nasional

NU dan Muhammadiyah Pertanyakan 200 Mubaliqh Hasil Rilis Kemenag

Purnama | Senin, 21 Mei 2018 10:16 WIB | PRINT BERITA

ist

JAKARTA, WB - Kementerian Agama (Kemenag) baru saja merilis daftar rekomendasi 200 mubaligh yang bisa menjadi rujukan di bulan Ramadhan tahun ini. Namun, daftar itu kemudian memicu kontroversi.


Pasalnya, menyebarkan nama-nama ulama rekomendasi dalam pandangan Ketua Umum PB NU, Said Aqi, justru bisa menimbulkan kegaduhan baru. Oleh karena itu, ia menilai, rekomendasi Kemenag itu mungkin tujuannya baik, tapi cara penyampaiannya kurang tepat.


"Selebihnya adalah penceramah baik, mencapai ribuan. Di gedung PBNU ini saja jumlah ulama baik banyak. Contohnya ada Kyai Dulmanan, Mujib Qolju, Syamsul Maarif, Asrorun Ni`am," ujar Said.


Sementara itu, Ketua Lembaga Khusus Dakwah (LDK) PP Muhammadiyah, Muhammad Ziyad, menilai langkah Kementerian Agama merilis 200 nama mubaligh atau pendakwah yang direkomendasikan, itu kurang tepat. Hal ini justru akan membuat umat Muslim terbelah.


Ia berpendapat, dampaknya akan menimbulkan pembelahan di tengah umat dan sekaligus melahirkan persepsi yang kurang kondusif bagi bangunan soliditas nasional. Ada kesan bahwa 200 orang yang direkomendasikan Kemenag itu pembela NKRI dan bervisi kebangsaan, sedangkan yang lainnya, yang tidak termasuk dalam daftar tersebut, seakan-akan sebaliknya.


"Padahal, ribuan mubaligh diluar daftar tersebut tergolong hebat dan memenuhi ketentuan Kemenag. Sebaiknya data itu dimatangkan dulu sebelum dirilis. Bahkan, di antara nama 200 orang itu saja, ada yang kurang valid," kata Ziyad.


Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Data, dan Informasi Sekretaris Jenderal Kemenag, Mastuki, sebelumnya mengatakan, tidak ada maksud untuk memperkeruh atau membuat gaduh umat Islam. Karena itu, Kemenag berharap daftar tersebut disikapi dengan baik dan dipahami oleh masyarakat.[]






EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Puluhan Penumpang KM Arista Tenggelam

14 Juni 2018 | 13:08 WIB

Kapal Patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) terus mencari korban tenggelamnya kapal nelayan KM. Arista di perairan Pulau Khayangan, Makassar.

Lebaran Tahun Ini Jokowi Rayakan di Bogor

14 Juni 2018 | 11:15 WIB

Untuk lebaran tahun ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi), akan merayakan Hari Raya Idul Fitri di Istana Bogor, Jawa Barat.

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal Jumat 15 Juni 2018

14 Juni 2018 | 20:32 WIB

Pemerintah menetapkan Hari Lebaran 2018 jatuh pada Jumat (15/6/2018). Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menetapkan setelah Kementerian Agama menggelar Sidang Itsbat Awal Syawal 1439 Hijriah di Kantor Kemenag MH Thamrin Jakarta, Kamis (14/6/2018).

Dihantam Ombak, KM Sinar Bangun Tenggelam di Danau Toba

18 Juni 2018 | 23:30 WIB

Dugaan sementara penyebab Kapal Motor Sinar Bangun  tenggelam di Perairan Danau Toba, Sumatera Utara pada Senin (18/6/2018) petang karena tali kemudi kapal putus dan hantaman ombak besar.

Densus Amankan 4 Terduga Teroris di Cimahi

20 Juni 2018 | 14:04 WIB

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Syahar Diantono, menjelaskan, total terdapat empat terduga teroris yang diamankan oleh Densus 88 Antiteror pada Selasa (20/6/2018) di daerah Cimahi, Jawa Barat.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber