nasional

Ternyata Pasukan Hacker Korut Diambil dari Warga Miskin

Oktraz | Kamis, 15 Februari 2018 15:32 WIB | PRINT BERITA

ist

PYONGYANG,  WB - Salah satu cara Korea Utara (Korut) untuk menambah pendapatan negaranya di tengah sanksi ekonomi yang terus menghimpit adalah dengan mencuri uang lewat peretasan komputer atau hacking.


Negara pimpinan Kim Jong Un itu dikabarkan banyak memiliki pasukan hacker yang sengaja dilatih untuk menyerang berbagai situs dan perusahaan.


Tapi tak banyak orang yang tahu darimana pasukan hacker ini berasal. Dilansir Fastcompany.com, Rabu (14/2/2018), pasukan hacker ini ternyata berasal dari wilayah terpencil di Korea Utara yang sebagian besar penduduknya adalah orang miskin.


Penduduk miskin ini sengaja dikumpulkan dan dikirim ke China untuk berlatih. Laporan yang dirilis New York Time mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir Pyongyang telah mengirim 1.700 orang hacker bersama dengan 5.000 staf pembantu. Mereka dirumahkan dalam satu pemukiman terpusat dengan akses internet super kencang sehingga penggunaannya bisa dilakukan secara anonim.


Kerugian yang disebabkan dari pasukan hacker Korut ini cukup masif. Ada beberapa pencurian mata uang digital yang dicurigai dilakukan oleh pasukan tersebut. Termasuk pembobolan mata uang digital di situs cryptocurrency asal Jepang Coincheck senilai US$ 523 juta.


Bukan hanya uang, hacker Korea Utara juga mencuri berbagai dokumen militer Korea Selatan. Rhee Cheol-Hee, anggota parlemen Korea Selatan, adalah orang yang mengungkapkan temuan itu. Dia mengatakan, informasi pencurian data rahasia oleh peretas atau hacker Korea Utara berasal dari Kementerian Pertahanan Korsel.


Dokumen rahasia tersebut mencakup rencana kontinjensi perang yang disusun oleh AS dan Korea Selatan. Sejumlah pakar keamanan siber bahkan meyakini kemampuan para peretas Korut sudah mencapai tahap yang sangat merusak.[]






EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Dihantam Ombak, KM Sinar Bangun Tenggelam di Danau Toba

18 Juni 2018 | 23:30 WIB

Dugaan sementara penyebab Kapal Motor Sinar Bangun  tenggelam di Perairan Danau Toba, Sumatera Utara pada Senin (18/6/2018) petang karena tali kemudi kapal putus dan hantaman ombak besar.

Penumpang KM Sinar Bangun yang Tenggelam Diperkirakan Berjumlah 206 Orang

21 Juni 2018 | 11:57 WIB

Tim gabungan mencatat jumlah penumpang sementara KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba,adalah sebanyak 206 orang.

Ijazah Palsu Marak di Pilkada, Pengamat : KPU Harus Diskualifikasi Calon

22 Juni 2018 | 16:08 WIB

Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis mengatakan, seharusnya Bawaslu segera mengambil sikap dengan memberikan rekomendasi kepada KPU di daerah untuk mendiskualifikasi calon kepala daerah yang menggunakan ijazah bermasalah alias palsu.

Fokus Cari Penumpang Tenggelam, Pelabuhan Simanindo Ditutup

19 Juni 2018 | 07:19 WIB

Paska tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun, Senin (18/6/2018) petang, Pelabuhan Simanindo ditutup hari ini, Selasa (19/6/2018). Kapal berisi puluhan penumpang itu tenggelam di Perairan Danau Toba, saat berlayar dari Dermaga Tigaras menuju Pelabuhan Simanindo.

Densus Amankan 4 Terduga Teroris di Cimahi

20 Juni 2018 | 14:04 WIB

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Syahar Diantono, menjelaskan, total terdapat empat terduga teroris yang diamankan oleh Densus 88 Antiteror pada Selasa (20/6/2018) di daerah Cimahi, Jawa Barat.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber