politik

Politisi Elit PPP dan PAN Hijrah ke PBB

Purnama | Senin, 16 April 2018 15:24 WIB | PRINT BERITA

ist

JAKARTA, WB - Sejumlah politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) khittah dan polisi PAN hijrah ke Partai besutan Yusril Ihza Mahendra, Bulan Bintang (PBB). Politisi PPP yang bergabung ke PBB berasal dari kubu Romahurmuziy dan juga Djan Faridz.


Sejumlah politisi dua Parpol islam tersebut, di antaranya adalah Waketum PPP kubu Romahurmuziy, Tamam Achda, mantan Sekretaris Majelis Pakar PPP Ahmad Yani dan Anwar Sanusi. Sementara politisi senior PAN yang bergabung ke PBB, yakni Djoko Edi Abdurrahman.


Kepada awak media, Ahmad Yani mengatakan, kedatangannya dan politisi PPP khittah ke PBB tidak dalam konteks sakit hati atau marah atas kepemimpinan PPP Romahurmuziy atau pun kepemimpinan Djan Faridz.


"Kita melihat PPP paradigmanya sama dengan PBB. PBB ini merupakan rumah besarnya umat Islam. Kami merasa cocok dengan PBB," kata  Ahmad Yani, Senin (16/4/2018).


Mantan anggota Komisi III DPR-RI ini menambahkan, pihaknya yang resmi bergabung dengan PBB siap berjuang bersama kader PBB agar partai berlambang bulan bintang itu bisa memenangkan Pemilu 2019. Ada sekitar 30 mantan pengurus dan elite PPP yang hijrah pindah ke PBB.


"Persoalan islam dan kenegaraan yang diperjuangkan oleh Yusril, klop dengan PPP khittah. Kepentingan kami bukan kepentingan pragmatis. Begitu juga dengan ideologi dan pandangan politiknya dengan PBB," kata Yani.


Ia menambahkan, pihaknya dalam waktu dekat akan mengonsolidasikan dengan PPP khittah yang terstruktur hingga tingkat ranting agar bergabung dengan PBB.


"Dalam waktu dekat akan kita konsolidasikan," ucapnya.


Yusril Ihza Mahendra sendiri menyambut baik bergabungnya politisi PPP khittah dan PAN ke PBB karena akan menambah energi baru.


"PBB merupakan rumah besarnya umat Islam, jadi terbuka bagi siapa saja yang beragama Islam. Kecuali, kelompok penista agama dan PKI tidak kita terima," tandasnya.[]







EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Fokus Nyaleg, Johan Budi Mundur Jadi Tim Kampanye Jokowi

18 September 2018 | 13:31 WIB

Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi mengaku sudah melakukan diskusi dengan Istana Negara terkait mundur dari juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin dalam Pemilu Presiden 2019.

Jokowi Nomor Satu, Prabowo Nomor Urut Dua

21 September 2018 | 21:22 WIB

Komisi Pemilihan Umum (KPU), telah melakukan pengundian nomor urut capres-cawapres peserta Pilpres 2019. Pengundian dilakukan di Ruang Sidang Utama Gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018) malam.

Nomor Urut Satu Sesuai Harapan Megawati

22 September 2018 | 08:29 WIB

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menyambut gembira dan bersyukur atas nomor Pasangan Jokowi- Maruf Amin yang sarat dengan pesan sejarah untuk menjaga NKRI dengan hanya satu dasar Pancasila.

KH Ma`ruf Amin Lepas Jabatan Rais Aam PBNU

22 September 2018 | 17:43 WIB

Cawapres nomor urut 1, KH Ma`ruf Amin, resmi melepas jabatannya sebagai Rais Aam PBNU, Sabtu (22/9/2018). Kini tugas Rais Aam PBNU dipercayakan kepada Wakil Rais Aam KH Miftahul Akhyar.

Bandara Pelabuhan Dikelola Asing, Prabowo : Pemerintah Abai UUD 45

22 September 2018 | 18:32 WIB

Calon Presiden (capres) Prabowo Subianto menilai berkomentar bahwa lemahnya ekonomi Indonesia dan pelemahan rupiah terhadap dolar AS serta pemerintah yang mengabaikan UUD 1945 pasal 33 tentang Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber