ekonomi

BI akan Turunkan DP KPR Rumah

Purnama | Sabtu, 23 Juni 2018 12:18 WIB | PRINT BERITA

ist

JAKARTA, WB - Bagi Anda0 yang ingin memiliki rumah dengan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR), informasi ini memberikan angin segar. Pasalnya akan ada aturan uang muka (Down Payment) diperkecil.


Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, BI akan melonggarkan nilai pinjaman bank terhadap harga aset (loan to value/LTV) untuk pembelian rumah.


Namun, Perry belum dapat memastikan secara rinci, berapa besar pelonggaran LTV rumah. Karena rencana ini masih akan dibahas dalam Rapat Dewan Gubernur BI pada 27-28 Juni 2018.


Perry sedikit membocorkan, kemudahan pengajuan kredit rumah akan berasal dari sisi pembayaran uang muka. Dan, mekanisme jika masyarakat ingin membayar rumah yang masih dalam tahap pemesanan (indent), pelonggaran dalam jangka waktu pembayaran pinjaman.


"Detailnya akan kami ungkapkan setelah RDG," ujarnya.


Kebijakan pelonggaran LTV rumah merupakan salah satu amunisi BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, karena instrumen kebijakan moneter akan dioptimalkan untuk memelihara stabilitas perekonomian, termasuk nilai tukar rupiah.


Perry meyakini pelonggaran aturan LTV akan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan perumahan. Saat ini, menurut dia, permintaan kepemilikan rumah, terutama dari kalangan masyarakat pekerja berusia 36-45 tahun cukup tinggi. Namun, harga aset rumah juga melonjak setiap tahunnya.


Maka dari itu, stimulus pelonggaran pembiayaan diperlukan untuk mendorong daya beli dan perekonomian secara keseluruhan.


"Untuk itulah, kami longgarkan supaya masyarakat bisa memenuhi kebutuhan papannya," katanya.


Sekedar informasi, LTV adalah porsi kredit atau jumlah pembiayaan yang bisa diberikan bank kepada pemohon kredit dengan jaminan berupa properti atau kendaraan. Saat ini, LTV untuk rumah tapak pertama tipe di atas 70 meter-persegi sebesar 85%. Artinya, uang muka yang dibebankan kepada peminjam sebesar 15%-nya.

Ketentuan itu berlaku sesuai PBI No 18/16/PBI/2016 tentang Rasio Loan to Value untuk Kredit Properti, Rasio Financing to Value untuk Pembiayaan Properti, dan Uang Muka untuk Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor.[]






EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Musim Panas ini Buwas Jamin Stok Beras Aman

13 Juli 2018 | 09:47 WIB

Memasuki musim panas, Direktur Utama Bulog, Budi Waseso (Buwas) menjamin stok beras dimusim kemarau akan aman. Bahkan ia menjamin beras masih tersedia hingga akhir tahun.

Akhirnya Indonesia Akuisisi Saham Freeport

12 Juli 2018 | 18:31 WIB

Pemerintah Indonesia melalui holding BUMN pertambangan, PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum), resmi mengakuisisi 51 persen saham PT Freeport Indonesia (FI). Hal itu ditandai dengan ditandatanganinya Head of Agreement (HoA) antara PT Inalum (Persero) dengan Freeport McMoran selaku induk dari PTFI pada hari ini, Kamis (12/7/2018).

Rupiah Kembali Melempem

12 Juli 2018 | 11:29 WIB

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi bergerak melemah 56 poin menjadi Rp 14.441 dibanding posisi sebelumnya Rp 14.385 per dolar AS.

Menteri Ini Bilang, Piala Dunia Picu Naiknya Harga Telur Ayam

17 Juli 2018 | 07:22 WIB

Selain soal pakan ternak yang naik gegara dolar melonjak menjadi pemicu tingginya harga telur ayam, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita punya asumsi lain. Menurutnya, perhelatan Piala Dunia 2018 ikut andil mendongkrak harga telur.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber