Hukum

KPK Akan Periksa Bambang Soesatyo Sebagai Saksi Korupsi KTP-e

Ibra Maulana | Senin, 04 Juni 2018 09:29 WIB | PRINT BERITA

Bambang Soesatyo /ist

 

JAKARTA, WB - Ketua DPR Bambang Soesatyo akan dipanggil Komisi Pemberantasan Koruspsi (KPK) untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan paket KTP-elektronik (KTP-e) pada harfi ini, Senin (4/6/2018).

 

"Iya termasuk yang diagendakan Senin. Besok untuk penyidikan Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Minggu (3/6/2018) sambil menegaskan bahwa penyidikan kasus korupsi KTP-e masih terus berjalan.

 

Selain Bambang, KPK pada pekan depan juga akan memanggil saksi lainnya dari unsur anggota DPR RI sebagai saksi dalam penyidikan korupsi KTP-e.

 

"Penyidikan KTP-e masih terus berjalan, kami masih perlu periksa saksi-saksi. Minggu depan rencana diagendakan pemeriksaan sejumlah saksi dari DPR," ucap Febri.

 

Pemanggilan sejumlah anggota DPR itu, kata dia, untuk mengonfirmasi dua hal, yakni aliran dana dan proses penganggaran terkait KTP-e.

 

"Selain itu, beberapa saksi kami klarifikasi juga terkait proses pengadaan. Jadi, informasi yang kami butuhkan beragam," tuturnya.

 

Febri juga menyatakan bahwa surat panggilan KPK terhadap para saksi yang akan diperiksa mulai Senin (4/6/2018) sudah disampaikan sesuai aturan. "Jadi, kami harap saksi-saksi yang dipanggil memberikan contoh baik dan hadir memenuhi kewajiban hukum tersebut," kata Febri.

 

Irvanto yang merupakan keponakan Setya Novanto telah ditetapkan sebagai tersangka bersama Made Oka Masagung, pengusaha sekaligus rekan Novanto pada 28 Februari 2018 lalu.

 

Irvanto diduga sejak awal mengikuti proses pengadaan KTP-E dengan perusahaannya yaitu PT Murakabi Sejahtera dan ikut beberapa kali pertemuan di ruko Fatmawati bersama tim penyedia barang proyek KTP-E, ia juga diduga telah mengetahui ada permintaan "fee" sebesar lima persen untuk mempermudah proses pengurusan anggaran KTP-e.

 

Irvanto diduga menerima total 3,4 juta dolar AS para periode 19 Januari-19 Februari 2012 yang diperuntukkan kepada Novanto secara berlapis dan melewati sejumlah negara.

 

Sedangkan Made Oka adalah pemilik PT Delta Energy, perusahaan SVP dalam bidang "investment company" di Singapura yang diduga menjadi perusahaan penampung dana.

 

Made Oka melalui kedua perusahaannya diduga menerima total 3,8 juta dolar AS sebagai peruntukan kepada Novanto yang terdiri atas 1,8 juta dolar AS melalui perusahaan OEM Investment Pte.Ltd dari Biomorf Mauritius dan melalui rekening PT Delta Energy sebesar 2 juta dolar AS.

 

Made Oka diduga menjadi perantara uang suap untuk anggota DPR sebesar lima persen dari proyek KTP-e

 

Keduanya disangkakan pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.[]

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Jebolan Finalis Indonesian Idol jadi Begal Mobil

20 September 2018 | 14:35 WIB

Dede Richo Ramalinggam, (Dede Idol), dibekuk Polisi lantaran terlibat kasus pencurian spesialis pecah kaca di kawasan Tangerang Selatan.

Polisi Ungkap Peredaran Shabu dalam Kotak Pensil

21 September 2018 | 16:18 WIB

Polisi berhasil mengungkap penyelundupan narkoba jenis sabu dengan modus baru. Pelaku menyimpan narkoba di kotak pensil warna. Jaringan ini terkait jaringan narkoba Indonesia-Uganda.

Fans Persija Tewas Dikeroyok Bobotoh Baru Pulang dari Jogyakarta

24 September 2018 | 11:21 WIB

Haringga Sirila (23) yang tewas tragis dikeroyok oknum bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jawa Barat nyari selalu hadir di setiap laga Persija meski di luar kota.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber