komunitas

Kongres Ikatan Apoteker Indonesia, Inilah Kriteria Calon Ketua Umumnya

Anggi SS | Selasa, 17 April 2018 12:28 WIB | PRINT BERITA

Drs Nurul Falah Eddy Pariang, Apt, Ketua Umum PP IAI bersama jajaran pengurus /mm

 

JAKARTA, WB –  Dibeberapa negara maju, apoteker masuk dalam katagori 10 profesi terpercaya lantaran bersinggungan langsung dengan kesehatan masyarakat. Sementara di Indonesia, profesi apoteker belum mendapat apresiasi yang layak.

 

Kondisi itu menjadi perhatian serius organisasi profesi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) yang Rabu (18/4/2018) besok akan menggelar Kongres ke XX di Labersa Grand Hotel and Conventions Center, Pekanbaru, Riau untuk memilih Ketua Umum Pengurus Pusat IAI dan jajarannya.

 

Menurut editor Why Consumer Trust Pharmacist (Drug Topics, 20 Januari 2017) profesi apoteker terpercaya karena dua hal, yaitu apoteker dianggap sebagai tenaga terlatih klinis yang dapat menjawab pertanyaan pasien tentang terapi mereka, dan apoteker dapat diakses masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pengobatan sampai ke kelompok masyarakat paling kecil, yaitu keluarga.

 

 ist

Dihadapan sejumlah awak media saat gelar konferensi pers jelang Kongres XX IAI Ketua Umum PP IAI Drs Nurul Falah Eddy Pariang, Apt menyampaikan dua tantangan berat yang harus diselesaikan kepengurusan PP IAI Periode 2018-2022. Pertama, menghadapi anggota IAI yang belum bisa melakukan praktek secara bertanggung jawab dan maraknya penjualan obat secara online.

 

“Sekarang ada digitalisasi obat-obatan. Obat-obatan dijual online dimana-mana, padahal kita tahu obat itu masing-masing memiliki karakteristik beragam. Jika kondisi penjualan obat secara online seperti sekarang ini, saya meragukan keamanannya untuk kesehatan. Kecuali beli di olnine yang kebetulan memiliki apotek,” ujar Nurul.

 

Tantangan itu menurut Nurul menjadi  pekerjaan rumah yang harus dituntaskan oleh kepengurusan yang akan datang. Sehingga untuk menduduki jabatan sebagai Ketua Umum, seseorang harus memiliki pra syarat khusus.  “Apalagi ini merupokan organisasi profesi yang memiliki dampak langsung kepada masyarakat,” ujar Nurul.

 

Pengurus Pusat IAI dan Panitia Kongres sudah memiliki beberapa  kriteria yang harus dipenuhi oleh calon ketua umum, seperti; Pertama, calon ketua sebaiknya tokoh kaliber nasional dan pernah memangku jabatan tingkal nasional.

 

 Pembacaan Sumpah Apotekr /ist

“Hal ini perlu agar jika terpilih nanti, dia tidak gamang saat berkomunikasi dengan stakeholder yang lain seperti, Menteri, Kapolri, Ketua IDI, Ketua BPOM dan lainnya,” terang Nurul.

 

Kriteria selanjutnya, calon ketua umum pernah melakukan praktek kefarmasian, memiliki jaringan tingkat nasional yang mudah diakses, memiliki endurance yang bagus  dan mengetahui nkompetensi apoteker sehingg punya arah, punya visi misi untuk meningkatkan kompetensi apoteker .

 

“Yang tidak kalah pentingnya, dia harus memiliki kolega yang terdiri dari ahli-ahli yang bisa membantunya dalam menjalankan tugas mengurus organisasi, misalnya apoteker di politisi, apoteker di kepolisian, di BPOM, dinas keshatan , pemerintahan dan perusahaan farmasi,” papar Nurul.

 

Ketua Umum PP IAI Drs Nurul Falah Eddy Pariang, Apt /mm


Beberapa Kandidat

Sebelum menjadi Ketua Umum PP IAI, Drs. Nurul Falah Eddy Pariang merupakan politisi Partai Amanat Nasional (PAN). Selama menjadi anggota DPR Periode 2004-2009, dia dipercaya jadi anggota Komisi IX. Sebelumnya, Nurul juga sudah berpengalaman di industri farmasi karena pernah lama bekerja di PT. Kimia Farma.

 

“Berdasarkan semua pengalaman itu, saya merasa memiliki kompetensi untuk mengembangkan apoteker di Indonesia. Saya merasa, jika kinerja saya selama ini dipandang  bermanfaat oleh para anggota dan para wakil pengurus daerah yang mengamanahkan,  Insya Allah saya mau mencalonkan lagi jadi pengurus priode mendatang,” ujar Nurul.

 

Ada pekerjaan besar yang akan dihadapi pengurus IAI mendatangm yakni mengawal lahirnya Undang-undang kefarmasian yang sedang digodok pemerintah dan DPR. “Kita bisa bayangkan negera sebesar indonesia ini belum memiliki undang-undang kefarmasian. Padahal yang namanya sedia farmasi itu salah satu unsur dari ketahanan bangsa,” ujar Nurul.

 

Selain pemilihan pengurus baru,  Kongres ISI merupakan ajang silaturahmi jajaran pengurus  dengan para anggotanya untuk menghasilkan keputusan berupa naskah dan pedoman umum organisasi sebagai acuan bagi pengurus periode berikutnya selama 4 (empat) tahun ke depan.

 

Bersamaan dengan pelaksanaan Kongres, diadakan juga Pekan ilmiah Tahunan 2018, sebagai ajang bagi para apoteker untuk menjaga dan meningkatkan kompetensi, baik sebagai praktisi, akademisi maupun birokrat. Pekan Ilmiah Tahunan merupakan agenda rutin setiap tahun yang mengikut kegiatan Rakernas atau Kongres.

 

Pelaksanaan Kongres XX dan Pertemuan llmiah Tahunan 2018 ini direncanakan akan dibuka secara resmi pada hari Kamis, 19 April oleh Menteri Kesehatan RI, serta Keynote speech oleh Menteri Perindustrian RI dan UKAI, sedangkan Kongres akan dimulai pada Rabu, 18 April 2018.

 

Tema Kongres XX dan PIT IAI 2018 adalah Trusted Pharmacist for a Better Quality of Life. Tema ini diambil mengingat semakin tingginya tuntutan bagi apoteker untuk memenuhi standar kompeten dan moral yang lebih baik dalam memberikan pelayanan. Trust is an important start of every journey.

 

 ist

Untuk memperkaya wawasan akan hadir sebagai narasumber, yaitu Menteri Kesehatan RI, Kepala Badan POM RI, Ketua Komite Farmasi Nasional, pejabat eselon 1 dan 2 di lingkungan Kementerian Kesehatan RI dan Badan POM RI, Kementerian Perindustrian, para pimpinan lembaga non pemerintahan serta para praktisi dan akademisi dari dalam dan luar negeri.

 

Hingga saat ini sudah lebih dar 1.800 Apoteker dari seluruh Indonesia yang mendaftar untuk menjadi peserta. Jumlah itu dimungkinkan akan terus bertambah, mengingat panitia masih membuka pendaftaran di tempat, saat hari H.

 

Para peserta Kongres XX dan PIT IAI 2018 juga dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke berbagai obyek wisata di Pekanbaru. Kunjungan ribuan apoteker ke Pekanbaru akan meningkatkan perhatian masyarakat terhadap potensi wisata Pekanbaru. []

 

 

 

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Nomor Urut Cantik Prabowo Subianto dan Partai Gerindra

22 September 2018 | 10:12 WIB

Makna konotatif dan denotatif nomer urut peserta Pilpres 2019 punya banyak varian dan biasanya akan menjadi salah satu poin utama kelucuan dan keriuhan pembelaan dari para pendukung masing-masing pasangan Pilpres 2019 di sosial media.

 

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber