hidup sehat

Wanita Menyusui Bisa Cegah Kanker Ovarium dan Jantung

Oktraz | Kamis, 01 Maret 2018 20:43 WIB | PRINT BERITA

ist

INGGRIS, WB - Sebuah penilitan yang dikutip dari independent.co.uk, Kamis (01/03/2018), terungkap bahwa menyusui dapat mengurangi risiko seorang ibu terkena kanker ovarium, dan kesehatan jantung lebih baik.


Penelitian sebelumnya menunjukkan Air Susu Ibu (ASI) sangat baik bagi kesehatan ibu dan anak. Para periset di American college of cardiology menemukan, wanita yang menyusui bayinya setidaknya selama enam bulan dapat memperoleh manfaat dari kesehatan kardiovaskular yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah menyusui bayinya.


Namun, manfaatnya hanya terlihat pada ibu yang memiliki tekanan darah normal selama kehamilan. Mereka yang menderita tekanan darah tinggi saat hamil tidak melihat adanya perbaikan yang berarti.


Menyajikan temuan mereka di American Scientific`s 67 Tahunan Scientific Session, ini adalah studi pertama yang menilai bagaimana menyusui mempengaruhi kesehatan jantung bertahun-tahun setelah wanita memiliki anak.


"Studi ini menambah bukti bahwa menyusui penting tidak hanya untuk bayi tapi untuk ibu," kata pemimpin penulis Malamo Countouris, rekan kardiologi di University of Pittsburgh.


Countouris dan timnya merekrut 678 peserta wanita untuk penelitian antara tahun 1998 dan 2004, yang semuanya hamil saat itu. Kesehatan mereka dinilai dalam sebuah janji tindak lanjut, yang berlangsung untuk setiap peserta rata-rata 11 tahun kemudian, di mana para peneliti mengukur kadar kolesterol dan tekanan darah mereka selain untuk memeriksa ketebalan arteri karotid mereka, yang memasok darah ke kepala dan leher.

Mereka yang menyusui selama enam bulan atau lebih, mereka yang menyusui kurang dari enam bulan dan mereka yang tidak menyusui sama sekali selama kehamilan mereka. Mereka yang memiliki tekanan darah normal saat hamil dan menyusui selama enam bulan atau lebih lama memiliki tingkat kolesterol HDL yang lebih tinggi dan ketebalan arteri karotid yang lebih sehat dibandingkan dengan mereka yang tidak menyusui bayinya.


"Meneliti bagaimana kehamilan dapat meningkat atau mungkin mengurangi beberapa risiko itu dapat memberi kita wawasan tentang presentasi unik dan pengembangan risiko penyakit jantung pada wanita," tandasnya.[]





EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Waspada, Ini Akibat Jika Kita Sering Minum Air Hangat

21 Juni 2018 | 16:11 WIB

Jika kita sedang ngopi ataupun minum teh, tentunya enaknya diminum dengan hangat-hangatnya. Namun berdasarkan informasi yang beredar, minum air hangat dalam porsi berlebih, ternyata mempunyai efek tidak baik bagi kesehatan.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber