komunitas

Nurul Falah EP Kembali Pimpin Ikatan Apoteker Indonesia

Ibra Maulana | Rabu, 25 April 2018 23:12 WIB | PRINT BERITA

Nurul Falah /ist

 

JAKARTA,WB –  Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) kembali dipimpin Drs Nurul Falah Eddy Pariang yang terpilih dalam Kongres ke-XX IAI dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) di Pekan Baru, Riau 18-21 April lalu. Nurul mendapat dukungan 19 suara dari 43 suara mengalahkan kandidat lain, Drs Jamaludin Al J Efendi, Apt.

 

Rangkaian acara yang digelar di Labersa Grand Hotel and Convention Center, Pekanbaru  tersebut dibuka oleh Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan , Dra Maura Linda Sitanggang, PhD, Apt mewakili Menteri Kesehatan yang berhalangan hadir. Kendati tidak bisa hadir langsung Menkes Prof Nila Juwita Moeloek menyampaikan pesan-pesannya melalui sebuah video.

 

 

Kongres sendiri digelar 4 tahun sekali untuk memilih kepengurusan yang baru. Pada Kongres XIX yang digelar di Jakarta tahun 2014, Nurul Falah terpilih sebagai Ketua Umum. Masa kepengurusannya berakhir pada Februari 2018 lalu dan pada 20 April 2018 dini hari kembali terpilih untuk kedua kalinya.

 

Proses pemilihan ketua dimulai pada Kamis (19/4) pukul 24.00 wib setelah sebelumnya kongres yang dihadiri pimpinan Pengurus Daerah dari 34 Propinsi se Indonesia melakukan serangkaian sidang. Pukul 02.00 wib Jumat (20/4) pemilihan Ketua Umum, Ketua Majelis Etik dan Disiplin Apoteker (MEDAI) dan Dewan Pengawas selesai dilakukan.

 

Selain Nurul Falah sebagai Ketua Umum PP IAI, Prof Elfi Sahlan Ben, Apt terpilih sebagai Ketua MEDAI dan Prof Gemini Alam, Apt sebagai Ketua Dewan Pengawas.

 

Sebagai rangkaian dari Kongres, digelar pula Pertemuan Ilmiah Tahunan yang kali ini diikuti oleh 2000 apoteker dari seluruh Indonesia.  Dalam kegiatan itu digelar  72 topik untuk workshop dan simposium, 158 topik presentasi oral dan 64 poster ilmiah. Selain itu digelar pula pameran kesehatan yang diikuti oleh sejumlah industri kesehatan, Kementerian Kesehatan dan BPOM.

 

 

Dalam video sambutannya, Menteri Kesehatan menyampaikan harapannya agar apoteker memiliki peran yang lebih besar lagi dalam pembangunan kesehatan, yaitu melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan pendekatan keluarga melalui Permenkes no 36 tahun 2016 yaitu mendorong akses pelayanan kesehatan komprehensif kepada setiap warga negara Indonesia.

 

“Saat ini pembangunan kesehatan difokuskan pada 3 masalah kesehatan prioritas. Pertama percepatan pengobatan tuberculosisi melalui penjangkauan kasus yang belum terdeteksi,  meningkatkan kepatuhan pengobatan tbc dan penanganan resistensi terhadao obat  tbc, kedua menangani masalah stunting (tubuh pendek) melalui penanganan gizi yang cukup, ketiga cakupan imunisasi dan penguatan surveilans atas penyakit  yang bisa dicegah dengan imunisasi,” ungkap Menkes.

 

Menkes minta agar apoteker dapat mengoptimalikan peranan dalam mengatasi tiga masalah kesehatan prioritas tersebut.  Keterlibatan melalui informasi dan edukasi pengobatan tbc dan pemantauant erapi obat guna mencegah resistensi obat, menjamin ketersediaan abat, vaksin dan menjamin kemanan vaksin, juga melakukan praktek kefarmasian yang profesional dan bertanggungjawab.[tn]

 

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Nomor Urut Cantik Prabowo Subianto dan Partai Gerindra

22 September 2018 | 10:12 WIB

Makna konotatif dan denotatif nomer urut peserta Pilpres 2019 punya banyak varian dan biasanya akan menjadi salah satu poin utama kelucuan dan keriuhan pembelaan dari para pendukung masing-masing pasangan Pilpres 2019 di sosial media.

 

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber