komunitas

Nassa School Intensifkan Inklusi Untuk Tingkatkan Kualitas Siswa

Anggi SS | Kamis, 12 April 2018 12:16 WIB | PRINT BERITA

ist

 

JAKARTA, WB - Pendidikan inklusi dapat mendorong perubahan sikap siswa ke arah lebih positif. Proses belajar bersama siswa dengan kebutuhan khusus mampu membentuk sebuah kelompok masyarakat yang tidak diskriminatif. 

 

Materi itu menjadi pembahasan hangat dalam Senimar Pendidikan “Inclusive, Quality Education for All” di Aula Bougenville Nassa Valley, Jati Murni, Pondok Melati, Bekasi, Rabu (11/4/2018). Director of Operations Nassa School, Anhar Anugrah SE MM, sebagai salah satu narasumber dalam seminar itu banyak memberikan motivasi.

 

Menurut Anhar, pendidikan inklusi  dapat mendorong perubahan sikap anak ke arah lebih positif. Proses belajar yang dilakukan secara bersama-sama, mampu membentuk sebuah kelompok masyarakat yang tidak diskriminatif.

 

 Anhar Anugrah SE MM dan dr Sally Ferdini /ek

“Proses belajar mengajar harus berlangsung tanpa berbedaan. Lembaga pendidikan harus memberi kesempatan belajar pada anak-anak berkebutuhan khusus bersama dengan anak-anak pada umumnya. Sehingga mereka dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan nyata sehari-hari,” ujarnya.

 

Selain Anhar Anugrah sebagai pemberi materi, juga ada  Lidia Wisneli Oktami, MPsi, psokolog yang juga menjabat Head of Division Inclusion Nassa School, dan Lina Susanti SPsi, Head of Happy Bear Child Development Center, penanggung jawab salah satu fasilitas di Nassa School.

 

Di awal seminar,  Direktur Utama Lembaga Pendidikan Nasional Satu (Nassa) Valley, dr Sally Ferdini, menyampaikan, proses belajar mengajar di lembaga yang dipimpinnnya, didasarkan pada kebutuhan individual dan kepribadian peserta didik.

 

 

Menurut Sally, inklusi merupakan kemampuan seseorang untuk menilai positif dari segala perbedaan yang ada, karena pada dasarnya Tuhan menciptakan manusia itu inklusif, karena tidak ada manusia yang sama.

 

“Begitu juga inklusi dalam bidang pendidikan, semua anak didik itu unik, mereka berharga dan harus memiliki kesempatan dan perlakuan yang sama. Inklusi itu bukan aturan-aturan, tapi bagaimana kita mengadaptasi, mengkondisikan suasana yang sama agar kita bisa memahami keunikan anak sehingga bisa meningkatkan semua potensi yang ada pada mereka,” papar Sally.

 

Sally memaparkan, konsep inklusi sudah ada sejak lama, bahkan penelitian konsep pendidikan inklusi ini sudah banyak dilakukan. Dan hasilnya adalah win-win solution, bagi anak yang normal maupun Anak  Berkebutuhan Khusus (ABK).

 

 

“Bagi anak normal  yang ikut di kelas inklusi, mereka akan memiliki kemampuan sosial dan adaptasi yang lebih baik. Mereka lebih percaya diri dan merasa lebih bersyukur. Begitupun sebaliknya, untuk ABK, akan diperlakukan sama,  sehingga rasa percaya diri mereka menjadi lebih besar, dan kemampuan mereka akan jauh lebih baik karena tidak merasa diasingkan,” papar Sally.

 

Sudah lama

Sally bercerita, kedua orang tuanya, Dr. Adriman SKM. M.A. dan Zulfia Susilawati selaku founder Nassa School sudah lama menjalankan program inklusi dalam lembaga pendidikan ini. “Hanya saja mereka tidak pasang label inklusi,” ujar Sally.

 

Bagi pasangan suami istri yang mulai membuka lembaga pendidikan Nassa (Nasional Satu) ini konsep lembaga pendidikan itu  bukan hanya mengumpulkan anak dengan kemampuan akademis yang unggul dijadikan satu.

 

“Konsep Nassa, pendidikan itu mengumpulkan anak dengan segala keunikannya, dengan keberagamannya,  kemudian kita kembangkan keunikan yang mereka miliki sehingga output-nya akan lebih bagus,” jelas Sally.

 

 

Konsep itu hingga kini tetap dipertahankan, bahkan dikembangkan dengan penambahan beberapa fasilitas pendukung dan praktisi pendidikan yang kompeten dibidangnya. “ Banyak tantangan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan dengan program inklusi ini, seperti dari fasilitas dan SDM.

Tantangan terbesar adalah merubah mindset guru dan orang tua,” ungkap Sally.

 

Nassa School, memberikan program inklusi dengan dukungan terapi yang komprehenshif. “Sekolah sebagai miniatur masyarakat memerlukan situasi yang mendukung, setara tanpa diskriminasi, dan berempati,” ujar Sally.

 

Sebagai lembaga pendidikan yang sudah berusia 30 tahun lebih, setidaknya Nassa School memiliki pengalaman baik di bidang manajemen kelola lembaga sekolah. Sekolah dengan predikat K3 (kebersihan, kenyamanan dan keindahan) se-Kota Bekasi.

 

Meraih predikat Gold Diploma 1st Xinghai Prize International Choirs Competition Guangzho China untuk kategori Childrens Choirs dan Mixed Youth Choirs. Meraih penghargaan Gold Medal Childrens Choirs Category, Vietnam International Choirs Festival and Competition.

 

Nassa School Valley berada di daerah Jati Murni Pondok Melati Bekasi. Dekat dengan wilayah Cilangkap Jakarta Timur. Sekolah ini dilengkapi fasilitas outdoor dengan pekarangan yang luas. Pekarangan sekolah ini menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Menjadi pusat kegiatan outbond, berkemah, berkebun, dan menjadi pusat belajar biologi.

 

Nassa School Valley, juga peduli terhadap masalah lingkungan. Penanaman budaya lestari diajarkan kepada anak-anak sejak dini (TK-SD), melalui berbagai kreasi penataan lingkungan.[]  

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

HUT ke-4 FORWAN, Bahagiakan 400 Anak Yatim

13 Juli 2018 | 10:53 WIB

Acara santunan kepada 400 anak yatim dan 4 janda  dalam rangka syukuran HUT ke-4 Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia di Lemmon Id Building, Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (12/7/2018) berlangsung meriah, penuh suka cita.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber