politik

PPP : Pengibaran Bendera Israel di Papua Bertentangan dengan UUD 1945

Ibra Maulana | Jumat, 18 Mei 2018 14:14 WIB | PRINT BERITA

ist

 

JAKARTA, WB  - Pengibaran bendera Israel oleh sekelompok warga di Papua merupakan tindakan yang bertentangan dengan semangat konstitusi sebagaimana tertuang di alinea pertama pembukaan UUD 1945 yang secara tegas menolak setiap bentuk penjajahan di muka bumi ini.

 

Hal itu disampaikan politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arwani Thomafi menyikapi aksi segerombolan warga Papua yang konvoi sambil mengibarkan bendera Israel tepat di hari peresmian Kedutaan Besar Israel di Yersualem.

 

"Israel secara nyata dan terang telah melakukan penjajahan di Palestina. Aparat penegak hukum harus memastikan setiap tindakan masyarakat tidak bertentangan dengan konstitusi," tegas Waketum PPP, Jumat (18/5/2018).

 

 

Menurut Arwani, sikap politik luar negeri Indonesia yang menempatkan Palestina sebagai jantung politik luar negeri Indonesia harus dimaknai dengan upaya nyata seluruh bangsa Indonesia. Hal itu dilakukan untuk mendukung penuh kemerdekaan Palestina dan menolak setiap tindakan yang makin menjauhkan kemerdekaan Palestina.

 

Oleh karena itu, pihaknya mendesak pemerintah bersikap lebih agresif terkait situasi di Palestina dengan menggunakan berbagai instrumen yang dimiliki. Hal ini untuk mencegah dan mengendurkan eskalasi di Palestina serta memastikan segera kemerdekaan di Palesitna.

 

 

"Keikutsertaan Indonesia dalam forum internasional kerjasama negara-negara harus dimanfaatkan untuk mendukung kemerdekaan Palestina," tambahnya.

 

Selain itu, Arwani juga mengkritisi, kebijakan Amerika yang menempatkan Yerusalem sebagai kantor kedutaan besar Amerika Serikat. Kebijakan tersebut, kata Arwani merupakan tindakan yang menciderai upaya damai yang dirintis selama ini.

 

Sebelumnya, Kapolda Papua Paulus Waterpauw menyampaikan bahwa pawai masyarakat Papua yang membawa bendera Israel hanya karena rasa keagungan masyarakat terhadap bani Israel. Pawai tersebut dilakukan oleh sekelompok kecil umat gereja di tanah Abepura, Jayapura, Papua.

 

 

Menurut Waterpauw kasus tersebut sudah pernah terjadi di tanah Papua. Caranya kata dia memang mereka pawai dengan membawa bendera merah putih, bendera Israel, dan bendera gereja.

 

Lewat pawai itu, mereka yang mengagungkan peristiwa lahirnya manusia melalui bani Israel. Dia akan menaikkan bendera Merah Putih, bendera Israel, dan bendera gerejanya.[]

 

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Inilah Alasan Andi Undru Mario Jadi Wakil Rakyat

18 Juli 2018 | 12:28 WIB

Kapten TNI (Purn) Andi Undru Mario, SSos MSi., telah dinyatakan lolos menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo lewat Partai Gerindra dengan nomor urut 4.

SBY Sakit, Pertemuan dengan Prabowo Terpaksa Ditunda

18 Juli 2018 | 11:34 WIB

Pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, terpaksa ditunda. Padahal seharusnya pertemuan kedua tokoh tersebut berlangsung pada Rabu (18/7/2018).

SIGMA : Jokowi Istimewakan Cak Imin

16 Juli 2018 | 12:06 WIB

Pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (SIGMA), Said Salahudin menilai keistimewaan yang diberikan Joko Widodo (Jokowi) kepada Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar bisa memunculkan kecemburuan bagi parpol pendukung yang lain. Sebab dari lima nama bakal cawapres, Jokowi secara langsung menyebut salah satunya adalah Muhaimin Iskandar.

Airlangga Sambangi Kediaman Mega, Ternyata Ini yang Dibicarakan

17 Juli 2018 | 15:06 WIB

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menjelaskan terkait adanya pertemuan khusus yang terjadi antara Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, pada Senin (16/7).

Rumah Penggagas #2019gantipresiden Dilepar Bom Molotov

19 Juli 2018 | 12:12 WIB

Rumah pribadi Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera yang juga penggagas #2019gantipresiden diteros orang tak dikenal dengan aksi pelemparan bom molotov pada Kamis (19/7/2018) dinihari.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber