nasional

Panglima Apresiasi KRI Sigurot Tangkap Kapal Cina Pengangkut 1 Ton Shabu

Purnama | Senin, 12 Februari 2018 09:54 WIB | PRINT BERITA

ist

BATAM, WB - Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada TNI Angkatan Laut, khususnya prajurit KRI Sigurot 864 yang telah berhasil menangkap Kapal Sunrise Glory diSelat Philips, wilayah perairan Batam, Kepulauan Riau.


Dalam penangkapan tersebut, KRI Sigurot 864 berhasil menemukan 1 (satu) ton sabu didalamnya yang akan diselundupkan ke wilayah Indonesia.
 

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat mengunjungi para prajurit KRI Sigurot 864 TNI AL di Dermaga Pangkalan TNI AL (Lanal) Batam, Kepulauan Riau, Minggu (11/2/2018).
 

Menurut panglima, komandan kapal adalah perwira yang telah menunjukkan dedikasinya menjadi komandan kapal yang memiliki naluri bertempur di laut dengan baik.


"Teruslah berkarya para prajurit semuanya, kalian telah menjadi contoh untuk kita semuanya," katanya.
 

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga mengapresiasi sinergitas antara TNI AL, Polri, BNN dan Bea Cukai termasuk unsur-unsur terkait lainnya, yang telah berhasil menggagalkan penyelundupan  1 (satu) ton sabu di Kepulauan Riau.


"Semua instansi yang terlibat di dalam keberhasilan tersebut, telah menunjukkan kerja terbaik untuk bangsa Indonesia," ujarnya.
 

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menegaskan agar kerja sama TNI AL, Polri, BNN dan Bea Cukai agar terus ditingkatkan dan dipadukan demi keberhasilan pelaksanaan tugas.


"Saya menginginkan kerja sama yang erat terus ditingkatkan dan saya minta TNI AL terus melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait, utamanya Polri, BNN dan Bea Cukai," ujarnya.
 

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengungkapkan bahwa penangkapan Kapal Sunrise Glory di Selat Philips, wilayah perairan Batam, Kepulauan Riau tersebut sudah direncanakan sejak akhir bulan Desember 2017.


"Kapal tersebut berhasil ditangkap pada bulan Februari 2018, berikut barang bukti 1 (satu) ton sabu," ucapnya.
 

Lebih lanjut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menuturkan bahwa penggagalan penyelundupan 1 (satu) ton sabu ke wilayah Indonesia oleh jajaran TNI AL, Polri, BNN dan Bea Cukai merupakan prestasi bersama demi menyelamatkan generasi muda/generasi penerus bangsa.


"Kita sudah menyelamatkan kehancuran, yang tentunya akan melanda generasi masa depan kita," ujarnya.
 

Dihadapan awak media cetak dan elekronik, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh jajaran TNI AL, Polri, BNN dan Bea Cukai sudah sesuai dengan amanat Presiden RI Ir. H. Joko Widodo yang mengatakan bahwa kita sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) harus menindak tegas dan keras terhadap upaya-upaya untuk menghancurkan generasi penerus bangsa Indonesia.
 

"Saya perintahkan kepada TNI AL bekerjasama dengan stakeholder diantaranya Polri, BNN dan Bea Cukai untuk melaksanakan upaya-upaya menghalau dan menyergap terhadap aksi-aksi yang dilakukan oleh penyelundup dan pengedar narkoba,” tegas Panglima TNI.
 

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menerangkan bahwa jajaran TNI, Polri, BNN, Bea Cukai akan tetap melanjutkan operasi terhadap penyelundupan maupun pengedar narkoba. "Kita akan lakukan tindakan tegas dan keras atas apa yang telah mereka lakukan dengan menyelundupkan narkoba," katanya.[]







EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Penyerangan Ulama Marak, DPR : Aparat Harus Gerak Cepat

20 Februari 2018 | 13:19 WIB

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mengutuk keras atas maraknya kasus penyerangan terhadap ulama. Yang terbaru, pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah Karangasem, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, KH Hakam Mubarok diserang oleh pria yang diduga sakit jiwa di Masjid Al Manar, jelang shalat Zuhur.

Hayono Isman : Demokratisasi Kita Telah Dimanipulasi

21 Februari 2018 | 06:25 WIB

Perlu upaya kolektif untuk memperkokoh budaya dan memelihara struktur nilai-nilai social agar tidak tereliminasi oleh budaya reformasi yang tak sejalan dengan nilai dan tatanan bangsa Indonesia.

Ternyata Jakarta Bukan Kota Termacet di Asia Tenggara

20 Februari 2018 | 12:11 WIB

Kota-kota besar di Asia Tenggara, memang identik dengan yang namanya kemacetan. Sebut saja Indonesia, Thailand, Vietnam bahkan negara sekelas Malaysia pun kerap dilanda kemacetan.

Panglima Komit Jaga Toleransi Antar Umat

22 Februari 2018 | 13:09 WIB

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, menerima audiensi Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo beserta perwakilan panitia Pemberkatan Gereja Katolik Bunda Maria Fatima, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu  (21/2/2018).

Buwas Minta Pemprov DKI Tutup 36 Diskotek

23 Februari 2018 | 14:02 WIB

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso (Buwas) meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menutup 36 diskotek berada di Jakarta. Pasalnya 36 diskotek tersebut, terindikasi sebagai tempat peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba).

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber