Hukum

Amien Rais Resmi Dipolisikan Cyber Indonesia

Edward WA | Minggu, 15 April 2018 20:55 WIB | PRINT BERITA

Amien Rais /ist

 

JAKARTA, WB - Cyber Indonesia resmi melaporkan tokoh reformasi Amien Rais ke Polda Metro Jaya, Minggu (15/4/2018) terkait pernyataan dikotomi partai politik, partai Allah dan partai setan. Pernyataan Amien Rais itu dinilai bisa memecah belah persatuan bangsa.

 

Ketua Cyber Indonesia Aulia Fahmi mengatakan, pernyataan Amien Rais itu juga bernada ujaran kebencian sehingga harus diproses hukum.Setidaknya ada tiga hal yang dipermasalahkan oleh Cyber Indonesia dalam pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional itu.

 

"Mengenai adaya statemen orang tidak bertuhan, statemen partai Allah, statemen Partai Setan," kata Ketua Cyber Indonesia Aulia Fahmi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (15/4/2018).

 

Dalam pernyataannya kemarin, Amien Rais mengatakan saat ini harus digerakkaan seluruh kekuatan bangsa untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai.

 

"Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbusy syaithan," kata Amien dalam tausiyah usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

 

Ia melanjutkan, "Orang-orang yang anti Tuhan, itu otomatis bergabung dalam partai besar, itu partai setan. Ketahuilah partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya... Tapi di tempat lain, orang yang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, Partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan".

 

Aulia menilai, kalau hanya tiga partai yang disebut sebagai partai Allah), maka berarti partai lain dianggap adalah partai setan. "Atau kelompok lain adalah kelompok setan. Maka itu kami melihat di sini sudah ada indikasi, ada dugaan bahwa dia telah berupaya untuk memecah belah persatuan bangsa," kata Aulia.

 

Dalam laporannya, Aulia membawa barang bukti berupa artikel pemberintaan ang ditulis oleh sebuah media.

 

Dalam salinan berkas laporan yang dibawa oleh Aulia, tercantum laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/2070/IV/2018/PMJ/Dit. Reskrimsus, Tanggal: 15 April 2018 dengan nama pelapor Aulia Fahmi, SH

 

Adapun pasal yang disangkakan, yakni pasal 28 Ayat 2 jo Pasal 45A Ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 (UU ITE) dan atau pasal 156A KUHP.[]

 

 

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Wakil Ketua Komisi VII Diciduk KPK

14 Juli 2018 | 07:59 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menciduk anggota DPR RI. Kali ini lembaga anti rasuah itu menciduk Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber