nasional

Tim Kesehatan TNI Masuk Kampung Pedam Distrik Okbibab

Ibra Maulana | Senin, 22 Januari 2018 08:20 WIB | PRINT BERITA

ist

 

JAKARTA, WB - Tim Satgas Kesehatan TNI Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sedang melaksanakan pengobatan wabah penyakit campak, difteri dan gizi buruk di Kabupaten Asmat mulai bergerak ke pedalaman Kampung Pedam Distrik Okbibab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Minggu (21/1/2018).

 

Tim Satgas Kesehatan TNI Kejadian Luar Biasa (KLB) terdiri dari 7 (tujuh) orang dokter spesialis yaitu spesialis anak, penyakit dalam, penyakit kulit dan obsgyn.

 

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah menyampaikan bahwa, bencana wabah penyakit yang terjadi di Kabupaten Asmat, Papua, ternyata terjadi juga di wilayah-wilayah Kabupaten lainnya yang ada di ujung timur wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

“Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., telah memerintahkan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit, untuk segera mengambil langkah-langkah secepat mungkin melalui pengiriman Satgas Kesehatan TNI dalam rangka menyelamatkan dan memberikan bantuan kepada warga di Distrik Okbibab,” ujar Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (21/1/2018).

 

Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah mengatakan bahwa informasi yang diterima dari satuan jajaran TNI di Kodam XVII/Cenderawasih, sudah ada sekitar 27 masyarakat terdiri dari 4 (empat) dewasa dan 23 balita di Kampung Pedam Distrik Okbibab terserang wabah penyakit difteri dan gizi buruk. 

 

“Saat ini, Tim Kesehatan TNI yang ada di Timika telah bertolak ke Distrik Okbibab untuk menanggulangi wabah tersebut,” ujarnya.

 

Lebih lanjut Kapuspen TNI menjelaskan bahwa pada tanggal tanggal 20 Januari 2018, tim pendahulu dari Korem 172/VWY berjumlah 12 orang, yang terdiri atas 3 (tiga) anggota Koramil dipimpin oleh Sertu Leo Kantu, 2 (dua) Dokter RSUD Kabupaten Pegunungan Bintang, 4 (empat) perawat dan 2 (dua) Ahli Gizi beserta Hubertus (Kabid P2PL/ Ketua Tim) telah berangkat menuju Distrik Okbibab menggunakan Pesawat Pilatus.

 

“Tim pendahulu sudah bergerak ke Distrik Okbibab, namun karena jarak, cuaca, medan dan juga signal yang sulit sehingga komunikasi tidak bisa lancar,” ucapnya.

 

Menurut Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah, tidaklah mudah menuju ke sasaran Kampung Pedam Distrik Okbibab, karena harus menggunakan Pesawat Kecil atau Heli dan berjalan kaki yang memerlukan waktu cukup lama.

 

“Medannya sangat sulit, jarak tempuh dari Oxibil (Ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang) ke Distrik Okbibab menggunakan Pesawat Pilatus sekitar 25 menit, sedangkan jarak tempuh dari Distrik Okbibab ke Kampung Pedam akan ditempuh selama sekitar satu hari jalan kaki,” jelasnya. []

 

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Kenalkan `Link` Singa Putih Koleksi Baru Taman Safari Indonesia

15 Februari 2018 | 14:16 WIB

Seekor Singa putih berkelamin jantan menjadi koleksi teranyar di Taman Safari Indonesia, Bogor.

Ternyata Pasukan Hacker Korut Diambil dari Warga Miskin

15 Februari 2018 | 15:32 WIB

Salah satu cara Korea Utara (Korut) untuk menambah pendapatan negaranya di tengah sanksi ekonomi yang terus menghimpit adalah dengan mencuri uang lewat peretasan komputer atau hacking.

Rizal: Pejabat Gak Mau Dikritik, Ya Jangan Jadi Pejabat

15 Februari 2018 | 13:07 WIB

Ekonom dan mantan Menteri Rizal Ramli,  mengkritisi sikap pejabat yang enggan dikritik sehingga perlu membuat aturan dalam perundang-undangan. Sebagai pihak yang pernah merasakan pemerintah masa Orde Baru, Rizal Ramli menegaskan sekarang bukan lagi zamannya pejabat antikritik.

Hari Peduli Sampah, Bakamla Sapu Bersih Sampah Pantai Tapal Kuda

13 Februari 2018 | 11:48 WIB

Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2018, Kantor Kamla Zona Maritim Timur bersama stakeholder ikut berpartisipasi membersihkan sampah di laut. Acara sendiri diselengarakan oleh Pemerintah Kota Ambon di Tapal Kuda, Air Salobar, Ambon.

Pengamat Sastra : Angkatan Puisi Esai 2018 Paling Heboh

16 Februari 2018 | 20:55 WIB

Kritikus sastra, Narudin Pituin berpendapat bahwa banyak angkatan puisi Indonesia yang telah lahir. Tapi lahirnyanya angkatan puisi esai di tahun 2018 ini adalah yang paling heboh sejak era kemerdekaan.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber