadilan

13 November 2017 | 12:06 WIB


Ketua Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara Mahfud MD menyarankan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera melimpahkan berkas perkara Setya Novanto ke pengadilan.

Mobilnya Nabrak Tiang Listrik, Setya Novanto Pingsan

16 November 2017 | 21:51 WIB

Beberapa saat sebelum masuk Daftar Pencarian Orang (DPO),  Ketua DPR RI Setya Novanto lolos dari penjemputan paksa oleh KPK mengalami kecelakaan. Toyota Fortuner berplat nomor B 1732 ZLO yang ditumpanginya menabrak tiang listrik di kawasan Permata Hijau pada Kamis (16/11/2017) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber