dunia

AS Ancam Ambil Tindakan Terkait Serangan Gas Saraf di Suriah

Oktraz | Selasa, 10 April 2018 18:19 WIB | PRINT BERITA

ist

NEW YORK, WB - Perang mulut antara Rusia dan AS terjadi dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB, yang membahas tentang serangan gas saraf di pemukiman sipil Douma, Suriah.


Seperti dikabarkan BBC, Nikki Haley, yang merupakan wakil tetap AS di PBB menyatakan bahwa tangan Rusia, sebagai pendukung militer rezim Suriah yang mengakibatkan bersimbah darah bocah-bocah Suriah. Hal tersebut diungapkan Nikki Halley setelah Komunitas Medis Amerika-Suriah mengungkapkan sedikitnya 500 orang jadi korban gas saraf, dan kini berada disejumlah rumah sakit di Douma.


Gejala yang ditemukan di tubuh korban menunjukkan indikasi terjadi serangan gas kimia, bunyi pernyataan itu. Di antaranya, kesulitan bernafas, kulit kebiruan, mulut berbusa dan kornea mata terbakar serta bau udara seperti klorin, bunyi pernyataan tersebut.


Belum diketahui berapa korban yang terkena gas mematikan itu, karena pihak militer Rusia dan Suriah melarang para peninjau memasuki kawasan Douma. Jumlah korban diduga berkisar antara 42 orang hingga 60 orang. Jumlah korban bakal semakin meningkat karena petugas palang merah dilarang memasuki kawasan tersebut.


Menanggapi hal itu, Vassily Nebezia, Dubes Rusia di PBB naik pitam. Vasilly mengancam AS bakal menghadapi reaksi yang buruk dari kuburan bila AS melakukan serangan terharap rezim Suriah, yang dituduh melakukan serangan gas saraf kepada penduduk sipil. Tidak ada serangan senjata kimia, kata Vassily Senin pagi. Rusia, menurutnya, mengundang badan pemeriksa internasional untuk meninjau kawasan Douma, hari ini Selasa (10/4/2018).

Namun Nikki Haley tak gentar. Wakil AS di PBB itu mengutuk Presiden Bashar Al-Assad sebagai monster. Tidak peduli apakah Dewan Keamanan PBB akan bertindak atau tidak, tapi AS akan melakukan tanggapan, tegas Nikki.[]





EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Alami Krisis Ekonomi Venezuela Minta Bantuan China

17 September 2018 | 10:11 WIB

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, berusaha mendapatkan bantuan dari salah satu pemberi pinjaman terbesar dunia, China, untuk membantu negara Amerika Selatan yang sedang mengalami krisis serius tersebut.

Oktober Aplikasi Path Resmi Dihapus

18 September 2018 | 09:39 WIB

Media sosial `Path` resmi mengumumkan selamat tinggal pada para pengguna. Kabar ini menjelaskan terkait rumor yang beredar beberapa hari lalu.

Yusaku Maezawa akan Jadi Turis Pertama yang Terbang ke Bulan

18 September 2018 | 21:27 WIB

Miliuner Jepang, Yusaku Maezawa, bakal menjadi turis pertama di dunia yang akan terbang mengelilingi Bulan menggunakan jasa perusahaan SpaceX milik Elon Musk.

Ali Baba Batal Buka Sejuta Lowker di AS

21 September 2018 | 16:50 WIB

Raksasa e-commerce China, Alibaba, dikabarkan telah membatalkan rencananya untuk membuka 1 juta pekerjaan di AS. Hal tersebut dipicu perang dagang antara AS dan China.

Swiss Musim Panas, Anjing Peliharaan Wajib Pakai Sepatu

22 September 2018 | 11:52 WIB

Guna mengantisipasi gelombang panas, kepolisian Kota Zurich, Swiss, menganjurkan kepada para pemilik anjing membelikan sepatu untuk binatang peliharaan agar kaki-kaki mereka terlindung dari suhu panas.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber