nasional

ROV Lebih Canggih Digunakan untuk Evakuasi Korban KM Sinar Bangun

Ibra Maulana | Minggu, 01 Juli 2018 08:14 WIB | PRINT BERITA

Petugas sedang tuurnkan ROV ke dasar Danau Toba/ist

 

WARTABUANA – Setelah alat canggih Remotely Operated Vehicle (ROV) milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang diturunkan ke dasar Danau Toba terlilit tali, Basarnas akan mendatangkan ROV yang lebih canggih untuk melakukan evakuasi KM Sinar Bangun.

 

Anggota Lamtamal sedang berusaha membebaskan ROV tersebut dari lilitan tari. Hal itu dibenarkan Dan lamtalmal I Belawan Ali Triswanto. Menurutnya, pihak TNI AL ikut dan berusaha membantu Basarnas untuk melapaskan lilitan tersebut.

 

"Iya, benar. Kita juga sedang ikut dan berusaha melepaskan tali itu. Caranya jangkar yang diturunkan dapat melilit di ROV," ujar Ali di Pelabuhan Tiga Ras, Sabtu (30/6/2018).

 

Terkait visual terkini, kata Ali masih sesuai yang sebelumnya direkam. Jenazah yang terekam masih pada posisi tetap.

 

Untuk membantu evakuasi jenazah ROV akan didatangkan dari Surabaya. Direncanakan akan tiba hari ini dengan menggunakan pesawat hercules.

 

Terkait ukuran, alat tersebut jauh lebih besar dari ROV sebelumnya. Untuk keseluruhan, peralatan sebanyak tiga kontainer. "Alat baru ini akan sampai hari ini. Insya Allah sedang diusahakan. Lalu kapal ferry akan membawa kontainer ini. Ukurannya cukup besar hingga total keseluruhan tiga kontainer. Kita doakan hari ini bisa sampai," tambah Ali.

 

Saat disinggung tentang alat yang didatangkan dari Singapura, dia menyebutb bahwa alat yang dimaksud adalah ROV yang akan didatangkan dari Surabaya. "Alat itu milik perusahaan swasta Indonesia namun dibuat di Singapura," jelasnya.

 

Alat tersebut difokuskan untuk mengangkat korban. Sementara penggunaan pukat juga akan dipertimbangkan agar tidak sampai merusak keutuhan tubuh jenazah para korban.

 

Ketika evakuasi, untuk penyelam sudah siap turun. Namun diakuinya, akibat beberapa kendala penyelam hanya bisa turun 50 meter.

 

Arus air di kedalaman 20-30 meter juga kencang. Sedangkan untuk di dasar danau diperkirakan minim arus, sehingga jenazah diperkirakan tetap di posisi.[]

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

KPK : Kasus Bank Century Tidak Berhenti

20 September 2018 | 14:43 WIB

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, pihaknya tidak berhenti dalam menelusuri kasus mega korupsi Bank Century.

Rupiah Masih Letoy, Moeldoko : Ekonomi Kita Aman

18 September 2018 | 13:49 WIB

Menyikapi nilai rupiah yang kian letoy, Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko mengungkapkan kegiatan perekonomian yang terintegrasi secara global telah mempengaruhi kondisi ekonomi domestik, seperti halnya nilai tukar rupiah yang kian melemah

BPJS Kesehatan Alami Defisit DPR Putar Otak

18 September 2018 | 08:08 WIB

Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf M. Efendi menyarankan kepada pemerintah agar tidak setengah-setengah mengatasi masalah defisit terkait BPJS Kesehatan.

Kisruh Impor Beras, Jokowi Panggil Mendag dan Dirut Bulog

20 September 2018 | 14:23 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi), meminta Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution, guna memanggil Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Dirut Bulog Budi Waseso, agar menyelesaikan kisruh mengenai impor beras.

Ideologi Pancasila Mulai Pudar, Yuk Kuatkan Lewat Pelatihan Juru Bicara Pancasila

22 September 2018 | 17:26 WIB


Musim politik saat ini, begitu menguatnya politisasi agama yang seolah membuktikan falsafah kebangsaan yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa sebelumnya mulai tergerus.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber