curhat sehat

Pria Suka Olahraga. Keturunannya Cerdas

Purnama | Selasa, 15 Mei 2018 17:27 WIB | PRINT BERITA

ist

NEW YORK, WB - Sudah banyak diketahui kebiasaan rajin berolahraga akan membawa dampak positif bagi kesehatan tubuh. Selain menyehatkan badan, olahraga juga bisa menjadi sarana pelepas stres.


Olahraga bahkan ikut berkontribusi meningkatkan kecerdasan. Aktivitas fisik mampu menguatkan koneksi antara neuron di hipokampus, bagian penting di otak yang memengaruhi kemampuan mengingat dan mempelajari sesuatu. Makin kuat koneksi neuron, makin tajam pula cara berpikir seseorang. Olahraga juga ikut memengaruhi bagaimana gen bekerja dan berubah hingga diwariskan pada keturunannya. Proses ini dinamakan epigenetik.


Sekelompok ilmuwan dari German Center for Neurodegenerative Diseases di Gottingen meneliti apakah kecerdasan pria yang dipengaruhi kebiasaan berolahraga dapat diwariskan kepada anaknya. Mereka melakukan percobaan menggunakan tikus putih yang ditempatkan di kandang dengan wahana roda putar.


Di kandang tersebut, para tikus mengisi waktunya dengan aktivitas fisik bermain roda putar. Sebagai kontrol, satu kelompok tikus jantan ditempatkan di kandang lain tanpa dilengkapi wahana roda putar. Setelah tinggal di masing-masing kandang selama 10 pekan, tikus-tikus jantan dikawinkan dengan tikus betina hingga menghasilkan generasi baru.

Tikus jantan yang rajin bermain roda putar ternyata memiliki koneksi neuron lebih baik daripada tikus yang minim aktivitas fisik. Hasilnya mereka punya kemampuan kognitif yang lebih baik daripada tikus kontrol. Menariknya lagi, anak-anak yang dilahirkan dari perkawinan dengan tikus jantan yang aktif beraktivitas ternyata mewarisi kecerdasannya.


Anak-anak tikus yang lahir dari pejantan yang lebih pintar menunjukkan koneksi kuat antara neuron dan hipokampus. Sebaliknya, anak-anak dari tikus kontrol tidak sepandai mereka karena koneksi neuron lebih lemah. Anak-anak dari tikus aktif belajar lebih cepat, walaupun mereka belum banyak bergerak seperti orang tuanya.


Dari hasil tersebut, peneliti menyimpulkan sperma pejantan ikut berkontribusi dalam membentuk kecerdasan anak. "Temuan kami membuktikan bahwa aktivitas fisik di satu generasi dapat memengaruhi kecerdasan pada generasi berikutnya," kata Andr Fischer, profesor di German Center for Neurodegenerative Diseases sekaligus peneliti senior dalam studi ini.


"Menurut pendapatku, olahraga mungkin lebih penting daripada stimulasi mental untuk merangsang otak dan ekpresi gen dalam menentukan kecerdasan keturunan," ungkap Fischer sebagaimana dilansir dari New York Times.


Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Cell Reports. Lalu, apakah efek yang sama juga terjadi pada manusia? Hingga sekarang belum diketahui karena penelitian baru dilakukan pada tikus putih. Namun, dalam proyek selanjutnya Fischer dan para koleganya berencana membuat studi lanjutan yang melibatkan manusia.[]






EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Selain Pahala Besar, Puasa Juga Bikin Tubuh Lebih Sehat

16 Mei 2018 | 17:14 WIB

Selain amal ibadah yang diganjar besar pahala, ternyata ibadah puasa tidak sekedar menahan rasa lapar dan haus saja. Tapi puasa sendiri memiliki manfaat lainnya yang baik bagi kesehatan.

Intip Manfaat Tidur Siang di Bulan Ramadhan

17 Mei 2018 | 20:19 WIB


Saat Ramadan, tidur siang mungkin jadi salah satu hal yang kerap dilakukan banyak orang. Karena tidur merupakan kebutuhan yang tak boleh diabaikan. Tidur yang cukup bisa membantu kita lebih segar dan mengembalikan stamina.

Biar Puasa Kuat, Hindari Makanan ini Saat Sahur

15 Mei 2018 | 16:20 WIB

Bagi Anda yang menjalankan ibadah puasa, makan saat sahur bisa dibilang sangat mempengaruhi daya tahan tubuh kita disaat puasa. Agar puasa kita penuh energi, tidak lemas, sebaiknya hindari makanan-makanan yang mempengaruhi tubuh saat sahur.

Hindari Bau Mulut Saat Puasa, Ini Tipsnya

17 Mei 2018 | 09:47 WIB

Waktu menjalankan ibadah puasa, bau mulut merupakan hal yang harus dihindari.Bau mulut terkadang dipicu akibat kondisi mulut yang kering. Namun ternyata masih ada hal lainnya yang bisa memicu bau mulut, seperti gigi yang berlubang ataupun juga disebabkan oleh karang gigi.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber