dunia

Rudal Syiah Houthi Bidik Arab Saudi

Purnama | Sabtu, 14 April 2018 12:04 WIB | PRINT BERITA

ist

JAZAN,WB - Gerilyawan Syiah Al-Houthi, yang menguasai sebagian wilayah Yaman, kembali menembakkan rudal balistik ke arah Arab Saudi. Hal itu tak lama setelah pemimpin milisi itu berikrar akan mengembangkan simpanan rudalnya yang didukung Iran.


"Pasukan agresi (koalisi pimpinan Arab Saudi) frustrasi oleh kemampuan rudal balistik kita, dan kita akan terus mengembangkannya," kata pemimpin milisi Al-Houthi, Abdul-Malik Al-Houthi, di dalam pidato yang ditayangkan oleh stasiun televisi milik kelompoknya, Al-Masirah, Sabtu (14/4/2018).


Satu jam kemudian, kelompok tersebut mengatakan di dalam pernyataan yang disiarkan oleh stasiun TV Al-Masirah bahwa milisi itu menembakkan rudal balistik jarak-jauh ke arah Pangkalan Militer Raja Faisal di Provinsi Jazan, bagian selatan Arab Saudi. Gerilyawan Al-Houthi belum lama ini telah meningkatkan serangan rudal semacam itu memasuki tahun ketiga perang pimpinan Arab Saudi melawan kelompok Syiah Yaman tersebut.


Pada Rabu, gerilyawan Al-Houthi menembakkan sejumlah rudal balistik ke Kementerian Pertahanan Arab Saudi di Riyadh dan markas raksasa minyak Aramco di perbatasan Arab Saudi di wilayah Najran. Arab Saudi menyatakan kerajaan itu menembak jatuh rudal tersebut dan melaporkan tak ada korban jiwa.


Pada Maret 2015, Arab Saudi memimpin satu koalisi militer pasukan Arab, yang didukung Amerika Serikat, untuk ikut-campur dalam konflik di Yaman guna mendukung Pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang hidup di pengasingan. Koalisi tersebut telah melancarkan ribuan serangan udara terhadap gerilyawan Al-Houthi, dalam upaya membalikkan perolehan gerilyawan Al-Houthi dan memulihkan kekuasaan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi di Ibu Kota Yaman, Sana`a.


Sementara itu, gerilyawan Al-Houthi menembakkan puluhan rudal balistik ke arah kota besar Arab Saudi, yang kebanyakan dicegat oleh pasukan pertahanan udara Arab Saudi. Sejauh ini, perang saudara telah menewaskan lebih dari 10 ribu warga Yaman, kebanyakan warga sipil, dan mendorong negara Arab tersebut menuju ambang kelaparan massal.[]








EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Alami Krisis Ekonomi Venezuela Minta Bantuan China

17 September 2018 | 10:11 WIB

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, berusaha mendapatkan bantuan dari salah satu pemberi pinjaman terbesar dunia, China, untuk membantu negara Amerika Selatan yang sedang mengalami krisis serius tersebut.

Oktober Aplikasi Path Resmi Dihapus

18 September 2018 | 09:39 WIB

Media sosial `Path` resmi mengumumkan selamat tinggal pada para pengguna. Kabar ini menjelaskan terkait rumor yang beredar beberapa hari lalu.

Yusaku Maezawa akan Jadi Turis Pertama yang Terbang ke Bulan

18 September 2018 | 21:27 WIB

Miliuner Jepang, Yusaku Maezawa, bakal menjadi turis pertama di dunia yang akan terbang mengelilingi Bulan menggunakan jasa perusahaan SpaceX milik Elon Musk.

Ali Baba Batal Buka Sejuta Lowker di AS

21 September 2018 | 16:50 WIB

Raksasa e-commerce China, Alibaba, dikabarkan telah membatalkan rencananya untuk membuka 1 juta pekerjaan di AS. Hal tersebut dipicu perang dagang antara AS dan China.

Swiss Musim Panas, Anjing Peliharaan Wajib Pakai Sepatu

22 September 2018 | 11:52 WIB

Guna mengantisipasi gelombang panas, kepolisian Kota Zurich, Swiss, menganjurkan kepada para pemilik anjing membelikan sepatu untuk binatang peliharaan agar kaki-kaki mereka terlindung dari suhu panas.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber