politik

`RINDU` Unggul Karena Figur

Putri Mentari | Senin, 09 Juli 2018 09:21 WIB | PRINT BERITA

ist


BANDUNG, WB - KPU Jabar, telah menetapkan Pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum sebagai pemenang pada Pemilu Gubernur Jawa Barat 2018.


Analis politik dan pemerintahan Universitas Padjajaran, Firman Manan, menilai faktor figur sangat berkontribusi terhadap kemenangan, tanpa mengurangi peran partai. Ia menilai, kekuatan kedua kandidat ini sangat kuat dalam meraih simpati pemilih.


"Sosok Ridwan Kamil sejak awal sudah unggul dibanding kandidat lainnya.  Dia sudah populer, juga sudah menyiapkan diri," ujar Firman belum lama ini.


Menurut Firman, Emil unggul secara kualitas personal. Karena, memenuhi kriteria. Emil juga dinilai punya latar belakang teknokrat, leadership, pengalaman, dan integritas.


Selain itu, Firman menilai Emil mampu meraih pemilih muda yang jumlahnya cukup banyak.


"Kemampuan basis massa milenial. Ini jadi keunggulan, dibanding paslon lain. Pemilih milenial ini 11 juta, 30 persen," katanya.


Sedangkan untuk sosok Uu, kata dia pengalaman dan kualitasnya tidak perlu diragukan. Karena, menjabat Bupati Tasikmalaya 2 periode. Tak hanya itu, yang tidak kalah penting adalah latar belakang politisi PPP ini yang berasal dari pesantren.


"Menarik pemilih Islam tradisional, ini perannya Kang Uu," katanya.


Hal ini, kata dia, terbukti dengan kemenangan Rindu di priangan timur, Cirebon, Indramayu, dan Kuningan. "Kang Uu basisnya di sana, merepresentasikan Islam tradisional," katanya.


Dengan karakter ini, Firman menilai Uu melengkapi Ridwan Kamil yang dikenal sosok nasionalis. Saat menjabat nanti, Firman memprediksi Emil akan diuntungkan karena berpasangan dengan Uu. Karena, Uu tidak terlalu menonjolkan ego pribadinya.


"Kalau Kang Emil kan sosok high profile, leadership-nya kuat. Jadi ada baiknya didampingi figur low profile, yang tidak memunculkan diri sendiri," katanya.


Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat resmi mengesahkan dan menetapkan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018. Pengesahan hasil penghitungan suara dilakukan dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat provinsi di Aula Setya Permana, Kantor KPU Jabar Jalan Garut no 11 Kota Bandung, Ahad (8/7/2018).


Komisioner KPU Jabar, menetapkan hasil rekapitulasi penghitungan suara pasangan Cagub-Cawagub Jabar Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum unggul dengan 7.226.254 (32,88 persen). Disusul pasangan Sudrajat-Ahmad 6.317.465 (28,74 persen). Pasangan Deddy-Dedi mendapat 5.663.198 (25,77 persen), dan di posisi terakhir ada pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan dengan raihan suara 2.773.078 (12.62 persen). Total suara sah sebanyak 21.979.995 (100 persen).[]







EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Inilah Alasan Andi Undru Mario Jadi Wakil Rakyat

18 Juli 2018 | 12:28 WIB

Kapten TNI (Purn) Andi Undru Mario, SSos MSi., telah dinyatakan lolos menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo lewat Partai Gerindra dengan nomor urut 4.

Soal Cawapres, PAN Mau ada Kekeluargaan

13 Juli 2018 | 10:54 WIB

Partai Amanat Nasional (PAN), masih meyakini jika pembahasan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo akan dibicarakan secara kekeluargaan sesama koalisi. Hal ini terkait klaim Demokrat di mana Prabowo Subianto akan mengambil Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres.

SBY Sakit, Pertemuan dengan Prabowo Terpaksa Ditunda

18 Juli 2018 | 11:34 WIB

Pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, terpaksa ditunda. Padahal seharusnya pertemuan kedua tokoh tersebut berlangsung pada Rabu (18/7/2018).

Pengamat : Tudingan TGB Dukung Jokowi Terlalu Dini

12 Juli 2018 | 11:45 WIB

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuang Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi mendukung Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan kepemimpinannya sebagai presiden. Menyikapi hal itu, analis politik dari lembaga survei Kedai Kopi, Hendri Satrio menilai terlalu dini jika hal tersebut dinilai sebagai keberpihakan.

SIGMA : Jokowi Istimewakan Cak Imin

16 Juli 2018 | 12:06 WIB

Pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (SIGMA), Said Salahudin menilai keistimewaan yang diberikan Joko Widodo (Jokowi) kepada Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar bisa memunculkan kecemburuan bagi parpol pendukung yang lain. Sebab dari lima nama bakal cawapres, Jokowi secara langsung menyebut salah satunya adalah Muhaimin Iskandar.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber