politik

Mahfud Tidak Minat Maju Cawapres

Rossa Yulianti | Rabu, 04 Juli 2018 14:06 WIB | PRINT BERITA

ist


JAKARTA, WB - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, mengaku tidak ingin maju menjadi calon wakil presiden pada kontestasi pemilihan presiden 2019. Karena itu, Mahfud mengatakan, ia tidak ingin melakukan upaya-upaya untuk mempromosikan dirinya agar diusung cawapres 2019.


"Saya tidak ingin. Karena kalau ingin saya pasti akan melakukan upaya-upaya atau langkah-langkah seperti memasang baligo-baligo," kata Mahfud belum lama ini.


Kendati demikian, Mahfud tidak menutup dirinya untuk bisa maju menjadi cawapres pada kontestasi Pilpres 2019. Artinya, ketika ada calon presiden dan partai politik yang meminang, dan itu sesuai dengan visi-misinya, bukan tidak mungkin Mahfud siap menerima pinangan tersebut.


“Bukan berarti saya tidak mau. Kalau tidak mau berarti sama sekali tidak akan maju. Kalau ternyata nanti sejarah mengatakan saya harus maju, ya, bisa saja. Tetapi saya tidak menawarkan diri," ujar Mahfud.


Mahfud juga menyatakan dirinya tidak bisa maju sendiri untuk bisa mengikuti kontestasi Pilpres 2019. Artinya, harus ada calon presiden dan partai politik yang bersedia mengusungnya pada kontestasi lima tahunan tersebut.[]







EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Inilah Alasan Andi Undru Mario Jadi Wakil Rakyat

18 Juli 2018 | 12:28 WIB

Kapten TNI (Purn) Andi Undru Mario, SSos MSi., telah dinyatakan lolos menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo lewat Partai Gerindra dengan nomor urut 4.

Soal Cawapres, PAN Mau ada Kekeluargaan

13 Juli 2018 | 10:54 WIB

Partai Amanat Nasional (PAN), masih meyakini jika pembahasan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo akan dibicarakan secara kekeluargaan sesama koalisi. Hal ini terkait klaim Demokrat di mana Prabowo Subianto akan mengambil Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres.

SBY Sakit, Pertemuan dengan Prabowo Terpaksa Ditunda

18 Juli 2018 | 11:34 WIB

Pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, terpaksa ditunda. Padahal seharusnya pertemuan kedua tokoh tersebut berlangsung pada Rabu (18/7/2018).

Pengamat : Tudingan TGB Dukung Jokowi Terlalu Dini

12 Juli 2018 | 11:45 WIB

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuang Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi mendukung Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan kepemimpinannya sebagai presiden. Menyikapi hal itu, analis politik dari lembaga survei Kedai Kopi, Hendri Satrio menilai terlalu dini jika hal tersebut dinilai sebagai keberpihakan.

SIGMA : Jokowi Istimewakan Cak Imin

16 Juli 2018 | 12:06 WIB

Pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (SIGMA), Said Salahudin menilai keistimewaan yang diberikan Joko Widodo (Jokowi) kepada Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar bisa memunculkan kecemburuan bagi parpol pendukung yang lain. Sebab dari lima nama bakal cawapres, Jokowi secara langsung menyebut salah satunya adalah Muhaimin Iskandar.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber