nasional

Ditanya Kyai Soal PKI, Ini Jawaban Jokowi

Ibra Maulana | Jumat, 25 Mei 2018 10:19 WIB | PRINT BERITA

ist

JAKARTA, WB - Presiden Joko Widodo (Jokowi), ternyata pernah diinterogasi empat mata oleh kyai salah satu pengasuh pondok pesantren. Saat itu Jokowi ditanyai oleh Kyai, apakah dirinya anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Beliau (kyai) hanya meminta klarifikasi, tabayun untuk yang berkaitan dengan tuduhan PKI itu, karena memang yang namanya politik itu kadang-kadang jahatnya seperti itu," kata Presiden Jokowi saat mengunjungi salah satu pondok pesantren belum lama ini.

Ia pun kemudian menjelaskan, saat PKI dibubarkan di tahun 1965 dirinya masih berusia 3-4 tahun. Jadi, tidak mungkin ia menjadi anggota PKI.

"Masa ada PKI balita? Logikanya enggak masuk tapi ada yang mempercayai," ujarnya Jokowi, dikutip dari laman setkab.go.id, Jumat (25/5/2018).

Setelah tuduhan yang dialamatkan kepadanya telah dibantah, lanjut Jokowi, kemudian tuduhan PKI ditujukan kepada orang tuanya. Padahal, lanjutnya, sangat mudah sekali untuk mencari tahu silsilah keluarganya. Terlebih, di Solo banyak sekali cabang ormas-ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, Parmusi, dan lain-lain yang bisa dengan cepat dan mudah mencari tahu silsilah keluarganya.

"Tanya saja ke masjid dekat rumah orang tua saya, di dekat rumah saya, gampang sekali. Siapa kakek-nenek saya, siapa Ibu/Bapak saya gampang sekali mengecek, enggak ada yang bisa ditutupi sekarang ini," tegas Jokowi.

Jokowi mengaku akan menjawab tuduhan yang dialamatkan kepadanya agar isu-isu tersebut tidak berkembang terus. Ia juga mengingatkan, agar masyarakat tidak mudah curiga dan berprasangka buruk antar sesama.

"Kenapa yang tidak kita kembangkan yang khusnul tafahum, yang penuh dengan rasa kecintaan terhadap saudara-saudara kita, berprasangka selalu positif, berprasangka selalu baik," kata dia.

Presiden juga mengingatkan masyarakat agar tak mudah percaya terhadap isu-isu terutama yang muncul di media sosial. Berbeda dengan koran dan stasiun televisi yang memiliki redaktur yang bisa menyaring, menurut dia, di media sosial setiap orang bisa berpendapat dan mengunggah konten tanpa disaring.

"Jangan sampai hal-hal tidak ada filter itu kita percayai. Tolong klarifikasi, tolong ditanyakan kepada yang lain sehingga ada penyaringnya," ujarnya.

Presiden pun mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial.

"Omongan banyak yang satu sampai seratus dipotong hanya lima, konteksnya tidak pas, menjadi tidak benar. Kita percaya, ya bisa keliru," pesan Jokowi.[]




 

EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Mutasi TNI, Letjen Andika Perkasa Jabat Pangkostrad

14 Juli 2018 | 14:12 WIB

Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklatad), Letjen TNI Andika Perkasa dipromosikan menjabat sebagai Panglima Komando Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad), Letjen TNI Andika akan menggantikan Letjan Agus Kriswanto yang akan memasuki masa pensiun.

Kemenpora Siapkan Bonus 250 Juta untuk Lalu Zohri

14 Juli 2018 | 13:12 WIB

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, akan memberikan bonus untuk juara dunia lari 100 meter U-20, Lalu Muhammad Zohri. Kemenpora akan mengguyur bonus pemuda asal Pulau Lombok itu sebesar Rp250 juta

Kejar Paket C, Nilai Ujian Menteri Susi Tertinggi di Ciamis

14 Juli 2018 | 11:36 WIB

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti akhirnya resmi lulus ujian kesetaraan paket C jurusan IPS. Nilai Susi menjadi yang tertinggi dalam periode ujian paket C yang diikutinya pada Mei lalu.

Selama Pilkada 2018, Bawaslu Catat 3.133 Kasus Pelanggaran

17 Juli 2018 | 14:20 WIB

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), merilis data terkait pelanggaran selama Pilkada 2018. Bawaslu mencatat ada 3.133 kasus pelanggaran baik berupa hasil temuan maupun hasil laporan.

Samantha Edithso, Pecatur Cilik Indonesia Sabet Juara Dunia

18 Juli 2018 | 14:14 WIB

Bendera merah putih Indonesia kembali berkibar lewat prestasi atlet olahraga. Kali ini, Indonesia mendapatkan juara satu di Kejuaraan Dunia Catur FIDE World Championship U-10 2018 di Kota Minks, Belarusia. Wakil Indonesia adalah Samantha Edithso, pecatur berusia 10 tahun asal Bandung, Jawa Barat.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber