politik

Fadli Zon : KSP Dibubarkan Saja

Nana Sumarna | Kamis, 17 Mei 2018 10:32 WIB | PRINT BERITA

ist


JAKARTA, WB - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyebut lembaga kepresidenan yang ada saat ini dinilai terlalu banyak dan hanya menambah anggaran negara. Menurutnya adanya Kantor Staf Presiden (KSP) dinilai melanggar nomenklatur lembaga negara.


"Coba kita hitung dalam UU Kementerian Negara, itu cuma 34 portofolio, KSP itu tidak ada. KSP itu harusnya dibubarkan itu tidak ada dalam nomenklatur, itu membuat satu anggaran baru," kata Fadli di Kompleks Parlemen Senayan.


Politisi Gerindra tersebut juga menyebut KSP dinilai tidak penting lantaran hanya menampung orang-orang yang menjadi relawan Jokowi. Menurut Fadli hal itu merupakan bentuk penyalahgunaan kekuasaan.


"Menurut saya KSP itu kalau perlu dibubarkan saja nggak perlu kok. Dan kita nanti cari pasalnya itu karena cukup ada Setneg (sekretariat negara) dan ada Setkab (sekretariat kabinet) ya," jelasnya.


Sementara itu, menanggapi baru diangkatnya empat staf khusus (stafsus) presiden, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tersebut khawatir hal tersebut hanya untuk urusan menjelang tahun politik. "Nanti kerja buat negara atau kerja untuk calon presiden," ujarnya.


Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menambah empat staf khusus Presiden untuk membantunya menangani berbagai bidang. Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, keempat stafsus Presiden tersebut ditunjuk berdasarkan Keppres yang sudah ditandatangani dan sudah mulai berlaku.


Keempat stafsus Presiden tersebut yakni stafsus untuk acara keagamaan domestik di pondok pesantren Abdul Ghofar Rozin, stafsus bidang keagamaan internasional Siti Ruhayani Dzuhayatin, stafsus Presiden bidang komunikasi kementerian dan lembaga Adita Irawati, dan stafsus bidang ekonomi Ahmad Erani.


Dikutip dari laman resmi KSP, KSP merupakan unit staf kepresidenan, yang dibentuk dengan Perpres No. 26 Tahun 2015 tentang Kantor Staf Presiden, untuk memberi dukungan kepada presiden dan wakil presiden dalam mengendalikan pelaksanaan tiga kegiatan strategis. Yaitu, pelaksanaan program-program prioritas nasional, aktivitas terkait komunikasi politik kepresidenan, dan pengelolaan isu strategis. Perpres No. 26 tersebut dapat dilihat pada informasi publik.[]






EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Usir Islamphobia, Ini yang Dilakukan Para Muslimah Bercadar

20 Mei 2018 | 15:28 WIB

Demi mengusir Islamphobia di  Jakarta, sejumlah wanita muslim bercadar dan beberapa pria berdiri di patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta sambil memegang tulisan “Aku percaya kamu, apakah kamu percaya padaku? Maka peluk saya!”.

Wiranto Senang Amerika Mau Bantu Indonesia Perangi Teroris

18 Mei 2018 | 16:24 WIB

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto menyambut baik kesiapan Amerika Serikat untuk membantu mengatasi persoalan terorisme di Indonesia.

Masuk Daftar `Ulama Pemerintah`, Banyak yang Minta Dicoret namanya

19 Mei 2018 | 14:16 WIB

Munculnya daftar nama 200 mubaligh yang mendapat rekomendasi pemerintah melalui Departemen Agama untuk ceramah menimbulkan polemik karena berpotensi memecah belah kalangan ulama. Buntutnya banyak yang minta namanya dicoret dari daftar itu.

Darmizal Resmikan ReJO Untuk Wilayah Papua

22 Mei 2018 | 12:13 WIB

Relawan Jokowi (ReJO) semakin banyak pendukungnya dan terus mengembangkan sayap perjuangannya. Setelah resmi terbentuk di Jawa Tengah, komunitas pendukung Presiden Joko  Widodo ini terus membentuk kepengurusan di seluruh Indonesia. Senin (21/5/2018), kepengurusan ReJO wilayah Papua sudah diresmikan.

Jimly : Habibie Bisa Tiru Langkah Mahathir

22 Mei 2018 | 11:16 WIB

Presiden RI ketiga BJ Habibie bisa saja kembali menjadi presiden, mengikuti langkah Mahathir Mohammad yang kembali menjadi PM Malaysia di usianya yang sudah 92 tahun.Apalagi  Habibie terpaut 11 tahun lebih muda dari Mahathir.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber