Hukum

Merasa Jadi Korban Mafia Hukum, Keluarga Iwan Liman Lapor ke Komnas HAM

Freddy P | Rabu, 23 Mei 2018 09:19 WIB | PRINT BERITA

Melia Chandra dan Angeline saat mengadu ke Komnas HAM /ist

 

JAKARTA, WB – Hampir semua upaya mencari keadilan telah dilakukan keluarga Iwan Cendikia Liman alias Iwan Liman yang dituding gelapkan mobil mewah. Bahkan, demi bisa hadiri hari kelulusan Angeline (12), putrinya, keluarga Iwan Liman minta bantuan Komnas HAM.

 

Kehadiran Angeline di Komnas  HAM, Selasa (22/5/2018) siang didampingi Melia Chandra, neneknya dan beberapa kerabat. Ada dua permintaan  keluarga Iwan Liman kepada Komnas HAM, pertama meminta perlindungan karena sudah merasa menjadi korban mafia hukum kasus Iwan Liman, kedua meminta Komnas HAM bisa membantu agara Iwan Liman bisa hadir di acara kelulusan putrinuya pada Juni nanti.

 

Permintaan Angeline itu merupakan permintaan tulus dari seorang bocah yang sudah lebih dari setahun terpisah dari ayahnya yang kini mendekam dalam Rumah Tahanan (Rutan) Salemba. Selain ingin melepas rindu, bocah itu ingin ayahnya ada di saat bahagia kelulusannya dari jenjang sekolah dasar.

 

Terkait kasus yang menimpa Iwan Liman, berawal dari laporan Rezky Herbiyono, pengusaha yang juga menantu mantan pejabat tinggi Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Sekedar mengingatkan, ulah Nurhadi saat itu menjabat Sekretaris MA sempat kontroversi lantaran memberikan iPod sebagai souvneir pernikahan putrinya Rizqi Aulia Rahmi dan Rezky Herbiyono.

 

Iwan Cendikia Liman /ist

Menurut Melia Chandra,  kepada Majelis Hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rezky Herbiyono mengaku punya utang puluhan miliar rupiah kepada Iwan Liman. Bahkan pernah pula berjanji akan mengembalikannya dengan cara di cicil.

 

“Tapi belum di cicil, Iwan sudah dilaporkan Rezky Herbiyono dengan tuduhan pencurian dan penggelapan  mobil Ferari,” ungkap Melia Chandra.

 

Dari pengakuan di persidangan dan sejumlah bukti bukti, Melia Chandranmeyakiniputranya tidak bersalah. “Tetapi kok malah Iwan yang dikurung? Ini ada apa? Kalau memang tidak bersalah, jangan perlakukan kami seperti ini? “Iwan Liman adalah tulang punggung keluarga dan sudah satu tahun Iwan tidak bekerja. Jadi jujur saja kami kehilangan tulang punggung keluarga serta sosok Ayah bagi anak-anak nya,” ungkap Melia Chandra.

 

Anehnya lagi menurut Melia Chandra, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yulianto Ariwibowo saat mengajukan permohonan Kasasi ke MA atas perkara penggelapan yang dituduhkan kepada Iwan Liman, menyelipkan kasus narkoba dengan terdakwa orang lain .

 

Sebelumnya, Iwan Liman didakwa melakukan tindak pidana penggelapan Pasal 372 KUHP, sesuai dengan vonis ditingkat pertama Pengadilan Negeri Jakarta Barat dengan No:1267/Pid.B/2017/PN.Jkt.Brt dan dikuatkan putusan banding di tingkat Pengadilan Tinggi DKI No:331/PID/2017/PT.DKI. Dan Mahkamah Agung RI pun menolak Kasasi, Iwan Liman. Padahal Iwan Cendikia sebagai penerima pengalihan hak fidusia dari PT Mitsui Leasing Capital Indonesia.

 

Melia Chandra menduga kuat kasus yang menjerat anaknya itu dipaksakan dan diduga kuat ada campur tangan yang menginginkan Iwan dijebloskan masuk penjara.

 

Perkara mobil Ferrari 458 Speciale milik Rezky Herbiyono ditarik leasing PT Mitsui Leasing Capital Indonesia. Lantaran sebagai debitur Rezky telah gagal memenuhi kewajibannya untuk melunasi cicilan mobil tersebut.

 

Pihak leasing kemudian menawarkan mobil tersebut kepada Iwan Liman, dengan status unit tarikan. Setelah dilunasi oleh Iwan Liman sebesar Rp10,2 miliar, pengusaha itu mendapatkan BPKB dan STNK mobil itu.

 

Surat Penjualan Unit Tarikan tertanggal 25 Oktober 2016 dari Anton Teddy  selaku Kepala Cabang PT.Mitsui Capital Leasing Indonesia membuat Iwan Liman melakukan pembayaran via transfer c Rp 6.200 000. 000 ke rekenlng Bank BCA Nomor 5485678911 atas name PT. Mitsui Leasing Capital lndonesia.

 

Setelah pelunasan tersebut, Anton Teddy menyerahkan BPKB dan Form A, Faktur Asli, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Plat Nomor Kendaraan B 1 WTF, Surat Pelepasan Hak dan Blangko Kwitansi. Dengan demikian kepemilikan mobil tersebut telah beralih kepada Iwan Liman.

 

Namun kejanggalan kasus ini nampak, ketika dikeluarkannya Surat Keterangan Lunas Pembiayaan tertanggal 25 Oktober 2016 oleh PT Mitsui Leasing Capital Indonesia, yang ditandatangani, Anton Teddy selaku Kepala Cabang, menegaskan bahwa hutang debitur atas nama Rezky Herbiyono sejumlah Rp 12.000.000.000,- telah dilunasi pada tanggal 31 Agustus 2016. Rezky Herbiyono pun melaporkan Iwan Cendekia Liman ke Polisi atas tuduhan penggelapan.

 

Kejanggalan lainnya terjadi pada saat Pengadilan Negeri Jakarta Barat, yakni hari yang sama dengan pembacaan requisitoir dan pleidooi, yaitu tanggal 16 Oktober 2017, Majelis Hakim membacakan putusannya.

 

Hal tersebut tidak memcerminkan persidangan yang adil karena pembacaan tuntutan, pembelaan serta putusan semua dilakukan dalam satu hari yaitu pada tanggal 16 Oktober 2017.[]

 

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Soal Mahar Politik Bukan Ranah KPK

14 Agustus 2018 | 12:10 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak bisa mendalami dugaan adanya mahar politik sebesar Rp500 miliar tiap parpol yang diduga dilakukan Sandiaga Uno.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber