Hukum

Alifian Tanjung Divonis Bebas, Langsung Bicara #2019gantipresiden

Anggi SS | Rabu, 30 Mei 2018 17:26 WIB | PRINT BERITA

Alfian Tanjung /ist

 

JAKARTA, WB – Setelah divonis bebas, Alfian Tanjung langsung promosi hastag @2019gantipresiden. Ia menegaskan, cara menghadapi gerakan komunis dan PKI adalah dengan tidak memilih pemimpin pendukung  mereka.

 

Majelis Hakim  di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (30/5/2018) memvonis bebas Alfian Tanjung karena dianggap tidak terbukti bersalah melakukan ujaran kebencian lewat cuitan 'PDIP 85% isinya kader PKI' di akun Twitter. Vonis bebas itu disebut Alfian sebagai sikap jelas agar Indonesia melawan gerakan komunis.

 

"Maka putusan ini kita jelas akan menghadapi gerakan komunis dan PKI, dengan cara tidak memilih pemimpin mendukung mereka, 2019 ganti presiden," kata Alfian usai menjalani sidang pembacaan vonis.

 

Alfian menilai hakim telah bersikap adil dengan memvonis bebas. Menurutnya, hakim sependapat dengannya dalam melihat gerakan komunis yang mulai masuk ke Tanah Air. "Hakim terima kasih telah bersikap fair dan adil sesuai fakta hukum berhubungan keutuhan NKRI. Karena kita menangkap gejala invasi komunis internasional," tutur Alfian.

 

Di tempat yang sama, putra Alfian Tanjung, Iqbal Almaududi, menyebutkan ucapan ayahnya mengenai bahaya komunisme untuk kepentingan umum. Iqbal menilai posting-an ayahnya di media sosial tidak bermaksud menyerang siapa pun.

 

"Dalam sidang seperti Pak Yusril sangat menjelaskan bahwa Ustaz Alfian tak bisa kena delik pidana, karena beliau menyampaikan komunisme mengenai kepentingan umum, beliau tak serang siapa pun individu hanya sampaikan komunis sangat bahaya," tutur Iqbal.

 

Sebelumnya, Alfian bebas dari tuntutan 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Alfian tidak terbukti bersalah melakukan ujaran kebencian lewat cuitan 'PDIP 85% isinya kader PKI' di akun Twitter karena dianggap hakim hanya melakukan copy-paste dari media. []

 

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Wakil Ketua Komisi VII Diciduk KPK

14 Juli 2018 | 07:59 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menciduk anggota DPR RI. Kali ini lembaga anti rasuah itu menciduk Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber