Hukum

Serang Mapolda Riau, Satu Polisi Tewas Dua Wartawan Luka-luka

Edward WA | Rabu, 16 Mei 2018 11:54 WIB | PRINT BERITA

ist


RIAU, WB - Serangan terduga teroris di Mapolda Riau memakan korban dari pihak kepolisian. Dia adalah Ipda Auzar yang dilaporkan mengembuskan napas terakhir di RS Bhayangkara.


Informasi yang dihimpun menyebutkan Ipda Auzar ditabrak mobil yang dibawa terduga teroris ke Mapolda Riau, Rabu (16/5/2018). Dia sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong.


Ada dua polisi lain yang menderita luka, salah satunya anggota provos yaitu Brigadir John Hendrik dan Kompol Faridz. 2 Orang jurnalis, yaitu dari tvOne dan MNC, juga terluka karena ditabrak mobil terduga teroris.[]





EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Dituduh Teroris dan Radikal, PKS Polisikan Faisal Assegaf

17 Mei 2018 | 11:13 WIB

Dalam lama resminya, DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menulis,  PKS secara resmi melaporkan akun @faizalassegaf ke pihak yang berwenang, dalam hal ini Polda Jawa Timur, atas fitnah yang disebarkannya di media sosial terhadap PKS, Rabu (16/05/18). Semoga kita bijak dan bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi.

Kapolri : Terduga Teroris Gereja Surabaya Bukan Alumni Suriah

15 Mei 2018 | 09:16 WIB

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengklarifikasi pernyataannya yang menyebut terduga pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya  itu ‘alumni Suriah’  dan pernah bergabung dengan ISIS.

Jaksa Tuntut Hukuman Mati Aman Abdurrahman

18 Mei 2018 | 15:40 WIB

Aman Abdurrahman, terdakwa kasus teror bom Thamrin dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum (JPU) yang menganggap Aman sebagai pihak yang bertanggung jawab saat aksi teror awal tahun 2016 lalu.

UAS Minta Polisi Harus Tangkap Orang yang Edit Video Ceramahnya

16 Mei 2018 | 09:19 WIB

Ustadz Abdus Somad (UAS) meminta polisi menangkap orang yang mengedit video ceramahnya dengan tujuan untuk mengesankan dirinya mendukung bom bunuh diri. Apalagi video editan itu disebar paska terjadi teror bom bunuh diri di Surabaya.

Politisi Demokrat Ramadhan Pohan Divonis Tiga Tahun Penjara

15 Mei 2018 | 11:03 WIB

Politisi Partai Demokrat, Ramadhan Pohan divonis  hukuman tiga tahun penjara di Pengadilan Tinggi (PT) Medan. Hukuman ini lebih tinggi dari putusan majelis hakim sebelumnya yakni 15 bulan penjara.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber