ekonomi

DPR Tolak Kebijakan Impor Beras

Nana Sumarna | Rabu, 23 Mei 2018 16:15 WIB | PRINT BERITA

ist


JAKARTA, WB - Anggota Komisi IV DPR, Hermanto, menolak tegas kebijakan impor beras yang kembali dilakukan pemerintah baru-baru ini. Menurutnya, impor beras merupakan kebijakan yang tidak mendukung kedaulatan pangan dan berimplikasi pada semakin miskinnya petani.


Hermanto menanggapi diterbitkannya izin impor beras sebanyak 500 ribu ton oleh  Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang berlaku hingga Juli 2018.  Padahal, Kemendag sebelumnya juga telah menerbitkan izin impor dengan besaran yang sama,  500 ribu ton.


"Kenaikan harga beras saat ini merupakan kondisi yang sengaja diciptakan agar memberi peluang beras impor masuk kedalam sistem pasar," kata Hermanto lewat keterangan tertulisnya yang diterima wartabuana.com, Rabu (23/5/2018).


Sebelumnya, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan izin impor dikeluarkan karena pasokan beras dalam negeri kurang meskipun sebelumnya telah dikeluarkan izin impor beras 500 ribu ton.  Menurutnya,  tanda adanya kekurangan pasokan ialah harga beras yang masih tinggi di pasaran. Harga tersebut masih di atas harga eceran tertinggi (HET).


"Ketiadaan koordinasi antara Kemendag dan Kementan telah menimbulkan situasi yang absurd. Kondisi ini dimanfaatkan oleh para pelaku usaha untuk mengambil keuntungan besar dengan menaikan harga beras. Harga beras medium lalu naik dan bertahan diatas HET. Selanjutnya Pemerintah memutuskan untuk impor beras," ulasnya.


Dengan akan masuknya beras impor tersebut petani tidak diuntungkan dengan kenaikan harga beras saat ini. Kemendag, kata dia, hanya mencari pembenaran untuk melakukan impor beras.



"Semestinya pemerintah bisa mengatasi kenaikan harga beras dengan mengoptimalkan penyerapan pembelian beras dari petani dimana saat ini telah masuk musim panen," jelasnya.[]







EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Musim Panas ini Buwas Jamin Stok Beras Aman

13 Juli 2018 | 09:47 WIB

Memasuki musim panas, Direktur Utama Bulog, Budi Waseso (Buwas) menjamin stok beras dimusim kemarau akan aman. Bahkan ia menjamin beras masih tersedia hingga akhir tahun.

Akhirnya Indonesia Akuisisi Saham Freeport

12 Juli 2018 | 18:31 WIB

Pemerintah Indonesia melalui holding BUMN pertambangan, PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum), resmi mengakuisisi 51 persen saham PT Freeport Indonesia (FI). Hal itu ditandai dengan ditandatanganinya Head of Agreement (HoA) antara PT Inalum (Persero) dengan Freeport McMoran selaku induk dari PTFI pada hari ini, Kamis (12/7/2018).

Rupiah Kembali Melempem

12 Juli 2018 | 11:29 WIB

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi bergerak melemah 56 poin menjadi Rp 14.441 dibanding posisi sebelumnya Rp 14.385 per dolar AS.

Menteri Ini Bilang, Piala Dunia Picu Naiknya Harga Telur Ayam

17 Juli 2018 | 07:22 WIB

Selain soal pakan ternak yang naik gegara dolar melonjak menjadi pemicu tingginya harga telur ayam, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita punya asumsi lain. Menurutnya, perhelatan Piala Dunia 2018 ikut andil mendongkrak harga telur.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber