dunia

Soal Minyak, Iran Tidak Takut Ancaman AS

Purnama | Senin, 09 Juli 2018 15:43 WIB | PRINT BERITA

ist


TEHERAN, WB - Kementerian Perminyakan Iran menyatakan, Iran tidak akan mengubah produksi dan ekspor minyak mentah menyusul ancaman sanksi dari Amerika Serikat (AS). Iran telah memiliki rencana untuk melawan ancaman Presiden AS Donald Trump yang meminta semua negara berhenti mengimpor minyak dari Iran.


"Rencana ini akan berhasil," ujar Menteri Perminyakan Iran Bijian Namdar Zanganeh dilansir Press TV, Senin (9/7/2018).


Zanganeh menegaskan, ancaman Trump tersebut justru dapat mengguncang pasar minyak. Menurutnya, prinsip-prinsip yang diatur dalam OPEC tidak terpengaruh dengan tekanan politik untuk mengubah pasar.


Selain itu, upaya anti-Iran yang didengungkan oleh Presiden Trump justru dapat menjadi penyebab tingginya harga pasar internasional.


"Tudingan Trump ini justru akan merusak kedaulatan nasional dan mengguncang pasar minyak," kata Zanganeh.


Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menuding organisasi negara-negara pengekspor minyak bumi dan gas (OPEC) telah mendorong kenaikan harga minyak. Dia meminta organisasi tersebut untuk melakukan sesuatu guna menurunkan tingginya harga bahan bakar tersebut.


Trump mengaku geram dengan tingginya harga migas dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan harga migas berpotensi membuat konfrontasi politik jelang pemilihan umum kongres negara pada pertengahan November nanti.


Kekhawatiran Trump datang menyusul kebijakan pemotongan pajak dan menarik beberapa regulasi federal negara yang dia inisiasi telah mengangkat perekonomian warga AS. Meningkatnya harga minyak berpotensi kembali meninggikan biaya hidup masyarakat Amerika. Hal yang tentu diwaspadai Trump.


Sebelumnya Trump mengatakan, Arab Saudi telah sepakat untuk meningkatkan produksi minyak hingga 2 juta barrel perhari. Kepada Trump, Pemerintah Arab Saudi, yang merupakan anggota terbesar OPEC, mengaku dapat memenuhi permintaan tersebut.


Arab Saudi menyebut masih memiliki cadangan migas untuk memenuhi permintaan itu. Peningkatan produksi 2 juta barel perhari dilalkukan guna menurunkan harga minyak sebagai kompensasi penurunan produksi migas di Venezuela dan Iran.


Komplain yang dilakukan Trump bersamaan dengan kampanye Paman Sam kepada negara-negara Eropa untuk memboikot belanja minyak dari Iran. Hal tersebut dilakukan agar Tehran mau memenuhi 13 permintaan AS terkait pakta nuklir 2015 atau yang disebut The Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).


Pada 26 Juni, Departemen Luar Negeri AS menyatakan, telah mendorong banyak negara agar berhenti mengimpor minyak dari Iran mulai November. Amerika Serikat, katanya, tidak menjamin dampak pengabaian oleh setiap negara yang melakukan bisnis dengan Iran.


Setelah keputusan Presiden AS Donald Trump untuk keluar dari kesepakatan nuklir Iran, yang bersejarah, pada 8 Mei, Amerika Serikat berikrar akan memberlakukan kembali sanksi atas Teheran. AS juga akan menjatuhkan hukuman seperti sanksi sekunder atas negara yang memiliki hubungan bisnis dengan Teheran.


Perusahaan yang melakukan bisnis di Iran diberi waktu sampai 180 hari untuk mengakhiri penanaman modal, jika tidak, mereka menghadapi resiko dikenakan denda sangat besar.[]








EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

11 Bulan Jalan Kaki dari Swedia ke Palestina, Aktivis ini Ditolak Masuk Otoritas Israel

09 Juli 2018 | 16:16 WIB

Upaya aktivis yang bernama Benjamin Ladraa (25 tahun) untuk memasuki wilayah Palestina, sepertinya belum berhasil. Benjamin tidak diijinkan masuk setelah pihak berwenang Israel mengusirnya dari perbatasan. Padahal aktivis asal Swedia ini telah menghabiskan waktu lebih dari 11 bulan berjalan kaki menuju wilayah itu.

Floyd Mayweather Gagal Tarung UFC

12 Juli 2018 | 12:35 WIB

Petinju Amerika Serikat (AS), Floyd Mayweather Jr sempat mengungkapkan keinginannya untuk mencicipi bertarung diarena gaya bebas Ultimate Fighting Championship (UFC) pada Januari 2018 lalu.

CARM Indosin HLC Perkokoh Hubungan Indonesia Singapura

10 Juli 2018 | 12:17 WIB

Forum tahunan Combined Annual Report Meeting (CARM) Indonesia Singapore (Indosin) High Level Committee (HLC) adalah sarana dalam menjajaki berbagai peluang strategis untuk memperkokoh hubungan antara kedua Angkatan Bersenjata.

`Rounda Rousey` Wanita Petarung UFC Peraih Hall of Fame

10 Juli 2018 | 18:20 WIB

Dikenal sebagai salah satu atlet perempuan tersukses diajang Ultimate Fighting Championship (UFC), Rounda Rousey masuk dalam penghargaan UFC Hall of Fame, tengah pekan lalu. Atlet mix martial arts berusia 31 tahun itu pun menjadi perempuan pertama yang masuk dalam UFC Hall of Fame

Inilah Sumpah Jabatan Erdogan

11 Juli 2018 | 08:31 WIB

Presiden Erdogan adalah presiden pertama dalam sistem pemerintahan baru Turki yang beralih dari sistem parlementer ke sistem presidensial. Senin (9/7/2018) kemarin Erdogan dilantik dan membacakan sumpah jabatannya.

 

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber