dunia

5 Juta Pengguna Android Diduga Terinstal Malware

Ibra Maulana | Selasa, 27 Maret 2018 13:21 WIB | PRINT BERITA

ist

WARTABUANA - Berdasarkan laporan yang dipublikasikan oleh perusahaan keamanan digital Check Point Research, menyimpulkan bahwa, hampir 5 juta pengguna smartphone Android diduga terinstal malware bernama Rottensys sejak dalam pabrikan.


"Check Point Mobile Security Team telah menemukan malware yang menyerang setidaknya 5 juta pengguna Android untuk mendapatkan keuntungan iklan dengan cara curang. Mereka menamakannya sebagai RottenSys karena sampel yang kami temui awalnya disamarkan sebagai layanan sistem Wi-Fi," demikian tertulis dalam analisis Check Point sebagaimana dikutip dari Techworm, Selasa (27/3/2018).


Beberapa merek Android yang diduga terinfeksi malware ini antara lain termasuk pabrikan terkemuka seperti Samsung, Xiaomi, Honor, Oppo, Vivo, Huawei, dan Gionee.


Berbagai perangkat yang terinfeksi ini diduga telah didistribusikan oleh distributor smartphone pihak luar bernama Tian Pai yang berada di Hangzhou, Tiongkok.


Berdasarkan keterangan Check Point Mobile Security Team yang menemukan malware tersebut di ponsel Xiaomi Redmi, RottenSys merupakan malware tingkat tinggi yang menyamarkan dirinya sebagai peranti untuk membantu mengatur koneksi Wi-Fi.



Kendati begitu, alih-alih mengamankan layanan Wi-Fi pada pengguna, aplikasi justru meminta izin-izin sensitif untuk membaca kalender pengguna hingga izin untuk mengunduh tanpa pemberitahuan. Hal ini tentu tak berhubungan dengan layanan Wi-Fi.


"Berdasarkan temuan kami, malwareRottenSys mulai menyebar September 2016. Pada 12 Maret 2018, 4,9 juta perangkat terinfeksi RottenSys," kata para peneliti.


RottenSys menggunakan dua metode penyerangan. Pertama dengan menunda operasinya untuk waktu yang ditentukan guna menghindari koneksi antara aplikasi jahat dan aktivitas jahat.


Sementara metode kedua adalah taktik serangan, dimana RottenSys terdiri dari sebuah dropper component yang awalnya tidak menampilkan aktivitas jahat.


Setelah perangkat aktif dan dropper dipasang, mulailah proses komunikasi dengan server perintah Command-and-Control (C&C), kemudian mendapatkan daftar komponen yang dibutuhkan, yakni kode-kode jahat.


Malware RottenSys mengunduh dan memasang komponen tambahan secara diam-diam dengan izin "Download_without_notification" yang tak membutuhkan interaksi atau izin dari pengguna.


"RottenSys diadaptasi untuk menggunakan Guang Diang Tong (platform iklan Tencent) dan pertukaran iklan Bairu untuk operasi penipuan iklannya," kata peneliti.


Saat ini kampanye besar-besaran malwaremendorong komponen adware ke semua perangkat yang terinfeksi dan secara agresif menampilkan iklan di layar muka perangkat, misalnya lewat pop-up atau iklan layar penuh dengan tujuan menghasilkan pendapatan iklan secara curang.[]







EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

34 Pastor Asal Chile Mengundurkan Diri

19 Mei 2018 | 16:24 WIB

Diduga kuat ada pembahasan atau upaya menutup-nutupi skandal pelecehan seksual di Chile, semua Pastor di Chile mengundurkan diri hari Jumat (18/5). Ini adalah peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Demikian laporan yang dikutip dari VOA, Sabtu (19/5/2018).

Rezim Najib Razak Sisakan Utang Rp2.563 Triliun

21 Mei 2018 | 21:23 WIB

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, saat ini negaranya sedang terbebani oleh utang senilai lebih dari 1 triliun ringgit atau sekitar Rp2.563 triliun akibat salah kelola pemerintahan sebelumnya yang dipimpin Najib Razak.

 

ISIS Ancam Penggal Messi dan Ronaldo

19 Mei 2018 | 19:27 WIB

Organisasi teroris Islamic State in Iraq and Syria (ISIS), kembali menebar ancaman jelang perhelatan Piala Dunia 2018. Kelompok radikal itu kembali menyerukan bakal meneror jalannya event sepakbola terakbar yang akan dihelat di Rusia mulai 14 Juni tersebut.

PBB Prihatin Gaza Diambang Kehancuran

25 Mei 2018 | 20:15 WIB

Utusan PBB bagi proses perdamaian Timur Tengah, Nickolay Mladenov mengingatkan bahwa jalur Gaza berada di ambang keruntuhan dan mendesak masyarakat internasional mencegah jangan sampai konflik meletus lagi di sana.

Pengamat ini Bilang Jarak Bumi dan Bulan Sangat Dekat

23 Mei 2018 | 20:20 WIB


Pengamat luar angkasa amatir, Allan Nielsen membuat pernyataan yang cukup menghebohkan terkait luar angkasa. Kata dia jarak Bumi ke Bulan ternyata sangat dekat.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber