politik

Merasa Mentok Jadi Menteri, Sejumlah `Pembantu` Jokowi Mau Nyaleg

SC Albari | Kamis, 05 Juli 2018 11:33 WIB | PRINT BERITA

Sofjan Wanandi /ist

 

JAKARTA, WB - Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga mantan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sfjan Wanandi menyebut, sejumlah `pembantu` Presiden Jokowi segera mundur dan beradu nasib jadi anggota DPR dalam Pileg mendatang.

 

"(Saat ini) belum waktunya. Mereka bisa (mundur), tapi saya pikir tidak akan banyak," ujar Sofjan di Kantor Wakil Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/7/2018). 

 

Sofjan memastikan, para menteri itu berencana mundur demi bisa ikut Pemilihan Legislatif 2019. Mereka membidik jabatan legislatif, baik di DPR, maupun lembaga lainnya. Alasannya  mereka merasa tidak akan jadi menteri lagi dalam kabinet selanjutnya.

 

"Mereka merasa toh di sini (pemerintahan) sudah tidak bisa lagi, pokoknya mentok. Karena partainya kan juga sudah kasih tahu juga, `Eh ganti-gantian dong`," ujar Sofjan.

 

Sofjan memastikan, mundurnya para menteri yang ngebet nyaleg itu tidak akan mengganggu jalannya pemerintahan,  apalagi masa bakti Kabinet Kerja juga akan berakhir dalam waktu satu tahun ke depan. "Tidak [ada kekosongan jabatan], kan nanti langsung ada pejabat-pejabat yang akan ditunjuk," ujar Sofjan.

 

Sebagaimana diketahui, masa pendaftaran caleg untuk pemilu 2019 dimulai sejak Rabu (4/7/2018) hingga Selasa (17/7/2018). Setelah itu, KPU dijadwalkan menyusun dan menetapkan daftar caleg sementara (DCS) pada 8-12 Agustus 2018.

 

Setelah penetapan DCS, KPU akan meminta masukan masyarakat pada 12-21 Agustus. Pemberitahuan penggantian DCS akan dilakukan 1-3 September 2018. Setelah itu, parpol bisa mengajukan penggantian bakal caleg pada 4-10 September 2018.

 

KPU RI akan menyusun dan menetapkan daftar caleg tetap (DCT) pada 14-20 September 2018. Pengumuman nama caleg untuk pemilu 2019 dilakukan 21-23 September 2018. []

 

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

LSI : Elektabilitas Jokowi Masih Tinggi Dibanding Calon Lain

10 Juli 2018 | 15:18 WIB

Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, menyimpulkan bahwa elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (capres) untuk Pilpres 2019, paska pelaksanaan pilkada serentak dinilai masih tertinggi dibanding calon lainnya. Elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta itu naik menjadi 49,30 persen dari 46 persen pada Mei.

Soal Cawapres, PAN Mau ada Kekeluargaan

13 Juli 2018 | 10:54 WIB

Partai Amanat Nasional (PAN), masih meyakini jika pembahasan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo akan dibicarakan secara kekeluargaan sesama koalisi. Hal ini terkait klaim Demokrat di mana Prabowo Subianto akan mengambil Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres.

Khofifah Siap Jadi Timses Jokowi

09 Juli 2018 | 14:31 WIB

Calon Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, kembali menyampaikan komitmen dukungannya terhadap bakal calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi).

Anies Dipinang Pilpres, Moeldoko : Siapapun Punya Kesempatan

09 Juli 2018 | 15:07 WIB

Nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, disebut-sebut berpeluang menjadi calon presiden (capres) di pemilihan presiden 2019 mendatang. Menyikapi itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menanggapi isu tersebut.

Pengamat : Tudingan TGB Dukung Jokowi Terlalu Dini

12 Juli 2018 | 11:45 WIB

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuang Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi mendukung Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan kepemimpinannya sebagai presiden. Menyikapi hal itu, analis politik dari lembaga survei Kedai Kopi, Hendri Satrio menilai terlalu dini jika hal tersebut dinilai sebagai keberpihakan.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber