politik

Tanggapi Puisi Sukma, PAN : Picu Konflik, NASDEM : Ekspresi Seni

Purnama | Rabu, 04 April 2018 07:33 WIB | PRINT BERITA

Sukmawati Soekarnoputri /ist

 

JAKARTA, WB – Puisi “Ibu Indonesia” yang dibacakan Sukmawati Soekarno putri tuai polemik. Ketua Umun Partai Amanat Nasional (PAN) Taufik Kurniawanmenegaskan puisi itu berpotensi lahirkan konflik, sementara Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate menilai puisi yang diduga lecehkan Agama Islam itu hanya bentuk dari ekspresi seni.

 

Puisi kontrovesi itu dibacakan putri proklamator di acara 29 tahun Anne Avantie di Indonesia Fashion Week 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta.

 

Taufik menuturkan sebagai umat Islam dia merasa tersinggung atas puisi Sukmawati tersebut. Sebab apa yang ucapkan oleh anak dari Presiden Soekarno itu termasuk salah satu yang fundamental. "Puisi itu sangat menyakitkan umat muslim kemungkinan untuk potensi konfliknya akan bisa terjadi lagi," kata Taufik Di Kompleks Parelmen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/4/2018).

 

Taufik menegaskan, siapa yang merasa  umat muslim pasti tersinggung karena ini sudah menyangkut hal yang sangat fundamental, hal yang sangat menyentuh pada syariah penganut masing masing agama. “Janganlah kita menyentuh ke proses SARA," tegasnya.

 

Wakil Ketua DPR itu menegaskan, saat ini semua pihak harus menjaga kebhinekaan Indonesia. Dia berharap masalah puisi Sukmawatidapat diakhiri dengan permohonan maaf. "Ya kalau semakin cepat minta maaf, jadi salah satu jalan terbaik," ucapnya.

 

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate menilai puisi Sukmawati Sukarnoputri hanya bentuk dari ekspresi seni. Dia menilai Sukmawati tidak bermaksud negatif saat membuat dan membacakan puisi tersebut.

 

"Saya waktu membaca sajaknya, saya melihat ini seorang seniman yang mengekspresikan seni-seninya. Yang memanifestasikan perasaannya. Saya melihat ini suatu karya seni," ucap Johnny di kantor DPP Nasdem, Jakarta, Selasa (3/4/2018).

 

Dia menuturkan, seni itu tergantung dari sisi pandang masyarakat. Jika dicari-cari negatif, pasti akan banyak. Johnny secara tegas menuturkan sosok Sukmawati bukanlah bagian dari politik. Dia juga menegaskan, jika semua masalah dikaitkan dengan politik, maka tatanan bangsa bisa rusak. []

 

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Usir Islamphobia, Ini yang Dilakukan Para Muslimah Bercadar

20 Mei 2018 | 15:28 WIB

Demi mengusir Islamphobia di  Jakarta, sejumlah wanita muslim bercadar dan beberapa pria berdiri di patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta sambil memegang tulisan “Aku percaya kamu, apakah kamu percaya padaku? Maka peluk saya!”.

Wiranto Senang Amerika Mau Bantu Indonesia Perangi Teroris

18 Mei 2018 | 16:24 WIB

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto menyambut baik kesiapan Amerika Serikat untuk membantu mengatasi persoalan terorisme di Indonesia.

Masuk Daftar `Ulama Pemerintah`, Banyak yang Minta Dicoret namanya

19 Mei 2018 | 14:16 WIB

Munculnya daftar nama 200 mubaligh yang mendapat rekomendasi pemerintah melalui Departemen Agama untuk ceramah menimbulkan polemik karena berpotensi memecah belah kalangan ulama. Buntutnya banyak yang minta namanya dicoret dari daftar itu.

Darmizal Resmikan ReJO Untuk Wilayah Papua

22 Mei 2018 | 12:13 WIB

Relawan Jokowi (ReJO) semakin banyak pendukungnya dan terus mengembangkan sayap perjuangannya. Setelah resmi terbentuk di Jawa Tengah, komunitas pendukung Presiden Joko  Widodo ini terus membentuk kepengurusan di seluruh Indonesia. Senin (21/5/2018), kepengurusan ReJO wilayah Papua sudah diresmikan.

Jimly : Habibie Bisa Tiru Langkah Mahathir

22 Mei 2018 | 11:16 WIB

Presiden RI ketiga BJ Habibie bisa saja kembali menjadi presiden, mengikuti langkah Mahathir Mohammad yang kembali menjadi PM Malaysia di usianya yang sudah 92 tahun.Apalagi  Habibie terpaut 11 tahun lebih muda dari Mahathir.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber