Hukum

Dituduh Teroris dan Radikal, PKS Polisikan Faisal Assegaf

Freddy P | Kamis, 17 Mei 2018 11:13 WIB | PRINT BERITA

Faisal Assegaf /ist

 

JAKARTA, WB – Dalam lama resminya, DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menulis,  PKS secara resmi melaporkan akun @faizalassegaf ke pihak yang berwenang, dalam hal ini Polda Jawa Timur, atas fitnah yang disebarkannya di media sosial terhadap PKS, Rabu (16/05/18). Semoga kita bijak dan bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi.

 

Kutipan itu memastikan  DPP PKS melaporkan Ketua Progres 88 Faizal Assegaf ke Polda Jawa Barat karena melakukan fitnah yang disebarkan melalui media sosial. Dari bukti laporan yang diunggah akun itu di Twitter diketahui kalau laporan dibuat oleh kader PKS bernama Dani Setiawan pada Rabu (16/5/2018) pukul 15.30 WIB.

 

Faizal Assegaf diduga telah mencemarkan nama baik PKS dan menyebarkan ujaran kebencian melalui Facebook dan Twitter.

 

Dani membidik Faizal dengan pasal berlapis yang terdiri dari pasal 45 ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) dan/atau pasal 45A ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

 

Inilah cuitan-cuitan Faizal Assegaf yang dianggap memfitnah PKS:

"Bila rakyat & negara bersatu BUBARKAN PKS, maka kejahatan teroris di negara ini akan sirna. Itu solusinya. setuju=RT anti PKS=Like *FA*".

 

"Di dalam jiwa TERORISME tersembunyi RADIKALISME PKS. Marhaban ya Ramadhan, selamat berjuang menegakkan ajaran Islam yang penuh kasih sayang & toleran demi mengais cinta Allah. Tolak segala bentuk politik bertopeng agama, tetap kompak demi Indonesia yang damai & kebhinekaan. *FA*".

 

"POLLING: Mari bersikap jujur, PKS layak disimpulkan sebagai apa ...? tolong di RT agar pendapat anda diketahui seluruh rakyat; Partai Pembela Teroris, Partai Kaum Radikalis". []

 

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Soal Mahar Politik Bukan Ranah KPK

14 Agustus 2018 | 12:10 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak bisa mendalami dugaan adanya mahar politik sebesar Rp500 miliar tiap parpol yang diduga dilakukan Sandiaga Uno.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber