Film

`11:11 Apa Yang Kau Lihat?`, Film Horor Bawah Laut

Anggi SS | Jumat, 29 Juni 2018 17:47 WIB | PRINT BERITA

Para pendukung Film 11:11 Apa Yang Kau Lihat? /mm

 

WARTABUANA – Pangsa pasar film bergenre horor sedang bergairah. Banyak film horor diminati penonton, namun tidak sedikit juga yang jauh dari harapan pembuatnya.   Meski demikian tak menyurutkan niat Layar Production dan Cinema Delapan menggarap film berjudul “11:11 Apa Yang Kau Lihat?”.

 

Menurut Fitrin Hapsari Sukainah selaku Eksekutif Produser, angka 11:11 tersebut memiliki arti  tersendiri. “Ya angka ini kan katanya disebut-sebut sebagai gerbang neraka. Ini juga bisa menunjukkan waktu dan jawabannya bisa kita lihat di film ini,” terangnya saat ditemui di XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/6/2018).

 

Fitrin menjamin film ini berbeda dari film horor Indonesia pada umumnya. "Di film ini akan kita sajikan horor dalam laut, ini rasanya belum pernah ada di film horor lainnya. Ini jadi sesuatu yang beda dan menarik," ujar Fitrin.

 

Agar sesuai dengan tuntutan cerita, produksi film ini akan dilakukan di Lampung, Bali dan Jakarta. Istimewanya, para pemain utama film yang akan tayang pada November mendatang ini harus bisa menyelam (diving) di laut.

 

Walaupun bergenre horor, Fitrin memastikan kalau film 11:11 akan dibalut pesona keindahan laut yang sanggup memanjakan mata. "Penonton akan kita manjakan dengan keindahan panorama alam dalam laut termausk pantai- pantainya yang keren, jadi ada unsur travelingnya juga," jelasnya.

 

Film ini ibintangi Rendy Kjaernett, Twindy Rarasati, Bayu Anggara, Fauzan Smith dan Lady Nayoan serta disutradarai Andy Manopo.

 

Sinopsis

Di sebuah laut di lepas pantai Tanjung Biru. bulan purnama menyinari. Tampak sebuah kapal misterius. Dua orang perampok duduk di atas kapal. Mereka melihat jam dengan gelisah. Tampak jam menunjukkan 11:11. Sekarang saatnya mereka menyelam. Tanpa mereka sadari, jam mereka berhenti berdetak di jam 11:11.

 

Setelah mereka menyelam mereka seperti hilang di telan laut begitu pula seorang wanita bernama Dewi yang memiliki seorang anak bernama Galih yang menjadi penjaga situs di Tanjung biru ......

 

Sepuluh tahun kemudian, Galih yang sudah kuliah senang mengunjungi berbagai lokasi di Indonesia untuk Diving dan mendalami kecintaannya terhadap laut.

 

Galih adalah anak dari Dewi seorang aktivis konservasi alam yang menghilang saat sedang melakukan pekerjaannya. Satu-satunya peninggalan ibu Galih yang masih tersisa, adalah sebuah Kalung etnik dengan simbol yang unik.

 

Galih memiliki 3 sahabat, mereka adalah Martin, seorang pemuda  tampan petualang bernama  Ozan, yang ceroboh dan selalu ingin tahu dan Vania, seorang gadis vlogger yang cantik mereka memiliki hobi yang sama yaitu Diving.

 

Suatu hari Martin mengajak mereka ke sebuah situs misterius di daerah Tanjung Biru berdasarkan peta yang ditemukannya.

 

Dari sinilah petualangan ke 4 anak muda ini dimulai dengan beberapa kejadian misterius sehingga mereka dapat memecahkan misteri dari situs kapal di daerah Karang Hiu di kepulauan Tanjung Biru. []

 

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Stadhuis Schandaal Mengungkap Romantisme Jaman Belanda

15 Juli 2018 | 09:15 WIB

Sebelum tayang pada 26 Juli mendatang, film “Sara & Fei, Stadhuis Schandaal” garapan Sutradara Adisurya Abdi “dibedah” dalam takl show di Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI), Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (13/7/2018).

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber