nasional

Panglima TNI : Media Online Pengaruhi Tata Kehidupan

Anggi SS | Rabu, 15 Novermber 2017 07:10 WIB | PRINT BERITA

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo /ist

 

JAKARTA, WB -  Pengaruh media sosial sangat luas dalam kehidupan baik individu, keluarga, kelompok bahkan mampu mengubah tata kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu diharapkan masyarakat Indonesia harus cerdas dalam menyikapi informasi di media sosial dan berita yang berkembang.

 

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat menjadi Keynote Speaker  dengan tema “Ketahanan NKRI di Era Digital” pada salah satu media online, bertempat di Auditorium Kuningan City, Jakarta Selatan, Selasa (14/11/2017).

 

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, negara Indonesia memiliki bonus demografi dengan jumlah penduduk yang banyak dan usia produktif yang tinggi. Bonus ini harus dapat dimanfaatkan dan dikelola secara tepat dihadapkan dengan kemajuan teknologi saat ini.

 

“Banyak jenis pekerjaan yang menggunakan kecanggihan teknologi sehingga minim akan tenaga kerja. Seperti halnya bidang media yang cenderung menggunakan gadget melalui media online. Sehingga kondisi ini dapat mempengaruhi tatanan kehidupan yang ada saat ini,” ujarnya.

 

Panglima TNI menyampaikan agar peran media dan awak media turut serta bersama memonitor dan mengecek kebenaran berita yang beredar. Langkah utama yang perlu dilakukan oleh setiap orang yaitu bila menerima informasi berita agar mengecek kebenaran informasi tersebut. “Jangan mudah percaya sebelum yakin itu benar,” tuturnya.

 

Menanggapi pertanyaan wartawan tentang peran akun medsos TNI di era sekarang kini, Panglima TNI mengatakan bahwa era kekinian berada pada era digital, TNI perlu turut menyelami kondisi saat ini.

 

Selain itu juga media online dan media sosial sebagai wahana bagi TNI untuk melaporkan tugas pengabdian TNI kepada masyarakat. “Dengan demikian masyarakat langsung mengetahui apa yang sudah dilakukan dan dapat memberikan masukkan kepada TNI,” ucapnya.

 

Lebih lanjut menanggapi pertanyaan wartawan tentang pentingnya kurikulum terkait media dan jurnalistik dalam pendidikan militer, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa setiap prajurit dibekali kemampuan seperti wartawan yaitu deteksi dini, temu cepat dan lapor cepat.

 

Berita yang didapat segera dilaporkan kepada atasannya atau satuan terkait dengan meyakini terlebih dahulu kebenarannya. “Hal ini sudah ditanamkan sejak awal dalam berbagai jenjang pendidikan militer,” katanya.

 

Kegiatan tersebut, bertujuan untuk membekali para wartawan muda yang terpilih sebagai wartawan Kumparan agar memiliki jiwa nasionalisme, profesional dan tangguh dalam mencari dan menyampaikan berita secara cepat, tepat dan akurat. []

 

 

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Mutasi TNI, Letjen Andika Perkasa Jabat Pangkostrad

14 Juli 2018 | 14:12 WIB

Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklatad), Letjen TNI Andika Perkasa dipromosikan menjabat sebagai Panglima Komando Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad), Letjen TNI Andika akan menggantikan Letjan Agus Kriswanto yang akan memasuki masa pensiun.

Empat Nama Mengerucut Dampingi Jokowi

10 Juli 2018 | 17:33 WIB

Maraknya bursa calon pendamping presiden petahana, Joko Widodo (Jokowi), Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby menjelaskan, setidaknya ada empat kategori asal nama calon wakil presiden untuk disandingkan dengan Jokowi.

Kemenpora Siapkan Bonus 250 Juta untuk Lalu Zohri

14 Juli 2018 | 13:12 WIB

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, akan memberikan bonus untuk juara dunia lari 100 meter U-20, Lalu Muhammad Zohri. Kemenpora akan mengguyur bonus pemuda asal Pulau Lombok itu sebesar Rp250 juta

Kejar Paket C, Nilai Ujian Menteri Susi Tertinggi di Ciamis

14 Juli 2018 | 11:36 WIB

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti akhirnya resmi lulus ujian kesetaraan paket C jurusan IPS. Nilai Susi menjadi yang tertinggi dalam periode ujian paket C yang diikutinya pada Mei lalu.

Info Soal SKM Bikin Resah, Ini Penjelasan BPOM

11 Juli 2018 | 09:26 WIB

Surat Edaran yang dikeluarkan oleh BPOM bernomor HK.06.5.51.511.05.18.2000 tahun 2018 tentang Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya telah membuat  masyarakat resah.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber