nasional

Wow, Aplikasi Tik Tok Lebih Populer dari Tagar Asian Games

Anggi SS | Kamis, 05 Juli 2018 12:12 WIB | PRINT BERITA

ist

JAKARTA, WB - Direktur Eksekutif Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi, Hariqo Wibawa Satria mengapresiasi langkah Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara memblokir aplikasi Tik Tok Indonesia.


Komunikonten menilai ada nilai negatif yang tersebar melalui aplikasi berbasis musik tersebut yang cenderung digandrungi generasi muda. Bahkan aplikasiTik Tok kata Hariqo lebih populer mengalahkan tagar (tanda pagar) Asian Games 2018.


"Tik Tok memang sangat populer, Komunikonten mencatat, Per 4 Juli 2018 di Instagram tagar #Tiktok sudah digunakan sebanyak: 2.338.430 kali. #TiktokIndo digunakan 1.516.445 kali dan #TiktokIndonesia digunakan 1.168.333 kali. Ini jauh sekali mengalahkan tagar #AsianGames2018 yang hanya digunakan 230.910. Artinya Tik Tok lebih populer di instagram ketimbang Asian Games," kata Hariqo dalam keterangannya, belum lama ini.


Selain kepopuleran Tik Tok yang melejit di generasi muda, Hariqo mengungkapkan terdapat nilai-nilai negatif yang dapat merusak remaja dan generasi muda melalui aplikasi video tersebut. Dimana hal itu tidak sesuai dan cenderung merugikan kepentingan nasional Indonesia.


Namun di sisi lain Hariqo melihat dibandingkan aplikasi Tik Tok, banyak konten dari media sosial lain, justru harus mendapatkan prioritas penindakan dari pemerintah. Tidak hanya Tik Tok, konten berbahaya lain juga masih tersebar di youtube, twitter, instagram, facebook, google.


Di antaranya konten yang mengadu domba pendukung tokoh, antarumat bergama, internal umat seagama, fitnah, hoax, ujaran kebencian, pornografi, kekerasan dan lainnya. Padahal, kata dia, pembuat video Tik Tok memanfaatkan instagram, twitter, youtube, facebook untuk menyebarkan hasil karyanya.


Pembuat video Tik Tok yang mayoritas adalah remaja tentu tidak semuanya mampu menilai apakah videonya berbahaya atau tidak, jadi, menurutnya, tanggung jawab monitoring juga ada di instagram, twitter, youtube, facebook, namun ia menilai penyedia layanan tersebut tidak melakukan itu dengan baik.


Karena itu Komunikonten menginginkan konsistensi sikap dari Kemkominfo, terhadap konten-konten di media sosial lain yang hingga kini lambat ditindak tegas dan dihapus oleh para penyedia media sosial.


"Di sini konsistensi Kemkominfo dipertanyakan.  Kami sudah menyampaikan ini, baik saat dialog di televisi bersama Dirjen Aptika Kemkominfo maupun di media sosial," ungkapnya.


Bagi Hariqo selain dari sisi negatif, sejatinya aplikasi Tik Tok ini juga bisa dimanfaatkan untuk mempopulerkan sebuah lagu dan produk. Salah satunya, lagu Asian Games 2018 yang dinyanyikan Via Vallen bisa lebih populer jika dibuat video Tik Tok.


Sisi positif Tik Tok yang perlu diperhatikan serius adalah, adanya keinginan remaja Indonesia untuk berpindah atau hijrah dari sekedar penyebar konten menjadi pembuat konten.


"Semangat ini yang harus ditanggkap oleh kita semua, mereka harus diperkuat wawasannya agar-agar konten-konten video yang mereka produksi benar dan bermanfaat," imbuhnya.[]









EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

KPK : Kasus Bank Century Tidak Berhenti

20 September 2018 | 14:43 WIB

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, pihaknya tidak berhenti dalam menelusuri kasus mega korupsi Bank Century.

Rupiah Masih Letoy, Moeldoko : Ekonomi Kita Aman

18 September 2018 | 13:49 WIB

Menyikapi nilai rupiah yang kian letoy, Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko mengungkapkan kegiatan perekonomian yang terintegrasi secara global telah mempengaruhi kondisi ekonomi domestik, seperti halnya nilai tukar rupiah yang kian melemah

BPJS Kesehatan Alami Defisit DPR Putar Otak

18 September 2018 | 08:08 WIB

Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf M. Efendi menyarankan kepada pemerintah agar tidak setengah-setengah mengatasi masalah defisit terkait BPJS Kesehatan.

Kisruh Impor Beras, Jokowi Panggil Mendag dan Dirut Bulog

20 September 2018 | 14:23 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi), meminta Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution, guna memanggil Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Dirut Bulog Budi Waseso, agar menyelesaikan kisruh mengenai impor beras.

Ideologi Pancasila Mulai Pudar, Yuk Kuatkan Lewat Pelatihan Juru Bicara Pancasila

22 September 2018 | 17:26 WIB


Musim politik saat ini, begitu menguatnya politisasi agama yang seolah membuktikan falsafah kebangsaan yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa sebelumnya mulai tergerus.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber