curhat sehat

CEO ini Masih Jomblo, Ini Cara Jitunya Dapatkan Jodoh

Oktraz | Selasa, 14 Novermber 2017 15:20 WIB | PRINT BERITA

ist


WARTABUANA - Pengusaha dan CEO asal California, Joe Cohen punya cara unik untuk bisa menemukan jodohnya. Bos dari perusahaan startup SelfHacked ini menawarkan hadiah US$ 10 ribu atau Rp 135 juta bagi siapapun yang sukses menjodohkannya dengan wanita idaman.


Dia juga menawarkan US$ 2.000 bagi orang yang bisa mengenalkannya dengan orang lain yang bisa membawanya bertemu dengan sang pujaan hatinya.

Image result for Joe Cohen

Iklan sayembara ini ditulis Cohen di blogpribadi miliknya. Seperti dilaporkan Odditycentral, Selasa (14/11/2017), meski hadiah dari sayembara itu sangat menggiurkan Cohen memiliki sederet syarat yang harus dipenuhi. Mulai dari kriteria pasangan hidup yang ia cari hingga berapa lama ia harus berpacaran dengan sang wanita.


Menurut Cohen, ia harus bisa menjalin hubungan dengan sang wanita selama 4 bulan terlebih dahulu sebelum hubungan itu dikatakan sukses. Ternyata, 4 bulan merupakan waktu yang ia butuhkan untuk mengenal seseorang. Apakah wanita yang dikencaninya tersebut benar-benar peduli padanya atau hanya ingin mencari uangnya saja.


Syarat wanita yang ia idamkan adalah mereka yang memiliki tingkat neurotisme yang rendah, cerdas dan berpikiran terbuka. Cohen juga lebih tertarik pada mereka yang beragama Yahudi.


Jika sang wanita tidak berdomisili di California, ia harus rela pindah bersama Cohen. Pria 30 tahun ini bersedia membayar tiket pesawat hingga membayar biaya hidupnya.


Dalam tulisan di blognya, Cohen juga mengungkap persayaratan fisik wanita idealnya. Ia suka pada mereka yang belum punya anak, memiliki tinggi badan 175 cm dan berusia antara 20-30 tahun. Cohen mengalami kesulitan bertemu wanita dalam kehidupan karena dia baru tinggal California bagian Selatan dan tidak memiliki jaringan sosial yang solid.


"Jika Anda bertanya-tanya, kebanyakan wanita bertemu dengan pria melalui lingkaran sosial, sekolah, atau pekerjaan. Masalahnya, seperti yang saya sebutkan, lingkaran sosial saya di California selatan terbatas, saya tidak bersekolah, dan bukan hal yang etis juga untuk berpacaran dengan karyawan Anda, "tulisnya.[]









EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber