politik

Usir Islamphobia, Ini yang Dilakukan Para Muslimah Bercadar

Ibra Maulana | Minggu, 20 Mei 2018 15:28 WIB | PRINT BERITA

ist

 

JAKARTA, WB – Demi mengusir Islamphobia di  Jakarta, sejumlah wanita muslim bercadar dan beberapa pria berdiri di patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta sambil memegang tulisan “Aku percaya kamu, apakah kamu percaya padaku? Maka peluk saya!”.

 

Aksi yang dilakukan saat Car Free Day (CFD) pada Minggu (20/5/2018) itu bertujuan supaya masyarakat tidak memandang rendah wanita bercadar dan pria yang identik dengan janggut serta pakaian muslim, dan dikait-kaitkan dengan pelaku teror. Ini menjadi momen yang mengharukan.

 

 

Artis Kartika Putri pun turut hadir dan memberi dukungan kepada mereka. “Ternyata yang datang bukan cuma muslimah, puasa-puasa ya berkah, terimakasih banyak ya,” kata Kartika Putri di lokasi, Minggu (20/5/2018)

 

Momen demi momen dari pelukan masyarakat kaum hawa meninggalkan keharuan tersendiri bagi mereka. Sembari membisikkan terimakasih kepada si pemeluk.

 

Terkait alasan melakukan aksi sosial ini, salah satu muslimah yang juga merupakan Komunitas Gerak Bareng, Key Widya mengatakan, hal ini dilakukan sebagai bentuk toleransi dan pengakuan bahwa mereka kooperatif terhadap pemerintahan terkait pemeriksaan terorisme yang banyak dilakukan aparat.

 

 

“Karena kita sebagai muslimah ingin dihargai, ingin pengakuan dan toleransi, diperiksa dengan cara yang baik. Kami ingin taat, bukan teroris,” kata Widya.

 

Sementara itu di para wanita muslim bercadar di Karawang, Jawa Barat melakukan aksi simpatik dengan membagikan takjil gratis. Aksi itu dilakukan para mujahidah yang tergabung dalam PW MPI yang merupakan sayap juang DPW FPI Karawang.

 

 

Aksi sosial berupa bagi-bagi takjil gratis kepada masyarakat pengguna jalan yang melintas dilakukan di depan Jalan Raya Alun-alun Masjid Agung Karawang, Jalan Kerta Bumi, Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang.

 

Acara berbagi takjil gratis ini diadakan setiap tahunnya di bulan suci ramadhan, untuk kali ini dikoordinir langsung oleh Ketua PW MPI Karawang ukhti Desy Ermayanti, dimulai pada pukul 17.00 WIB sampai menjelang Adzan Maghrib.

 

“Kegiatan kali ini membagikan 500 takjil gratis, takjil gratis ini berisi kolak dan es buah,” terangnya.

 

Kegiatan lain dari MPI Karawang adalah berupa bakti sosial yang tidak hanya dilakukan di bulan ramadhon saja.  Bakti sosial sering kali dilakukan MPI dengan memberikan santun kepada yatim piatu, panti jompo dan korban bencana alam. []

 

 

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

LSI : Elektabilitas Jokowi Masih Tinggi Dibanding Calon Lain

10 Juli 2018 | 15:18 WIB

Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, menyimpulkan bahwa elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (capres) untuk Pilpres 2019, paska pelaksanaan pilkada serentak dinilai masih tertinggi dibanding calon lainnya. Elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta itu naik menjadi 49,30 persen dari 46 persen pada Mei.

Soal Cawapres, PAN Mau ada Kekeluargaan

13 Juli 2018 | 10:54 WIB

Partai Amanat Nasional (PAN), masih meyakini jika pembahasan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo akan dibicarakan secara kekeluargaan sesama koalisi. Hal ini terkait klaim Demokrat di mana Prabowo Subianto akan mengambil Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres.

Khofifah Siap Jadi Timses Jokowi

09 Juli 2018 | 14:31 WIB

Calon Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, kembali menyampaikan komitmen dukungannya terhadap bakal calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi).

Anies Dipinang Pilpres, Moeldoko : Siapapun Punya Kesempatan

09 Juli 2018 | 15:07 WIB

Nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, disebut-sebut berpeluang menjadi calon presiden (capres) di pemilihan presiden 2019 mendatang. Menyikapi itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menanggapi isu tersebut.

Pengamat : Tudingan TGB Dukung Jokowi Terlalu Dini

12 Juli 2018 | 11:45 WIB

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuang Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi mendukung Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan kepemimpinannya sebagai presiden. Menyikapi hal itu, analis politik dari lembaga survei Kedai Kopi, Hendri Satrio menilai terlalu dini jika hal tersebut dinilai sebagai keberpihakan.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber