nasional

Separatis TPNPB Tantang Perang

Ibra Maulana | Kamis, 05 Juli 2018 14:19 WIB | PRINT BERITA

ist

NDUGA, WB - Kelompok separatis bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), menyatakan tak akan mengendurkan serangan-serangan di Nduga, Papua yang sejauh ini telah menewaskan sejumlah warga sipil dan aparat keamanan. Mereka bahkan menantang siap meladeni bila pemerintah Indonesia mengirim pasukan tambahan.


"Kami dengar Bapak Presiden Jokowi hendak mengirim militer dengan jumlah besar. Silakan kirim. Kami TPNPB Kodap III Ndugama tetap membeli jualan yang Bapak presiden kirim," kata Komandan Operasi lapangan TPNPB/OPM KodapIII Ndugama, Egianus Kogeya, dalam pernyataan yang dilansir TPNPB, Kamis (5/7/2018).


Sejauh ini, Presiden Jokowi belum mengeluarkan instruksi atas penanganan peningkatan kekerasan di Nduga. Egianus mengatakan, sejauh ini pasukan TPNPB masih bersiaga di Kenyam, ibu kota Nduga. Kendati demikian, posisi mereka digeser ke pinggiran sehubungan keberadaan pasukan TNI-Polri dalam jumlah besar di pusat kota.


Ia juga mengklaim, pasukannya bertanggung jawab atas berbagai serangan di Nduga yang dilancarkan sejak 22 Juni lalu. Sebelum pilkada kelompok bersenjata itu melakukan penembakan terhadap pesawat Trigana Air di Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga, pada 25 Juni 2018. Pesawat tersebut mengangkut logistik pilkada dan 15 personel Brimob Polri.


Dalam peristiwa tersebut, kelompok tersebut juga menembaki warga di sekitar Bandara Kenyam dan menewaskan tiga warga sipil serta satu anak terluka. Aksi tersebut telah menyebabkan ditundanya pelaksanaan pemungutan suara di Kabupaten Nduga.


Pada Rabu (27/6), penembakan dikabarkan kembali terjadi di sekitar Bandara Nduga, Rabu 27 Juni 2018. KKB melakukan penembakan tak terarah. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut.


Masih di hari yang sama, KKB menembaki warga dan aparat di Distrik Torere, Kabupaten Puncak Jaya. Dua anggota Polri dan kepala distrik yang membawa surat suara tewas ditembak. Sejumlah anggota Polri dikabarkan sempat hilang.


Baku tembak juga dilaporkan terjadi antar pasukan TNI dan pasukan TPNPB di Kali Kenyam, tak jauh dari Bandara Nduga pada Selasa (3/7). Di lokasi yang sama, pada Rabu (4/7), baku tembak kembali terjadi, kali ini melibatkan pasukan Brimob.


Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan, telah mengirim belasan ribu pasukan tambahan ke Papua menjelang pilkada lalu. Pihak kepolisian juga telah menerjunkan pasukan tambahan.[]






EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

KPK : Kasus Bank Century Tidak Berhenti

20 September 2018 | 14:43 WIB

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, pihaknya tidak berhenti dalam menelusuri kasus mega korupsi Bank Century.

Rupiah Masih Letoy, Moeldoko : Ekonomi Kita Aman

18 September 2018 | 13:49 WIB

Menyikapi nilai rupiah yang kian letoy, Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko mengungkapkan kegiatan perekonomian yang terintegrasi secara global telah mempengaruhi kondisi ekonomi domestik, seperti halnya nilai tukar rupiah yang kian melemah

BPJS Kesehatan Alami Defisit DPR Putar Otak

18 September 2018 | 08:08 WIB

Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf M. Efendi menyarankan kepada pemerintah agar tidak setengah-setengah mengatasi masalah defisit terkait BPJS Kesehatan.

Ini Isi Pakta Integritas Prabowo dan GNPF

17 September 2018 | 09:39 WIB

Bakal calon presiden (Capres) Prabowo Subianto menandatangani pakta integritas yang dibuat Itjimak Ulama II.

Ini Jajaran Baru Direksi Garuda

17 September 2018 | 20:19 WIB

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) merombak jajaran direksi dan komisaris dalam RUPS tahunan 2018. I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra menjadi direktur utama menggantikan Pahala Nugraha Mansury.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber