politik

Soal `Nyayian` 40 Miliar La Nyalla, Ini Penjelasan Gerindra

Amigo Hartono | Jumat, 12 Januari 2018 14:34 WIB | PRINT BERITA

ist

JAKARTA,WB - Wasekjen Partai Gerindra, Arief Poyuono, langsung memberikan klarifikasi terkait adanya permintaan Rp 40 miliar dalam surat tugas Gerindra pada dirinya.


Menurut Arief, tidak pernah ada permintaan sejumlah uang terhadap Ketua Kadin Jawa Timur (Jatim) tersebut. Dia juga menyayangkan pernyataan La Nyalla terkait akan keluar dari Gerindra.

"Saya mohon agar jangan keluar dari Gerindra dan tetap berjuang bersama di Gerindra karena Pilgub Jatim bukan segalanya untuk bisa membawa Indonesia menuju Indonesia yang maju. Kita punya tujuan yang lebih besar," kata Arief, Jumat (12/1/2018).


Adapun Arief menjelaskan sebenarnya dari awal Gerindra mengusung La Nyalla sebagai bakal cagub pada Pilgub Jatim. Ini terlihat dari  dizinkannya La Nyalla sebagai kader Gerindra untuk memasang fotonya bersama Prabowo di setiap pelosok Jatim.


Namun kata dia, sampai surat tugas itu berakhir, La Nyalla tidak berhasil mendapatkan partai koalisi dalam hal ini partai besutan Amien Rais atau PAN.


"Padahal setahu saya Pak Amien Rais itu mengusulkan La Nyalla juga namun Ketum PAN menolak mengusung Pak La Nyalla dengan alasan DPW PAN Jatim menolak," katanya.


Arief menambahkan, terkait uang Rp 40 miliar yang disebut La Nyalla diminta Gerindra, adalah untuk bayar saksi di TPS saat pencoblosan. Menurutnya, kalaupun itu benar adalah sangat wajar. karena pertama kemenangan calon kepala daerah dalam Pilgub itu kuncinya adalah kekuatan para saksi di TPS-TPS.


Sedangkan jumlah TPS yang 38 kabupaten/kota yaitu 68.511 TPS pada Pilgub Jatim 2018. Partai butuh tiga saksi untuk satu TPS nya.


"Kalau uang makan saksi sebesar 200 ribu per orang saja, maka dibutuhkan Rp 41 miliar," lanjutnya.


Ia menambahkan, belum lagi biaya saksi-saksi di tingkat PPS, PPK dan KPUD. Untuk dana pelatihan saksi sebelum pencoblosan yaitu sebesar rp 100 ribu per orang dan butuh tiga hari. Artinya masih dibutuhkan dana sebesar Rp 20,5 miliar. Kekurangan dana nantinya yang menanggung adalah kader Gerindra. Seperti pada Pilgub DKI Jakarta, tambah dia, seluruh kader Gerindra di Indonesia urunan untuk membantu Anies - Sandi.[]







EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Anies Dilarang Paspampres, Ini Tanggapan Istana

18 Februari 2018 | 19:34 WIB

Video Gubernur Jakarta Anies Baswedan yang dicegah oleh Paspampres saat akan ikut menyerahkan trofi juara Piala Presiden menjadi viral. Ini tanggapan Istana.

 

Megawati : Nomor Tiga Metal, Menang Total

18 Februari 2018 | 23:45 WIB

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendapat nomor urut tiga dalam proses pengundian yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Minggu (18/2/2018).  Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri memiliki filosifi tersendiri terkait nomor urut tiga.

PBB Tidak Lolos Verifikasi, Yusril Ancam Gugat KPU

19 Februari 2018 | 11:43 WIB

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menduga ada konspirasi menggagalkan partainya, PBB, untuk ikut pemilu legislatif 2019. Ia mengatakan, akan menggugat bahkan memidanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber