dunia

Yaman Terancam Kelaparan Terbesar dalam Sejarah

Purnama | Senin, 13 Novermber 2017 17:00 WIB | PRINT BERITA

ist


YAMAN,  WB -  Jika pengiriman bantuan tidak dilanjutkan, maka dipastikan bahwa Yaman akan menghadapi kelaparan terbesar di dunia dalam beberapa dekade dengan jutaan korban.


Mark Lowcock, sekjen PBB untuk urusan kemanusiaan, mendesak koalisi pimpinan-Saudi untuk mencabut blokade negara yang dilanda konflik tersebut. Koalisi menutup udara, darat dan laut ke Yaman setelah pemberontak Houthi menembakkan rudal ke Riyadh.


Hulu ledak balistik dicegat di dekat ibu kota Saudi. Arab Saudi mengatakan blokade itu diperlukan untuk menghentikan pengiriman senjata ke pemberontak kepada Iran. Iran membantah mempersenjatai pemberontak, yang telah melawan koalisi pimpinan-Arab sejak tahun 2015.


Lowcock berbicara setelah memberikan briefing pada Dewan Keamanan PBB mengenai masalah ini.


"Saya telah mengatakan kepada dewan bahwa kecuali jika tindakan tersebut dicabut, akan ada kelaparan di Yaman, ini akan menjadi bencana kelaparan terbesar selama beberapa dekade dengan jutaan korban." kata Lowcock dilansir dari BBC beberapa waktu lalu.


Awal pekan ini, PBB dan Palang Merah memperingatkan bahwa situasi bencana mengancam jutaan orang Yaman yang bergantung pada pengiriman bantuan yang menyelamatkan nyawa. Palang Merah mengatakan pengiriman tablet klorin, yang penting untuk memerangi epidemi kolera yang telah mempengaruhi lebih dari 900 ribu orang, telah diblokir.


PBB mengatakan tujuh juta orang Yaman berada di ambang kelaparan. Negara ini bergantung pada impor untuk hampir semua kebutuhan warga sipil untuk bertahan hidup, tapi sekarang makanan, bahan bakar atau obat-obatan tidak dapat masuk.[]







EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Jenazah Kofi Annan Tiba di Ghana

12 September 2018 | 10:37 WIB

Jenazah mantan Sekretaris Jenderal PBB, Kofi Annan, mendapat sambutan seorang pahlawan ketika mendarat di Bandara Internasional Kotoka di Ibu Kota Ghana, Senin 10 September 2018.

 

Ganti Logo, Pengguna Snapchat Malah Berkurang 3 Juta Orang

13 September 2018 | 14:12 WIB

Snap Inc mengonfirmasi bahwa pengguna aktif harian Snapchat terus berkurang, dan mencapai 3 juta, dari 191 juta orang ke 188 juta orang, akibat perubahan desain.

Rusia Ingin Ajukan Perdamaian Resmi dengan Jepang

13 September 2018 | 16:30 WIB

Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan ingin menandatangani perjanjian perdamaian resmi dengan Jepang untuk mengakhiri permusuhan Perang Dunia II, menjelang akhir tahun tanpa syarat.

Penghargaan Aung San Suu Kyi Banyak Dicabut

13 September 2018 | 10:37 WIB

Pemerintah kota Aberdeen, Skotlandia, memutuskan untuk membongkar kembali tanda penghargaan bagi Aung San Suu Kyi. Hal itu mengacu derasnya kecaman bahwa ia "membisu" soal kekejaman terhadap warga minoritas Muslim Rohingya di Myanmar.

Kepala Bulat dan Tembus Pandang, Peneliti Temukan Ikan Spesies Baru

15 September 2018 | 08:21 WIB

Belum lama ini, ilmuwan menemukan Tiga spesies ikan baru. Ikan tersebut untuk sementara diberi nama Pink, Purple, dan Blue, sesuai warnanya. Ketiganya ditemukan di dasar salah satu bagian terdalam Samudera Pasifik.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber