Hukum

UAS Minta Polisi Harus Tangkap Orang yang Edit Video Ceramahnya

Arief Nugroho | Rabu, 16 Mei 2018 09:19 WIB | PRINT BERITA

Ustadz Abdul Somad /ist

 

JAKARTA, WB - Ustadz Abdus Somad (UAS) meminta polisi menangkap orang yang mengedit video ceramahnya dengan tujuan untuk mengesankan dirinya mendukung bom bunuh diri. Apalagi video editan itu disebar paska terjadi teror bom bunuh diri di Surabaya.

 

“Yang motong-motong video saya itu lebih sadis dari teroris. Tangkap dia! Polisi harus menangkap dia,” demikian disampaikan UAS dalam wawancara khusus dengan TvOne di acara `Apa Kabar Indonesia Malam`, Selasa (15/5/2018).

 

Menurut UAS, ceramah yang dipotong-potong itu, sudah berlangsung 2 atau 3 tahun lalu. Saat kajian subuh di Masjid An-Nur pada hari Sabtu. Ada seorang jamaah yang bertanya soal kematian melawan tentara Israel di Palestina. “Saya katakan mereka mati sahid, karena mereka berada di medan perang. Ingat, ini konteknya perang,” papar UAS.

 

“Zaman Nabi pernah terkepung oleh musuh. Lalu ada sahabat yang mengambil inisiatif untuk menyerang gerombolan musuh. Meski dalam hitungan 99% dia akan mati. Dia cabut pedangnya, lalu masuk dalam barisan musuh, dia benar-benar mati, maka, matinya sahid. Bukan mati konyol. Ini pendapat Imam Syafi`i, juga diikuti Yusuf al-Qaradawi, seorang cendekiawan muslim dari Mesir. Dan ingat, konteksnya perang,” jelasnya. []

 

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Dituduh Teroris dan Radikal, PKS Polisikan Faisal Assegaf

17 Mei 2018 | 11:13 WIB

Dalam lama resminya, DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menulis,  PKS secara resmi melaporkan akun @faizalassegaf ke pihak yang berwenang, dalam hal ini Polda Jawa Timur, atas fitnah yang disebarkannya di media sosial terhadap PKS, Rabu (16/05/18). Semoga kita bijak dan bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi.

Kapolri : Terduga Teroris Gereja Surabaya Bukan Alumni Suriah

15 Mei 2018 | 09:16 WIB

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengklarifikasi pernyataannya yang menyebut terduga pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya  itu ‘alumni Suriah’  dan pernah bergabung dengan ISIS.

Serang Mapolda Riau, Satu Polisi Tewas Dua Wartawan Luka-luka

16 Mei 2018 | 11:54 WIB

Serangan terduga teroris di Mapolda Riau memakan korban dari pihak kepolisian. Dia adalah Ipda Auzar yang dilaporkan mengembuskan napas terakhir di RS Bhayangkara.

Jaksa Tuntut Hukuman Mati Aman Abdurrahman

18 Mei 2018 | 15:40 WIB

Aman Abdurrahman, terdakwa kasus teror bom Thamrin dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum (JPU) yang menganggap Aman sebagai pihak yang bertanggung jawab saat aksi teror awal tahun 2016 lalu.

Politisi Demokrat Ramadhan Pohan Divonis Tiga Tahun Penjara

15 Mei 2018 | 11:03 WIB

Politisi Partai Demokrat, Ramadhan Pohan divonis  hukuman tiga tahun penjara di Pengadilan Tinggi (PT) Medan. Hukuman ini lebih tinggi dari putusan majelis hakim sebelumnya yakni 15 bulan penjara.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber