metro

Jakarta Siaga 1, Sandi Uno Nobar 212 The Power of Love

Anggi SS | Selasa, 15 Mei 2018 21:28 WIB | PRINT BERITA

ist

 

JAKARTA, WB – Meskipun situasi Jakarta berstatus siaga satu efek dari aksi bom bunuh diri di Surabaya,  Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengajak masyarakat tetap beraktivitas secara normal.

 

“Saya buktikan dengan malam ini menonton film The Power Of Love di CGV  Grand Indonesia. Dan semua aman terkendali. Kita tidak boleh kalah dengan teroris yang tujuannya menakut nakuti,” kata Sandi, Selasa (15/5/2018).

 

Sandiaga Uno menonton film The Power Of Love bersama Ketum Parfi 56 Macella Zalianty, Aktor Fauzi Badilla, Ustad Erick Yusuf selaku Produser, serta sejumlah undangan lainnya.

 

Secara kebetulan pula, Film yang mengambil latar belakang peristiwa 212 tahun 2016 di Lapangan Monas itu, banyak menyampaian pesan bahwa agama Islam itu adalah agama damai.

 

“Maka jangan percaya kalau pelalu teror yang mengatasnamakan agama terutama Islam. Sebab lewat film The Power Of Love ini kita bisa belajar banyak bagaimana sebuah ungkapan perasaan itu disampaikan. Semuanya berlangsung damai,” kata Sandi.

 

Setelah menyaksikan film yang di sutradarai oleh Jastis Arimba ini, Sandi merencanakan nonton bareng dengan pasukan oranye minggu depan.

 

“Kita cari waktu yang pas. Karena bersamaan dengan bulan puasa juga. Semoga kita bisa nonton bareng bersama pasukan oranye dan keluarganya setelah buka puasa bersama,” janjinya.

 

Film 212, The Power Of Love ini mengisahkan pergulatan batin Rahmat, seorang jurnalis di sebuah media terkemuka. Tulisan tulisannya sangat tendesius untuk memojokkan ummat Islam.  Hingga sering terjaadi konflik dengan sesama  jurnalis maupun pihak luar.

 

Suatu hari ia mendapat kabar bahwa Ibunya meninggal dan membuat Rahmat harus pulang kekampung halamannya. Dikampungnya di Ciamis Rahmat terpaksa harus bertemu dengan ayahnya. Rahmat sering bersitegang dengan Ayahnya, seorang tokoh agama desa yang dianggapnya keras dan konservatif.

 

Tiba-tiba Ayah Rahmat yang sudah tua renta tersebut memutuskan untuk melakukan longmarch bersama para kaum muslimin dari desanya menuju Jakarta untuk berpartisipasi dalam 212 dengan tujuan membela Alquran yang di cintainya.

 

Berbeda dengan ayahnya, Rahmat menganggap aksi 212 dan aksi-aksi sebelumnya adalah gerakan politik yang menunggangi umat Islam untuk kepentingan kekuasaan. Namun, melihat kondisi ayahnya yang sudah tua akhirnya Rahmat memutuskan untuk menemani ayahnya untuk melakukan perjalanan jauh tersebut. Perjalanan akhirnya berubah menjadi sebuah kisah yang bernilai bagi Rahmat. []

 

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Dirlantas Pesan Kamera CCTV Elektronik dari China

19 September 2018 | 12:04 WIB

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemesanan kamera CCTV yang akan digunakan untuk tilang elektronik. Pemesanan kamera kata Yusuf dari negara tirai bambu, China.

Soal Wagub, Anies Tidak Mau Ikut Campur

19 September 2018 | 19:14 WIB

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tak mau ikut campur terlalu jauh soal siapa pengganti Sandiaga Uno sebagai wakil gubernur.

Oktober Tilang Elektronik Mulai Diberlakukan

18 September 2018 | 22:07 WIB

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf mengatakan sistem tilang elektronik (e-tilang) di Jakarta akan mengurangi praktik-praktik pungli di lapangan.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber